Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Pati, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Keluarga besar Nahdlatul Ulama Pati mengadakan peringatan 100 hari wafatnya ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muhammad Mubarok (25) di kediaman ayahnya, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.




MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Pati KH Mahmudan memimpin tahlil pada acara yang berlangsung Selasa (26/3) ini. Selain warga, turut pula membacakan doa Bupati Pati Haryanto.

Haryanto berpesan kepada kader IPNU untuk meneruskan perjuangan Muhammad Mubarok dengan meneladani semangat yang telah diwariskan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ma�shoem selaku pejabat ketua IPNU Pati menyatakan bahwa Muhammad Mubarok termasuk seorang pemimpin yang penuh kharisma. Dalam kepemimpinannya dia tak pernah mengeluarkan kata-kata keras dan tak pernah marah.

�Selain itu, dia juga bersemangat dan energik dalam menjalankan amanat yang diterima. Dan melakukan kaderisasi yang luar biasa selama kepemimpinannya,� imbuh Ma�shoem kader dari Kayen.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah tahlil usai acara dilanjutkan dengan pengajian umum dengan dihadiri oleh KH R Santri Dzikrillah (Kendal), Simbah KH. Anwar Suaidi (Kediri), KH. Amroni (Rembang) dan Ki Rekso Buwono Pati. Pengajian umum ini juga diiringi dengan rebana Tikus Piti dari Pati. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)



Foto: Ketua IPNU Pati Muhammad Mubarok, Bupati Pati Haryanto dan Ketua IPPNU Pati Umi Saadah dalam sebuah kegiatan (kiri-kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, RMI NU, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW

Konsentrasi terlebih lagi pada saat kritis adalah barang mahal yang tidak dijual di toko. Memang ada banyak sebab yang dapat memecah konsentrasi pikiran seseorang. Pelbagai ingatan justru hadir saat tidak dikehendaki. Pikiran-pikiran kadang melintas begitu saja memotong garis konsentrasi.

Kurangnya konsentrasi ini dapat membawa kerugian besar. Karenanya konsentrasi perlu dipelihara dengan baik.




Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW

Imam Al-Ghazali dalam Minhajul �Abidin ila Jannati Rabbil �Alamin menyinggung sebuah doa di dalam Al-Quran yang Allah SWT perintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar pikiran-pikiran yang tidak dikehendaki tersingkir. Doanya sebagai berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, �Waqur rabbi a��dzubika min hamaz�tis syay�t�n wa a��dzubika rabbi ay yahdlur�n (Katakanlah [hai Muhammad], �Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari gangguan setan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kepungan mereka,�� QS Al-Mukminun ayat 97-98).

Kalau makhluk-Nya yang paling mulia, paling berilmu, dan paling diperhatikan diperintahkan untuk berlindung kepada Allah, apalagi kita sebagai manusia biasa. Kita lebih layak mengamalkan doa ini. Demikian keterangan Imam Al-Ghazali dalam Minhajul �Abidin.

Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes, Kediri dalam karyanya Sirajut Thalibin ala Minhajil �Abidin menguraikan lebih lanjut pernyataan Imam Al-Ghazali itu sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, ��Aku berlindung kepada-Mu ketika setan-setan itu dari segala arah menghampiriku di waktu-waktuku.� Terlebih lagi saat sembahyang, membaca Al-Quran, dan saat ajal mendekat. Karena tiga kondisi ini lebih layak lagi sebagai waktu paling kritis untuk berlindung kepada Allah. Demikian disebutkan Imam Al-Baidlawi.�

Di waktu-waktu tertentu, kita membutuhkan konsentrasi penuh. Tetapi kepingan pikiran-pikiran yang dibawa setan saat sembahyang, membaca Al-Quran, dan ajal mendekat perlu disingkirkan dengan harapan perlindungan dari Allah SWT agar kita selamat melewati tiga kondisi dan juga saat-saat lainnya dengan sejahtera. Wallahu a�lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tepat pada 11 Juli 2017, Situs Resmi Nahdlatul Ulama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menginjak usia 14 tahun. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengungkapkan kebanggaanya dengan ikut memotong kue ulang tahun Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Rabu (12/7/2017) di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat.




Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Selamat Harlah Ke-14 NU Online

Pada kesempatan yang dibarengi dengan kegiatan halal bihalal dan sarasehan Netizen NU tersebut, Kiai Said mengatakan bahwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah lahir atas prakarsa teman-teman muda NU dibimbing oleh para tokoh senior akan pentingnya dakwah Islam moderat di dunia maya.

�Selamat Harlah ke-14. Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini lahir atas jasa As�ad Said Ali dan kawan-kawan jauh sebelum saya menjadi ketua umum. Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan temen-temen Netizen NU sangat berjasa dalam mendakwahkan Islam ramah di dunia maya,� jelas Kiai Said di hadapan hadirin yang memadati ruang acara.

Peringatan Harlah ke-14 Pimpinan Pusat Muhammadiyah, halal bihalal, dan sarasehan Netizen NU ini dihadiri oleh Waketum PBNU Maksoem Mahfoedz, Ketua PBNU Robikin Emhas, Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini, Intelektual Muda NU Ulil Abshar Abdalla, Pengamat Media Jose Rizal, Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, Direktur Pimpinan Pusat Muhammadiyah Savic Alielha, dan Pemred Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Mukafi Niam serta para aktivis media sosial.

Savic Alielha menerangkan, saat ini media sosial sebagai alat penyebar dan memproduksi informasi telah banyak diwarnai oleh informasi yang tidak sehat, baik itu berita palsu (hoax) maupun kampanye-kampanye radikal.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia bercerita ketika setiap hari membuka akun media sosial miliknya, baik Twitter, Facebook, dan Instagram. Ia mengaku tidak sedikit yang pekerjaannya cuma mem-bully dan menuduh dengan perkataan yang tidak patut. Savic mendorong aktivis agar membesarkan media yang dikelolanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Dari 10 besar website keislaman dengan pembaca terbanyak, hanya Pimpinan Pusat Muhammadiyah satu-satunya yang moderat. Pimpinan Pusat Muhammadiyah membutuhkan teman,� jelas Savic.

Sebelumnya, Pemred Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Mukafi Niam dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan sumber daya yang ada, Pimpinan Pusat Muhammadiyah terus berkomitmen menyajikan konten keislaman moderat dan informasi aktual serta berimbang. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pembaca yang mendukung kemajuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah selama ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan

Di Italia, saya berkesempatan mengikuti audiensi di Vatikan. Tepatnya pada hari Rabu, 28 Juni 2017 yang lalu, saya menghadiri undangan langsung dari Romo Markus Solo. Romo Markus ini mampu berbahasa Arab, karena pernah belajar bahasa Arab di Gereja Katolik di Mesir.

?




Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kesederhanaan Hasil Audiensi Dai NU di Vatikan

Saya berkenalan dengan beliau saat open house di KBRI Roma. Perkenalan semakin hangat, hingga akhirnya saya katakan ingin tahu acara audiensi. Ternyata salah satu yang bisa memberikan undangan audiensi itu adalah Romo Markus Solo. Akhirnya saya diberikan undangan khusus untuk tiga orang.

Peribahasa mengatakan �banyak jalan menuju Roma�. Namun, Ketua Nadwah Ukhuwah Roma (NUR), Yusral Thahir menambahkan banyak jalan di dalam Kota roma. Hehehe, karena memang di kota Roma, jalanan begitu padat, kecil-kecil, banyak gang, dan seperti berputar di situ-situ saja.

Yusral memang salah satu teman selain Asrarudin Salam yang menemani saya berangkat audiensi. Hari itu kami berangkat pukul 08.00 waktu Roma. Jadwal acara dimulai pukul 10.00 sampai 12.00.

?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sesampainya di Vatikan, Basilica telah dipenuhi lautan ? pengunjung. Pada acara audiensi ini Paus Fransiscus akan menyapa pengunjung yang berkumpul di depan Basilica dan memberikan lambaian tangan dengan mobil karnaval yang dijaga ketat oleh tentara dan pengamanan.

?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Paus akan berhenti sejenak ketika melihat ada anak kecil, lantas mencium dan mendoakannya. Riuh pengunjung yang hadir dari berbagai negara akan terdengar pada saat paus menggendong dan mengecup kening anak kecil tersebut. Audiensi dilakukan setiap hari Rabu. Untuk di musim panas, audiensi terakhir di bulan Juni, seperti pagi itu.

Bulan Juli dan Agustus, audiensi libur. Menurut Daniel, staff KBRI di Roma, beruntung sekali jika dapat bersalaman dengan Paus Fransiscus. Paus adalah pimpinan tertinggi di ? negara ? Takhta Suci Vatikan. Ibarat negara lain, seperti presiden.

Dalam audiensi juga dilakukan wisuda para oriental dari berbagai negara. Seperti dari Hong Kong, Polandia, Swis, bahkan salah satunya dari Indonesia.

?

Bagi umat Kristiani, terutama Katolik, berkunjung ke Vatikan merupakan sesuatu yang penting dan sangat diinginkan. Pilgrim, sebutan untuk para pengunjung yang datang ke Vatikan.

?

Sangat menyenangkan dan membuat saya salut, ketika melihat-lihat gereja Basilica di Vatikan. Bangunan dari ribuan tahun masih terjaga. Juga ketika masuk ke dalam Basilica, yang di dalamnya terdapat makam para paus terdahulu.

Saya merenungkan pelajaran yang bisa dipetik dari audiensi ini adalah kesederhanaan. Pada acara ini paus turun ke bawah, menyapa hangat, dan membaur bersama pengunjung sambil memberikan pesan-pesan kebaikan.

?

Sebagai Muslim, kita pun harus sederhana dan ramah. Kerena Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersikap rendah hati dan menyebarkan salam. Seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Muslim disebutkan, �Dengan salam dan sapa hangat, kita akan damai.�

Khumaini Rosadi, anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU 2016; Dai Ambassador Cordofa 2017, dengan penugasan ke Roma, Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.