Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

GP Ansor Seakan Hadirkan Gus Dur di Mamuju

Mamuju Utara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah miniatur Indonesia. Di situ hidup berbagai pemeluk agama, etnis, bahasa, dan golongan. Karenanya perlu terus dibangun keharmonisan dalam bingkai toleransi agar kebhinnekaan terjaga sehingga kedamaian tetap ada di daerah dan negeri ini.




GP Ansor Seakan Hadirkan Gus Dur di Mamuju (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Seakan Hadirkan Gus Dur di Mamuju (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Seakan Hadirkan Gus Dur di Mamuju

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mamuju Utara Untung Alwi. Sebagai salah satu organisasi yang menjaga kerukunan tersebut, GP Ansor turut memasang spanduk "Selamat Natal dan Tahun Baru 2016� di depan beberapa gereja di Kabupaten Mamuju Utara.

Untung menambahkan, spanduk juga dipasang di beberapa titik strategis di Kabupaten Mamuju Utara seperti di Bundaran Smart Kota Pasangkayu, pertigaan Maradde Kecamatan Tikke, di Kecamatan Lariang, pertigaan Desa Kasano Kecamatan Baras, Tana Moni Kecamatan Sarudu, Desa Mulyosari, Kecamatan Bambalamotu, dan di Desa Martajaya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salah seorang tokoh umat Kristiani di Kota Pasangkayu, Yustinus, mengungkapkan perasaannya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia mengaku terharu atas upaya anak-anak muda NU di kabupaten tersebut.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Saya sangat bersyukur dan terharu atas upaya yang dilakukan oleh pemuda Ansor. Karena kehadiran pemuda Ansor di tempat kami seakan juga menghadirkan Gus Dur di tengah umat Kristiani di Mamuju Utara," ungkapnya. (Abdul Hakim Madda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Kupang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur? Jamal Ahmad mengungkapkan, tiga Pengurus Cabang NU (PCNU) terancam gagal mengikuti Muktamar Ke-33 NU pada Agustus mendatang lantaran masa kepengurusan yang kadaluarsa.




Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PCNU di NTT Terancam Gagal Ikut Muktamar

Sampai saat ini ketiga PCNU itu belum melakukan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai ajang pergantian pemimpin. Jamal mengingatkan, bila amanah organisasi untuk Konfercab belum terlaksana maka pihaknya tidak bisa mengikutsertakan mereka dalam perhelatan yang yang bakal digelar di Jombang, Jawa Timur itu.

Ia mengatakan, dari total 19 PCNU se-NTT, 16 di antaranya sudah melaksanakan Konfercab, sesuai data surat permohonan yang masuk di sekretriat PWNU NTT. PCNU yang belum masuk surat permohonan antara lain PCNU Sikka, PCNU Manggarai Barat, dan PCNU Ngada.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jamal mengimbau PCNU yang telah purna masa kepengurusan sesegera mungkin melakukan pemilihan rais dan ketua. �Jika tidak maka akan berdampak pada keikutsertakan dalam muktamar nanti. Kita akan berikan surat pemberitahuan ulang,� ujarnya.

Kepala Sekretariat PWNU Abdul Syukur SH membenarkan, hingga kini belum ada lagi surat permohanan yang masuk di sekretariat PWNU NTT. �Sejauh ini, belum ada surat masuk,� kata Syukur di Sekretariat PWNU NTT di Jalan W CH Oematan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (24/3). (Ajhar Jowe/Mahbib)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi�raj ? Nabi Muhammad ? shalallah �alaih wasallam ? untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat ? bulan haram, ketiganya secara berurutan ? adalah: Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, ? Rajab.?

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ? ini, Al-Qur�an menjelaskan:




Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

�Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.�

Hukum Puasa Rajab

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa�dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.?

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasai dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, �Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang."

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan ? berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : �Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan ? Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya� Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya�ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum ? di samping dzulqa�dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam ? Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu Dzulqa�dah, Dzulhijjah, Rajab dan ? Muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya�ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab� (Syarh Nawawi �ala Shahih Muslim).

Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:?

� Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdoa:�Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya�ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.� (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

� "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

� Riwayat al-Thabarani dari Said bin Rasyid: �Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana ? berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

� "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

� Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Syaban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."?

� Sabda Rasulullah SAW lagi : �Pada malam mi�raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: �Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?�Maka berkata Jibrilb a.s.: �Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini�.

(Yusuf Suharto)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Cerita, Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 06 Februari 2018

Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW

Konsentrasi terlebih lagi pada saat kritis adalah barang mahal yang tidak dijual di toko. Memang ada banyak sebab yang dapat memecah konsentrasi pikiran seseorang. Pelbagai ingatan justru hadir saat tidak dikehendaki. Pikiran-pikiran kadang melintas begitu saja memotong garis konsentrasi.

Kurangnya konsentrasi ini dapat membawa kerugian besar. Karenanya konsentrasi perlu dipelihara dengan baik.




Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Jaga Konsentrasi ala Rasulullah SAW

Imam Al-Ghazali dalam Minhajul �Abidin ila Jannati Rabbil �Alamin menyinggung sebuah doa di dalam Al-Quran yang Allah SWT perintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar pikiran-pikiran yang tidak dikehendaki tersingkir. Doanya sebagai berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, �Waqur rabbi a��dzubika min hamaz�tis syay�t�n wa a��dzubika rabbi ay yahdlur�n (Katakanlah [hai Muhammad], �Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari gangguan setan. Aku juga berlindung kepada-Mu dari kepungan mereka,�� QS Al-Mukminun ayat 97-98).

Kalau makhluk-Nya yang paling mulia, paling berilmu, dan paling diperhatikan diperintahkan untuk berlindung kepada Allah, apalagi kita sebagai manusia biasa. Kita lebih layak mengamalkan doa ini. Demikian keterangan Imam Al-Ghazali dalam Minhajul �Abidin.

Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes, Kediri dalam karyanya Sirajut Thalibin ala Minhajil �Abidin menguraikan lebih lanjut pernyataan Imam Al-Ghazali itu sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, ��Aku berlindung kepada-Mu ketika setan-setan itu dari segala arah menghampiriku di waktu-waktuku.� Terlebih lagi saat sembahyang, membaca Al-Quran, dan saat ajal mendekat. Karena tiga kondisi ini lebih layak lagi sebagai waktu paling kritis untuk berlindung kepada Allah. Demikian disebutkan Imam Al-Baidlawi.�

Di waktu-waktu tertentu, kita membutuhkan konsentrasi penuh. Tetapi kepingan pikiran-pikiran yang dibawa setan saat sembahyang, membaca Al-Quran, dan ajal mendekat perlu disingkirkan dengan harapan perlindungan dari Allah SWT agar kita selamat melewati tiga kondisi dan juga saat-saat lainnya dengan sejahtera. Wallahu a�lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda III. Kali ini acara wisuda digelar di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

�Wisuda bukan berarti proses belajar itu berhenti, ini langkah awal dalam mempertanggungjawabkan keilmuan kita sebagai seorang sarjana di masyarakat,� ujar Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH dalam sambutannya di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Rabu (7/5).

Sebuah lembaga pendidikan, kata Mujib menyitir Pakar Pendidikan NU, Prof Dr KH M Tolhah Hasan, mengalami tiga transformasi, yang pertama adalah tahap bertahan, kedua yaitu tahap berkembang, dan yang ketiga ialah tahap bersaing. STAINU Jakarta, lanjut Mujib, telah melalui ketiga tahap tersebut dengan baik.




STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Wisuda III (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Wisuda III

Sementara itu, H Abdul Wahid Hasyim, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta menuturkan bahwa STAINU Jakarta telah berkontribusi nyata untuk masyarakat dalam mencetak lulusan-lulusannya. �Oleh karena itu, STAINU Jakarta harus terus membangun sumber daya yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing,� ujarnya.

Untuk dapat melakukan itu, lanjut Hasyim, STAINU Jakarta juga harus senantiasa meningkatkan kualitas Dosen-dosennya, sebab merekalah pencetak lulusan berkualitas. �Untuk wisudawan dan wisudawati, masyarakat menunggu kiprah kalian, selamat bekerja,� pungkas Hasyim.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Menteri Perumahan Rakyat RI H Djan Faridz dalam kertas sambutan yang dibawakan oleh asistennya Dr Muhammad Dimyati mengingatkan, dalam tahap bersaing ini, STAINU Jakarta dapat menerapkan strategi yang disebut Diamond In Diamond Out (DIDO) yaitu masuknya emas, keluarnya harus berlian. �Artinya, STAINU Jakarta harus membangun dan memperkuat,� ungkapnya.

Pada wisuda kali ini, STAINU Jakarta telah meluluskan sebanyak 222 wisudawan dan wisudawati. Wisuda kali ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU H Marsudi Suhud, Pengasuh Pondok Pesantren Asshidiqiyah Dr KH Nur Muhammas Iskandar SQ, Anggota DPR RI yang juga Dosen STAINU Jakarta, H Djazilul Fawaid, serta orasi ilmiah oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kemendikbud RI Prof Ir H Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Fathoni/Mahbib)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, IMNU, Lomba Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.