Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pelantikan di Hotel Mewah, Ansor-IPNU-IPPNU Dikritik

Tegal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Memprihatinkan. Mungkin kata-kata itu yang bisa di selipkan di sela-sela acara pelantikan bersama antara PC Ansor, PC IPNU-IPPNU kota Tegal dan 4 PAC Ansor yakni kecamatan Tegal barat, kecamatan Tegal timur, kecamatan Tegal selatan dan kecamatan Margadana.






Pelantikan di Hotel Mewah, Ansor-IPNU-IPPNU Dikritik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan di Hotel Mewah, Ansor-IPNU-IPPNU Dikritik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan di Hotel Mewah, Ansor-IPNU-IPPNU Dikritik

Di tengah kemeriahan acara pelantikan bersama karena dilakukan di hotel Riez Jl Gajah Mada, sebuah hotel yang cukup mewah di kota Tegal, terselip keprihatinan karena tidak jalanya organisasi dan banyaknya ranting serta PAC di kota Tegal yang berhenti baik dari Ansor ataupun IPNU-IPPNU walaupun ada pengurusnya.

�Saya merasa prihatin dengan banyaknya ranting IPNU-IPPNU yang tidak jalan. Dari 32 ranting yang ada, hanya 5 ranting yang jalan, yakni ranting Margadana, Tunon, Bandung, Debong tengah dan Debong kulon, sementara 27 ranting tidak jalan. Sedang dari 4 PAC yang ada, yang jalan hanya 2, yaitu kecamatan Margadana dan Tegal selatan. Mudah-mudahan dengan pelantikan ini IPNU-IPPNU kedepan bisa lebih baik lagi,� kata Erwin Riyadi, ketua PC IPNU kota Tegal, dalam wawancaranya dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah setelah berlangsungnya acara pelantikan, Ahad (21/11), di ruang lobi hotel Riez.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Oleh karenanya, lanjut Erwin, prioritas program IPNU-IPPNU kota Tegal kedepan adalah, menghidupkan kembali ranting dan PAC yang tidak jalan serta tidak meninggalkan belajar, berjuang, bertaqwa sebagaimana moto IPNU-IPPNU yang diimplementasikan dalam berbagai kegiatan, yang bersifat fisik agar sehat jasmani, seperti porseni antar pelajar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedang agar sehat ruhaninya akan diupayakan kegiatan-kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan para Salafu Shalih seperti Istigosah, doa bersama dan pengajian-pengajian dalam rangka menumbuhkan kesadaran beragama dikalangan pelajar dan pemuda.

�Kegiatan menumbuhkan kesadaran beragama dikalangan pelajar dan pemuda tetap perlu dilakukan, karena era globalisasi yang ditandai dengan derasnya arus informasi dan sangat mudahnya mengakses informasi serta layanan konten di internet baik yang bermanfaat ataupun sampah dengan sangat mudah kita dapatkan, maka benteng moral generasi sekarang lebih khusus pelajar harus diperkokoh, dengan cara mempertebal keimanan melalui pengajian-pengajian,� kata Erwin, yang hingga sekarang masih berstatus sebagai mahasiswa STAIBN Slawi.

Semantara kondisi Ansor di kota Tegal juga tak jauh berbeda. Dari 49 kelurahan yang ada di kota Tegal, terdapat 27 ranting Ansor. Dari 27 yang jalan hanya 3 ranting, yaitu Kalinyamat kulon, Margadana dan Kejambon. Sedang 24 ranting Ansor tidak jalan walaupun ada pengurusnya. 4 PAC yang adapun tidak efektif berjalan.

�Oleh karenanya, sama seperti IPNU, prioritas program PC Ansor kota Tegal kedepan adalah menghidupkan kembali Ansor yang tidak jalan serta konsolidasi ke dalam,� ungkap Hasan Mustofa Kamil kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di sela-sela acara pelantikan bersama.

Dalam sambutanya, ketua PW Ansor Jawa Tengah, Jabir Al Faruqi, mengajak kepada kader NU baik Ansor ataupun IPNU untuk menjadikan momen pelantikan, sebagai momen kebangkitan dalam Fastabiqul Khaerat.

�Kita bangga dengan sahabat-sahabat Ansor dan Banser di Magelang yang sigap dan tanggap dalam penanganan bencana akibat meletusnya gunung merapi. Sejak pertama meletus Ansor dan Banser ada di garda depan dalam penanganan pengungsi sehingga timbul istilah pengungsi yang turun dari gunung sebagai kaum Muhajirin. Sedang mereka yang menolong pengungsi adalah kaum Ansor,� katanya seperti menggambarkan peristiwa hijrah di zaman Nabi SAW.

Acara pelantikan bersama yang dirangkai dengan seminar nasional tentang pluralisme di Indonesia, menyedot perhatian para undangan. Hadir dalam kesempatan tersebut, PP IPNU-IPPNU, PP Ansor, PW IPNU-IPPNU, Ansor, PC NU kota Tegal, PC PMII kab Tegal, BEM STAIBN, MUI kota Tegal, ranting IPNU dan Ansor se kota Tegal. (fth)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Habib, Nahdlatul Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Rembang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rembang, Jawa Tengah AKBP Sugiarto memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara di Sarang Rembang.?

�Kita sangat apresiasi (acara silaturahim tersebut),� katanya.?




Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Rembang: Nasionalisme Ulama Tidak Diragukan

Menurutnya, peran ulama dalam menjaga dan mengawal republik ini tidak diragukan lagi. Ia mengakui, dalam merebut kemerdekaan Indonesia, peran ulama tidak bisa diremehkan. �Nasionalisme dengan ulama itu tidak bisa dipisahkan,� jelasnya.

Di dalam mengamankan acara silaturahim tersebut, ia mengerahkan lima puluh dua personilnya. �Lima puluh dua,� jawabnya singkat.

Ia berharap, acara ini bisa meneguhkan kembali nasionalisme terhadap Indonesia karena akhir-akhir ini banyak kelompok yang secara terang-terangan anti Pancasila dan anti NKRI.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang sudah terang-terangan menghina pemerintah dan anti Pancasila. �Mengkritik pemerintah boleh, kalau menghina nggak boleh dong. Kalau mengina harus kita lawan,� jelas Kiai Said.

Ia menilai, lambang negara kita seperti pemerintah, polisi, hakim dan lainnya tidak boleh dihina. �Tetapi kalau mereka salah harus kita kritik. Ada aturannya lah, ada akhlaknya� katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Kalau kita tidak mau menghormati presiden kita, terus kita mau percaya kepada pemerintah siapa,� paparnya.

Dalam acara silaturahim Alim Ulama Nusantara tersebut, hadir juga Bupati Rembang Moch. Salim. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 05 Februari 2018

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas.

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, �Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,� ujarnya.




Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Film-film bagus buatan dalam negeri malah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. �Film Sang Penari itu bagus. Tapi penontonnya tidak sampai seratus ribu orang. Balik modal saja sudah untung. Ketika diurut-urut, ternyata masalahnya kita tidak punya outlet. Film bagus tidak sampai kepada penontonnya,� paparnya.

�Kita tidak mau melepaskan sajak dari fungsi sosial dan komunikatifnya,� tegas Alex yang juga artis kondang ini, mengutip perkataan Asrul Sani dalam Surat-Surat Kepercayaan Asrul Sani.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Alex, hal tersebut karena bioskop-bioskop yang ada, hanya sekira 500 layar di seluruh Indonesia. Dan terkonsentrasi di beberapa kota besar. Tentu saja tidak cukup untuk penduduk 230 juta jiwa. Selain itu, karena bioskop itu milik perusahaan-perusahaan asing, mereka memilki kewanangan untuk memutar film sesuai kepentingan mereka.

Lebih lanjut, menurut Alex, NU harus menjadi pelaku perfilaman Indonesia, karena selama ini hanya jadi obyek pasarnya. Padahal film merupakan media yang paling efektif untuk membangun karakter bangsa, sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang baik mereka tonton.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Sholawat Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Siswa dan siswi TK dan RA perwakilan seluruh yayasan sekecamatan Krejengan kabupaten Probolinggo mengikuti lomba mewarnai yang diadakan GP Ansor Krejengan, Ahad (15/11) pagi. Dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan, para siswa yang terbagi menjadi dua kategori berdasarkan usia ini mencoba menuangkan imajinasi mereka melalui warna.




Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Krejengan Libatkan Anak RA Lomba Mewarnai

Kelompok kategori A untuk anak usia 4-5 tahun. Sementara kategori B untuk anak usia 6 tahun. Ketua GP Ansor Krejengan Ahmad Anshori mengatakan lomba mewarnai ini bertujuan untuk mengenalkan semangat tokoh-tokoh pahlawan sejak usia dini.

�Inilah usaha yang dilakukan oleh pemuda Ansor Krejengan dalam membantu suksesnya pendidikan kepada penerus bangsa. Karena banyak sekali orang saat ini tidak tahu bahkan tidak kenal dengan pahlawannya,� ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Anshori, lomba ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemuda Ansor Krejengan dalam rangka meningkatkan kreativitas anak yang akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dalam menghadapi masa depannya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Kegiatan lomba ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak didik baik secara mental maupun IQ serta jiwa keseniannya. Sehingga anak-anak mampu menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya,� jelasnya.

Anshori mengharapkan lomba mewarnai ini nantinya akan memunculkan para bibit-bibit muda yang mampu mengharumkan nama bangsa terutama di bidang kesenian. Lomba mewarnai ini sangat berguna bagi kreativitas anak.

�Mewarnai merupakan salah satu bagian dari dunia pendidikan anak sehingga butuh suatu perhatian, bukan saja dari orang tua tetapi juga dari semua pihak,� pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Duet Kiai Asy�ari-Abd Qodir Kembali Pimpin NU Bondowoso

Bondowoso, Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Konfererensi cabang (konfercab) ke-22 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berlangsung lancar. Melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau mufakat komite terbatas, Konfercab memutuskan pemimpin baru PCNU Bondowoso periode 2016-2021.

Forum yang diikuti utusan dari Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan Pengurus Ranting NU setempat ini memilih kembali KH Asyari Pasha sebagai rais syuriyah PCNU Bondowoso dan H Abd Qodir Syam sebagai ketua tanfidziyah PCNU Bondowoso.




Duet Kiai Asy�ari-Abd Qodir Kembali Pimpin NU Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Duet Kiai Asy�ari-Abd Qodir Kembali Pimpin NU Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Duet Kiai Asy�ari-Abd Qodir Kembali Pimpin NU Bondowoso

Pemilihan yang berlangsung di Pondok Pesantren Nurut Tholabah Dusun Bunder, Krajan, Desa Pancoran, RT 17 RW 03 Kecamatan Kota, Kabupaten Bondowoso, Ahad (17/1), ini melalui beberapa tahap, dari bakal calon, calon, hingga ketua atau rais.

Saat diminta kesediaannya menjadi memimpin PCNU Bondowoso, Kiai Asyari Pasha mengatakan menerima keputusan tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri dari KH Amin Said Husni, KH Imam Barmawi Burhan, KH Salwa Arifin, KH Imam Hasan Alhasani, dan KH Asyari Pasha.

�Beliau-beliau juga sepuh dan juga senior kami, dengan demikian kami menerima dengan harapan ke depan lebih baik," katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, agenda pemilihan ketua tanfidziyah yang digelar melalui pemungutan suara menempatkan Abd Qodir Syam pada urutan teratas meraup dukungan dari peserta Konfercab. Ia unggul dengan 122 suara, lebih banyak dari calon lain H Hasim Husnan (16 suara), H Mahfud Ali (1 suara), H Dhafir (1 suara), Gus Syef (2 suara). (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.