Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Rembang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rembang, Jawa Tengah AKBP Sugiarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Sarang Rembang.?

�Kita sangat apresiasi (acara silaturahim tersebut),� katanya.?




Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Menurutnya, peran ulama dalam menjaga dan mengawal republik ini tidak diragukan lagi. Ia mengakui, dalam merebut kemerdekaan Indonesia, peran ulama tidak bisa diremehkan. �Nasionalisme dengan ulama itu tidak bisa dipisahkan,� jelasnya.

Di dalam mengamankan acara silaturahim tersebut, ia mengerahkan lima puluh dua personilnya. �Lima puluh dua,� jawabnya singkat.

Ia berharap, acara ini bisa meneguhkan kembali nasionalisme terhadap Indonesia karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang secara terang-terangan anti Pancasila dan anti NKRI.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang sudah terang-terangan menghina pemerintah dan anti Pancasila. �Mengkritik pemerintah boleh, kalau menghina nggak boleh dong. Kalau mengina harus kita lawan,� jelas Kiai Said.

Ia menilai, lambang negara kita seperti pemerintah, polisi, hakim dan lainnya tidak boleh dihina. �Tetapi kalau mereka salah harus kita kritik. Ada aturannya lah, ada akhlaknya� katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Kalau kita tidak mau menghormati presiden kita, terus kita mau percaya kepada pemerintah siapa,� paparnya.

Dalam acara silaturahim Alim Ulama Nusantara tersebut, hadir juga Bupati Rembang Moch. Salim. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Oetoesan Nahdlatoel Oelama

Majalah Oetoesan Nahdlatoel Oelama diterbitkan Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (PBNU), terbit sebulan sekali. Pada nomor pertama di tahun pertama terbit, majalah ini tidak menjancantumkan tahun dan bulan terbit.?

Pada tahun pertama, majalah ini terbit duabelas nomor. Di terbitan nomor pertama tahun kedua, majalah ini baru mencantumkan bulan dan tahun terbit, yakni bulan Rajab 1348. Dari keterangan ini, dapat diketahui terbitan pertama majalah ini dimulai pada bulan Rajab tahun 1347, bertepatan dengan bulan Januari 1928. Majalah ini beralamatkan jalan Bubutan Gang 1 Surabaya, Jawa Timur.




Oetoesan Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Oetoesan Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Oetoesan Nahdlatoel Oelama

Sebagaimana tertulis pada pengantar No 1 Tahun I, terbitan Oetoesan Nahdlatoel Oelama adalah usulan bahwa NU seyogyanya tidak hanya menerbitkan majalah Swara Nahdlatoel Oelama yang berhuruf Pego dan berbahasa Jawa, namun menerbitkan majalah berbahasa Melayu dan berhuruf latin. Dalam pengantar juga disebutkan bahwa majalah ini agar dibaca oleh kalangan Islam di luar masyarakat pesantren, bahkan kalangan di luar.?

Oetoesan Nahdlatoel Oelama yang disingkat ONO, tidak pernah mencantumkan susunan redaksi, sehingga tidak diketahui siapa pengurusnya. Kondisi seperti ini terjadi hingga tahun kedua. Namun, di dalam tulisan-tulisan sesekali muncul nama penulisnya, ada H Abdul Wahab, Nasihin Gresik, Sjamsu-Houda Djember, Mhd. Chatib K.Z.G dari Sabang, Matarie Surabaya, Boehanit Joedoleksono, dan Sumenep, Ningprang Vice President Nahdlatoel Oelama Sampang, dan lain-lain.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Edisi pertama majalah ini bersampul lambang NU, namun tulisan Nahlatul Ulama tidak menggunakan huruf Arab seperti yang kita lihat sekarang ini, melainkan huruf latin. Selain bergambar logo, sampul menyantumkan harga majalah dan terjemahan Surat Iqro ayat 1-5 yang bersumber dari tafsir Jalalain.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majalah ini berisi artikel-artikel yang mengulas bab-bab agama, mulai dari fiqih hingga tauhid, akhlak hingga keputasan, pengumuman atau seruan yang bersifat keorganisasian. Rubrik tanya jawab dan surat pembaca secara istikomah muncul dalam tiap edisi.?

Di edisi pertama muncul tulisan tentang Iman dan Islam, pengertian fiqih dan kaidah fiqih, serta memuat surat No. 2082 stertanggal 24 Dzulhijjah 1346 H yang dikirim kepada raja Hijaz, Najd, dan sekitarnya.

Sampul seperti ini juga dipakai pada edisi-edisi berikutnya, dengan perubahan kalimat kutipan. Majalah ONO menggunakan model halaman bersambung, edisi pertama hingga halaman 17, edisi berikutnya dimulai halaman ke-18. Jumlah halaman keseluruhan di tahun pertama hingga 202. Tidak ada keterangan hingga kapan majalah ini bertahan terbit.?

Koleksi yang dimiliki Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Perpustakaan Nasional, mengahabarkan bahwa majalah ini masih terbit hingga tahun 1349, tepatnya No. 8 Tahun II. Ada kemungkinan majalah ini masih terbit setelah edisi itu. Sebab, di beberapa artikel yang ditulis H Abdul Wahab tertera kalimat �masih bersamboeng�. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Santri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

Sukoharjo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukoharjo,, Jawa Tengah, melantik pengurus inti lembaga, lajnah dan badan otonom di Lingkungan NU Sukoharjo. Acara digelar sekaligus untuk dengaan harlah NU ke-85 dan haul KH. Abdurrahman wahid, di gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Sukoharjo, akhir pekan lalu.

Ketua PC NU Sukoharjo, H. Muhammad Nagib Sutarno dalam sambutannya menjelaskan, amanat konfrensi cabang (Konfercab) dan Musyawarah Kerja (Musker) PC NU Sukoharjo tahun 2010, seluruh lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sukoharjo segera melakukan reorganisasi.




PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sukoharjo Lantik Lembaga, Lajnah dan Banom

�Pengurus inti lembaga, lajnah dan Banom nantinya segera melakukan musyawarah dan koordinasi, untuk melengkapi kepengurusan dan menyusun program kerja. Keberhasilan PCNU ada juga di pundak lembaga dan banomnya. Maka kita harus aktif bekerja. Komunikasinya diperbaikin, jaringanya diperluas,� ujar Sutarno.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lembaga, Lajnah dan Banom yang dilantik itu antara lain LDNU, Maarif NU, RMI, LPNU, LPPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBHNU, Lesbumi, LWNU, LAZIZNU, LTMI, LPKNU, LFNU, PERGUNU, dan Jamiatul Qurro wal Hufadz.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Widjaya mendrong agar NU menguatkan nilai-nilai kemoderatatan sampai warga. Dalam kesempatan itu, dia menyatakan siap bantu NU Sukoharjo, baik secara materi maupun moral.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kelompok musik hadrah dari MWC NU Kartasura, ikut memeriahkan acara ini. Selain tampil dipanggung, mereka juga mengiringi kehadiran penceramah KH Mahyan dari Purwodadi, Jawa Tengah. Ribuan warga Nahdliyin Sukoharjo tumplek blek mendengarkan siraman rohani dari Kiyai nyentrik itu. Sekitar puluk 23.30, acara baru selesai. (ccp)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Santri, RMI NU Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Empat Cabang PMII Tolak Kehadiran SBY di Madura

Bangkalan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kunjungan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Pulau Madura, 4-6 Desember 2013, tak memperoleh dukungan penuh dari masyarakat. Empat Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menolak kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini.




Empat Cabang PMII Tolak Kehadiran SBY di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Cabang PMII Tolak Kehadiran SBY di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Cabang PMII Tolak Kehadiran SBY di Madura

Keempat PC PMII tersebut antara lain dari Kabupaten Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Mereka menyambut presiden dengan aksi demo gabungan yang dinilai hanya tebar pesona demi kepentingan politik menjelang pemilu 2014.

�Kami sepakat untuk menolak. Di antara pertimbangannya adalah kegagalan pembangunan Pulau Madura yang dilakukan pemerintahan SBY pasca-pembangunan (jembatan) Suramadu,� ujar Ketua PC PMII Bangkalan Helmi Fuad.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Helmi menuturkan, hari pertama kunjungan SBY ke Madura, Rabu (4/12), puluhan aktivis PMII dari empat kabupaten yang ada di Madura bergabung di Kota Sampang. Selain Sampang, presiden dijadwalkan aan berkunjung ke tiga kabupaten lain, yakni Sumenep, Pamekasan, dan Bangkalan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya PMII, aksi protes tersebut juga dilakukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bangkalan.

�Isu gagalnya pemerintahan SBY dalam menuntaskan konflik Syiah di Sampang menjadi topik utama yang akan kami suarakan,� ungkap Ketua GMNI, Syamsul Arifin. (Hairul Anam/Mahbib)

Penolakan tersebut berdasarkan kesepakatan bersama dari

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.