Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Peringati Haflah Akbar, Pesantren Tambakberas Dukung PBNU

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Lapangan Untung Suropati Tambakrejo yang berada di utara Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang Jawa Timur penuh sesak oleh puluhan ribu santri. Mereka khidmat mengikuti upacara pembukaan al-haflatul kubro pesantren setempat, Rabu (8/2) pagi.




Peringati Haflah Akbar, Pesantren Tambakberas Dukung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Haflah Akbar, Pesantren Tambakberas Dukung PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Haflah Akbar, Pesantren Tambakberas Dukung PBNU

KH Abdul Choliq Mustaqim dalam amanatnya mengemukakan bahwa peringatan haflah kali membawa pesan bahwa Pesantren Tambakberas, sebutan kepada PPBU memiliki komitmen kuat terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. "Karenanya kita akan pelihara dan jaga NKRI sebagai harga mati," kata Sekretaris Umum Yayasan PPBU tersebut.

"Demikian pula kita akan pelihara dan jaga PBNU yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI serta UUD 1945," katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Gus Kholiq, sapaan akrabnya juga menandaskan kepada para kiai, ustadz dan santri yang hadir di lapangan tersebut bahwa haflah kali ini juga terbilang istimewa. "Karena usia madrasah di lingkungan Pesantren Tambakberas telah memasuki 102 tahun," ungkapnya. Sedangkan untuk pesantren sendiri adalah berusia 192 tahun, lanjutnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Majlis Pengasuh yakni KH Hasib Abdul Wahab, serta Ketua Umum Yayasan PPBU yakni KH Irfan Sholeh.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelum upacara pembukaan, kegiatan diawali dengan penampilan kreasi para santri dari berbagai ribath atau asrama yang ada di pesanren setempat. Tidak ketinggalan, sejumlah kontingen dari madrasah dan sekolah juga turut unjuk kebolehan.

Pantauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di lokasi, sejumlah santri dan siswa menampilkan kebudayaan dari berbagai suku dan daerah di Indonesia. Dari mulai budaya dan pakaian masyarakat Madura, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan beberapa kawasan lain di tanah air.

Kegiatan dipungkasi dengan sambutan dari yayasan serta amanah oleh ketua majlis pengasuh. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, Pondok Pesantren, Syariah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

15 Pesantren di Madura Akan Berlaga pada LSN Jatim IV

Bangkalan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Panitia Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 Regional Jatim IV menyelesaikan semua tahapan persiapan liga. Mereka kemudian melangsungkan liga sepakbola antarpesantren ini sejak Ahad, (28/8). Sebanyak 15 pesantren di Madura ini akan bertanding selama sepekan ke depan.

Menurut Koordinator LSN 2016 Regional Jatim IV Ra Sani, pesantren yang berpartisipasi dalam liga ini sejatinya meliputi empat kabupaten di Madura. Namun, hingga batas akhir pendaftaran hanya 15 pesantren di Bangkalan yang bisa berpartisipasi.




15 Pesantren di Madura Akan Berlaga pada LSN Jatim IV (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Pesantren di Madura Akan Berlaga pada LSN Jatim IV (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Pesantren di Madura Akan Berlaga pada LSN Jatim IV

�LSN 2016 bukan semata-mata adu keterampilan antara pemain yang terlibat, namun lebih dari itu adalah merupakan media untuk menanamkan rasa persaudaraan, silaturahmi, kebersamaan, kejujuran, dan sportifitas,� jelas Ra Sani yang juga Ketua GP Ansor Bangkalan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Wakil Bupati Bangkalan H Mondir Rofii membuka secara resmi gelaran acara hasil kerja sama Kemenpora dan PBNU ini. Ia berharap dari proses kompetisi ini lahir bibit-bibit sepakbola dari kalangan pesantren.

�Selain melahirkan bibit pesepakbola usia dini, dari gelaran kompetisi ini juga dapat ditanamkan nilai-nilai kejujuran dan sportifitas,� kata Ra Mondir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Upacara pembukaan LSN Jatim IV berlangsung di alun-alun utara Bangkalan yang ditandai dengan tendangan kehormatan oleh Koordinator Regional. Wakil Bupati, Dandim 0329 Bangkalan, Waka Polrest Bangkalan, PCNU Bangkalan, dan Koordinator Regional ini melakukan penandatanganan komitmen pembinaan sepakbola kalangan pesantren di atas bola masing-masing. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Pondok Pesantren, Hadits Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Berkorban Tak Sekadar Berkurban

Oleh A Mustofa Bisri

Akhirnya setelah sekian lama mendambakan dan tak kunjung mempunyai anak, permohonan Nabi Ibrahim agar dianugerahi anak dikabulkan oleh Tuhannya. Allah menganugerahi seorang anak yang sabar. Ketika di anak sudah cukup dewasa untuk membantu ayahnya bekerja, tiba-tiba sang ayah memberitahukan bahwa ada isyarat Tuhan untuk menyembelih si anak. �Bagaimana pendapatmu?� kata sang ayah. Dengan tenang, si anak menjawab, �Ayahku, laksanakan saja apa yang diperintahkan kepada ayah. Insyaallah ayah akan mendapatkan anakmu ini tabah.�




Berkorban Tak Sekadar Berkurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkorban Tak Sekadar Berkurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkorban Tak Sekadar Berkurban

Ketika bapak-bapak itu bertekad bulat berserah diri sepenuhnya untuk melaksanakan perintah Allah dan Nabi Ibrahim telah merebahkan anak kesayangannya itu di atas pelipisnya, ketika itu pula keduanya membuktikan kepatuhan dan kebaktian mereka. Dan, Allah pun mengganti si anak dengan kurban sembelihan berupa kambing yang besar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meskipun ritual kurban (dengan �u�) konon sudah dilakukan sejak putra-putra Nabi Adam, Habil dan Qabil, peristiwa yang dituturkan dalam kitab suci Al Qur�an itulah yang menjadi dasar persyaratan kurban setiap Idul Adha (Hari Raya Kurban).

Nabi Ibrahim rela mengorbankan putranya dan putranya ikhlas dijadikan kurban demi Tuhan mereka. Bagi Nabi Ibrahim dan putranya, Tuhan adalah nomor satu. Allah adalah segalanya. Siapa pun dan apa pun tidak ada artinya dihadapan-Nya. Demi dan untuk-Nya, apa pun ikhlas mereka korbankan; sampai pun anak atau nyawa sendiri.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Inti Berkurban

Jadi inti makna kurban di Hari Raya Kurban memang berkorban. Namun, lihatlah, bahkan untuk sekedar mengorbankan hewan, banyak orang mampu yang masih �menawar-nawar� atau menitipkan kepentingan sendiri sebagai �kompensasi�

Apakah mereka ini mengira bahwa kurban (daging ternak) itu benar yang �dituntut� Tuhan sebagai bukti kecintaan dan kebaktian? Tidak. Sama sekali bukan daging-daging dan darah-darah hewan itu yang mencapai Allah, melainkan ketakwaan. Pengorbanan. �Tidaklah darah dan daging hewan kurban itu sampai kepada Allah sebagai ketakwaanmu yang sampai kepada-Nya� (Al Qur�an22;37).

Pengorbanan tidak hanya menyembelih kurban. Pengorbanan adalah atau mestinya merupakan pantulan dari kecintaan dan kebaktian itu. Dari pengorbanan, bisa diukur seberapa dalam kecintaan dan seberapa agung kebaktian seseorang.

Kita bisa saja mengaku cinta atau mengabdi kepada pujaan kita. Kita bisa saja menyatakan hal yang mulia demi Tuhan, demi tanah air, demi rakyat, demi siapa atau apa pun yang kita cintai. Namun tanpa kesediaan kita berkorban untuknya, pernyataan itu tidak ada artinya.?

Bahkan ,jika kita menawar-nawar di dalam pengorbanan kita, kata �demi�-�demi� itu hanyalah omong kosong belaka. Dalam pengorbanan, tak ada perhitungan untuk rugi atau tuntutan kompensasi apapun. Dalam pengorbanan hanya ada ketulusan.

Hamba yang sungguh mencintai dan mengabdi kepada Allah seperti Nabi Ibrahim dan putranya, akan siap dan rela berkorban apa pun, yang paling berharga, atau yang remeh, termasuk ego dan kepentingan sendiri-bagi dan demi Tuhannya. Demi melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, hamba yang sungguh mencintai dan mengabdi Tuhannya siap dan rela mengalahkan egonya dan mengesampingkan kepentingan sendiri.

Apabila Tuhan, misalnya melarang perbuatan merusak, hamba yang sungguh mencintai dan mengabdi Tuhannya akan menghindari perbuatan perusak meski bertentangan dengan kehendaknya. Dia misalnya, tak akan melakukan perbuatan korupsi, tidak melakukan tindakan teror, tidak berurusan dengan narkoba, dan tindakan merusak lainnya, meski dirinya merasa berkepentingan untuk melakukan hal itu.?

Pemimpin berkorban

Warga negara yang sungguh mencintai dan mengabdi tanah arinya akan dengan sendirinya siap dan rela berkorban apa saja bagi dan demi tanah airnya, meski tidak pernah menyatakannya. Sebaliknya, mereka yang sering menyatakan cinta tanah air, tetapi tidak sudi mengorbankan sedikit waktu dan pikiran untuk kepentingan tanah airnya, jelas mereka pembohong besar.

Pemimpn yang selalu menyatakan diri sebagai abdi rakyat, tetapi tidak pernah rela berkorban meski sekedar waktu dan perhatian untuk rakyat, bahkan lebih sering mengorbankan rakyat, cepat atau lambat pasti akan ketahuan palsunya dan rakyat akan mencampakkannya.

Akhirnya, Idul Adha atau Hari Raya Kurban juga sering disebut Lebaran Haji. Pada Saat itu memang kaum Muslimin yang mampu sedang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Satu satunya ibadah dan rukun Islam yang di negeri ini ditangani secara �serius� oleh pemerintah. Ibadah ini pun memerlukan pengorbanan yang tidak kecil. Masih di Tanah air, jemaah calon haji sudah harus mengorbankan waktu, harta, tenaga, pikiran sering kali juga ? perasaan.

Dalam ritual haji, kaum Muslimin diingatkan dengan peragaan diri tentang kehambaan, kesetaraan, dan kefanaan manusia; bahkan tentang hari kemudian. Dengan demikian, jika itu semua dihayati, akan atau semestinya dapat menguban sikap dan perilaku mereka. Konon salah satu tanda haji mabrur, yang pahalanya tiada lain: surga, ialah merubahan sikap perilaku.?

Yang sebelum haji malas beribadah, misalnya, sesudahnya menjadi rajin. Sebelumnya sangat, sesudahnya santun. Sebelumnya korup, sesudahnya jujur. Demikian seterusnya. Bukan yang sebelum dan sesudah haji tetap saja sikap perilakunya atau malahan lebih buruk lagi.

Wallahualam. Selamat Hari Raya Kurban, Selamat Lebaran Haji

* Wakil Rais Aam PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Nusantara, Pondok Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat Lajnah Falakiyah

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekitar 30 peserta dari Jakarta dan sekitarnya mengikuti pembukaan Pelatihan Hisab dan Rukyat yang diselenggarakan oleh Lajnah Falakiyah PBNU di masjid An-Nahdliyah lantai dasar kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Rabu (3/4) malam.




Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat Lajnah Falakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat Lajnah Falakiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Hisab-Rukyat Lajnah Falakiyah

Pembukaan dan materi pertama disampaikan langsung oleh KH Ahmad Izzuddin, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag RI yang juga pengurus Lajnah Falakiyah PBNU, bersama Ismail Fahmi dari Subdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat, dan staf Lajnah Falakiyah PBNU, Maftuhin.

�Saya merasa senang. Di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta, masih ada yang mau belajar ilmu falak. Ini merupakan ilmu yang langka, makanya saya ini juga disebut mahluk langka,� katanya bergurau.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain memberikan pengantar, Izzuddin memberikan semangat kepada para peserta untuk rutin mengikuti pelatihan yang bertajuk �Pelatihan Hisab Rukyat Al-Khawarizmi Lajnah Falakiyah PBNU�.

Katanya, materi hisab-rukyat yang akan disampaikan hingga setahun ke depan sudah dalam bentuk yang praktis dan mudah sehingga dijamin para peserta akan bisa mengikuti setiap sesi materi dan praktik dengan baik.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rencananya pelatihan akan digelar satu bulan sekali di tempat yang sama. Namun tidak menutup kemungkinan Lajnah Falakiyah juga akan menyelenggarakan pelatihan dalam bentuk paket di luar Jakarta.

Busyairi, peserta dari Banten dalam sesi dialog meminta tim pelatih Lajnah Falakiyah PBNU untuk bisa memberikan pelatihan hisab-rukyat di Banten.

Pelatihan perdana ini berlangsung akrab. Izzuddin sendiri juga menyelingi materi dengan canda tawa. Seorang peserta juga sempat menanyakan kaitan antara ilmu falak dengan astrologi atau ramalan dan dijawab dengan sangat meyakinkan.

Pelatihan dilanjutkan dengan petunjuk teknis seperti cara penggunaan kalkulator saintifik dengan beberapa tipe yang akan digunakan selama pelatihan. Tim pelatih juga dalam kesempatan itu menyiapkan beberapa alat pendukung dari yang klasik hingga modern.

Penulis: Mahbib Khoiron

?

Foto: peserta antusias memperagakan Mizwala Qiblat Finder, perangkat untuk menentukan arah kiblat



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Pondok Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Perjuangan maksimal ditunjukkan oleh tim kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat pada babak penyisihan group A Liga Santri Nusantara yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, Selasa (25/10) sore. Kapten Kesebelasan As-Sulamy M Dwiki Risnawan dan timnya harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan oleh kesebelasan Pesantren Salafiah United FC Jawa Barat 2 di Stadion Bantul.

Jawa Barat 2 yang sebelumnya melumpuhkan Kalimantan 3 dengan skor 5:1 tampak kewalahan untuk mengecoh pertahanan belakang NTB 1 yang terbukti babak pertama dengan kedudukan skor 0:0.




Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Pelatih NTB 1 bongkar pasang pemain di babak kedua untuk menekan tim lawan yang tampak semakin kuat. Namun sayang dua gol berturut-turut diciptakan oleh Jawa Barat 2 atas kesebelasan NTB.

"Alhamdulillah, kami bersyukur. Sebetulnya tidak menyangka akan sampai masuk putaran 16 besar," kata M Dwiki usai bertanding.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ini semua, lanjutnya, merupakan berkat kekompakan anggota tim dan juga berkat doa. "Yang penting sekarang fokus latihan. Dan yang tidak kalah penting selain latihan adalah doa," jelasnya.

Seperti diketahui, tim As-Sulamy sepanjang perjalanan mulai berangkat bahkan hingga saat bertanding selalu membaca shalawat Nariyah secara bersama-sama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ini yang membuat kita tenang," kata Dwiki. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Pondok Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Cuci Otak ke Jalan yang Benar melalui Konten Positif

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Saiful �Djarot� Hidayat mengucapkan selamat atas peluncuran Command Center dan Smart Card Nusantara milik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dikerjasamakan dengan PT XL Axiata.?




Cuci Otak ke Jalan yang Benar melalui Konten Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
Cuci Otak ke Jalan yang Benar melalui Konten Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

Cuci Otak ke Jalan yang Benar melalui Konten Positif

Menurutnya, itu adalah langkah yang sangat tepat karena semakin maraknya konten-konten negatif di dunia digital dan media sosial.

�Kami sampaikan selamat dan sukses kepada PBNU yang telah meluncurkan Command Center dan Smart Card,� kata Djarot di Lantai 8 Gedung PBNU, Senin (22/5).

Ia menerangkan, banyak sekali orang yang memproduksi dan membagikan ujaran-ujaran kebencian sehingga itu bisa menimbulkan keresahan dan ketegangan di tengah-tengah masyararakat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Ujaran-ujaran kebencian bisa dengan mudah kita temukan di media sosial. Ini bisa menimbulkan ketegangan sosial,� ucap alumni Universitas Amsterdam itu.

Mantan Wali Kota Blitar tersebut mengungkapkan, tidak sedikit orang-orang yang otaknya tercuci menjadi radikal setelah mereka membaca informasi-informasi yang bernada provokatif, dan yang mengatasnamakan agama untuk memecah belah bangsa Indonesia.?

Ia berharap, dengan adanya Command Center PBNU bisa menghiasai dunia jagat maya Indonesia dengan konten-konten yang menyejukkan dan sesuai dengan Islam yang ramah.?

�Kita akan cuci otak ke jalan yang benar. Masyarakat berharap kepada NU,� lanjutnya.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih jauh, ia menyatakan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa terjaga apabila Bhinneka Tunggal Ika kuat dan Pancasila bisa membumi.?

�Dengan Pancasila kita bisa merawat bisa merawat dan memperkuat Bhinneka Tunggal Ika. Dengan Bhinneka Tuggal Ika kita kita bisa menjaga keutuhan NKRI,� tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pondok Pesantren, Pertandingan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.