Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Peringati Harkitnas, KMNU IPB Gelar Orasi Kepemudaan

Bogor, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) siap menggelar orasi kepemudaan pada Ahad (03/6), di Auditorium Sumardi Sastrakusumah, Fakultas Perikanan, IPB Dramaga.




Peringati Harkitnas, KMNU IPB Gelar Orasi Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harkitnas, KMNU IPB Gelar Orasi Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harkitnas, KMNU IPB Gelar Orasi Kepemudaan

Sejumlah tokoh yang didaulat untuk memberikan orasi pada acara yang bertema �Melalui Keberagaman Budaya Indonesia, Bangkitan Semangat Nasionalisme Pemuda sebagai Pondasi Berbangsa� tersebut adalah Mahfud MD (Ketua Mahkamah Konstitusi) Ali Masykur Musa (Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama), dan Yudi Latif (Pengamat politik, Direktur Reform Institute).

Menurut Ketua KMNU IPB M. Zimamul Adli, selain orasi, acara dilanjutkan dengan kontemplasi budaya. Kontemplasi akan menghadirkan penyair berjuluk Celurit Emas, D Zawawi Imron, dan Ketua Lesbumi NU, Sasto Al-Ngatawi. Juga menampilkan pentas seni dengan menampilkan hadroh KMNU IPB dan pementasan teater Kandang dan tari Saman.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Kegiatan ini dikemas ke dalam tiga topik acara, yaitu orasi kepemudaan; bertujuan untuk membangkitkan semangat generasi muda ikut berperan dalam pembangunan nasional. Kontemplasi budaya bangsa; bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap negeri. Pentas seni; memberikan pesan moril berupa kebangsaan, keagamaan, dan kebudayaan,� jelas Zimam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Melalui kegiatan ini, sambung Zimam, diharapkan para peserta dapat meningkatkan semangat generasi muda untuk berperan dalam pembangunan nasional melalui momentum kebangkitan nasional.

�Selain itu, menumbuhkan jiwa nasionalis dan religius pada generasi muda bangsa, dan menyadarkan pemuda akan kekayaan potensi alam & budaya Indonesia. Selain itu para panitia kegiatan dapat memiliki rasa kekeluargaan yang semakin erat,� pungkasnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Penulis : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini

Kota Tangerang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang terbentuk perdana. Seluruh pengurus baru yang diketuai KH Dedi Mahfudin ini bakal dilantik di aula Gedung MUI Kota Tangerang, Selasa (19/4), mulai pukul 19.30 WIB.




Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini

Ketua Panitia Pelantikan Pengurus ISNU Kota Tangerang, A. Saifudin Z mengatakan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir diagendakan menghadiri acara bersama Ketua Pimpinan Pusat ISNU KH Ali Masykur Musa, Walikota Tangerang Arief Wismansyah, dan sejumlah pejabat lainnya.

Prosesi pelantikan akan dipimpin oleh PW ISNU Banten. "Beliau memastikan akan hadir, kita doakan tidak ada halangan," ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait persiapan acara, Saifudin yang juga kepala UPT Rusunawa Kota Tangerang mengaku sejauh ini tidak ada kendala. "Walau waktu persiapan pelaksanaan pelantikan relatif singkat , tapi alhamdulillah menjelang hari H sepertinya persiapan sudah mencapai 90 persen," imbuhnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, hal tersebut tidak lepas dari partisifasi aktif dan kepedulian calon pengurus ISNU, terutama yang masuk di jajaran kepanitiaan. "Pun peranan ketua ISNU sangat luar biasa ditengah kesibukannya sebagai (kepala) Kemenag Kota Tangerang, beliau terus men-support baik tenaga, pemikiran dan materi, sehingga terus melakukan kordinasi ke tim panitia," paparnya.

Saifudin berharap, momentum pelantikan pengurus ISNU Kota Tangerang menjadi energi baru dalam meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya pada konteks pembangunan masyarakat kota tangerang.

"Kita berharap pelantikan ini akan memberikan motivasi bagi pengurus untuk membawa ISNU sesuai motonya yakni, dari kontemplasi menuju aksi, menyapa semua, merangkul umat, menanam untuk bangsa," tandasnya.

Ketua PC ISNU Kota Tangerang KH. Dedi Mahfudin mengatakan, ISNU adalah sebuah organisasi yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. "ISNU Kota Tangerang terbentuk karena izin Allah dan restu para kiai dan juga PCNU Kota Tangerang," katanya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang tersebut berharap, acara pelantikan berjalan lancar dan akan membawa kebaikan bagi masyarakat Kota Tangerang. Apalagi, kata dia, pengurus ISNU merupakan para intelektual dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

"Setelah dilantik nanti kita akan segera menggelar rapat pengurus untuk menentukan program kerja minimal dalam lima tahun ke depan," pungkasnya. (Atho/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Puluhan MTs dari Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat mengikuti Porseni dan Olimpiade #3 Mapel PAI dan Bahasa Arab Fokus MTs PSA Aidep berlangsung di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Selasa-Rabu (15-16/12). Mereka akan memperebutkan juara dari perlombaan PAI, Bahasa Arab, Tenis Meja, Bola Voli dan Futsal.




Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan MTs Ikuti Porseni dan Olimpiade Tingkat Nasional

Puluhan MTs hadir mewakili kabupaten Jepara, Brebes, Banyumas, Cilacap, Semarang, Kabupaten Semarang, Grobogan, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, Solo, Pati, Blora, Cianjur, Tasikmalaya, Garut, Lamongan,Tuban dan Bangkalan.

Miftahuddin yang mewakili Jepara mengatakan, Forum Komunikasi (Fokus) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pesantren Satu Atap (PSA) Aidep Indonesia merupakan komunitas yang berjalan sudah 9 tahun. Ia berharap komunitas itu semakin berkualitas.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Fokus MTs PSA Aidep Indonesia Saifur Rohman menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memelihara kerja sama Indonesia dengan Australia. "Ada 504 MTs dari 9 Provinsi yang memperoleh bantuan. Saat ini kita bisa melihat kemajuan secara fisik maupun kualitas pendidikannya," ungkap Saifur.

Wujud dari kerja sama yang harmonis itu diharapkan mengantar generasi MTs menuju kesalehan dan berkarakter. Kegiatan yang dilaksanakan saban 3 tahun sekali itu merupakan ajang silaturahmi madrasah penerima bantuan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kasi Sarana Prasarana MA Kemenag RI Ruchman Bashori dalam sambutannya menyampaikan, menurut penelitian Mikency Institut tahun 2030 Indonesia memperoleh bonus demografi penduduk yang lebih banyak. Hal itu menurut Ruchman menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

"Sehingga anak-anak yang lahir hari ini 20 tahun mendatang ialah yang akan memimpin bangsa," lanjut mantan Kasi Sarpras Kopontren Kemenag RI.

Ia menegaskan, keberadaan madrasah tidak boleh diremehkan. Madrasah harus sejajar dengan sekolah. Seiring dengan olimpiade madrasah kualitas pendidikan berbasis agama itu semakin baik.

"Madrasah lebih baik. Lebih baik madrasah," begitu semboyan di pengujung sambutannya.

Hadir dalam pembukaan kegiatan Kepala Kemenag Jepara Muhdi, Kepala Dinas Pendidikan Jepara Khusairi dan Kasi Kopontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah Muhtasit. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Internasional, News Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Kesadaran Bercocok Tanam ala Pelajar NU Purworejo

Purworejo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Terinspirasi lagu Iwan Fals, Sofyan Rizali Zain mengajak rekan-rekannya untuk memanfaatkan pekarangan rumah kontrakan yang juga merupakan kantor Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Lahan pekarangan samping rumah hijau yang berada di jalan sibak nomer 18 Pangen Jurutengah Purworejo itu tak lagi penuh dengan sampah. Pekarangan tersebut kini bersih bahkan hijau karena telah ditanami tanaman cabe rawit setan dengan menggunakan kantong plastik (polybag) dan adapula yang langsung ditanam ditanah.




Kesadaran Bercocok Tanam ala Pelajar NU Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Bercocok Tanam ala Pelajar NU Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Bercocok Tanam ala Pelajar NU Purworejo

Sofyan yang juga merupakan Ketua PC IPNU Kabupaten Purworejo mengatakan, sedikitnya ada 12 anak yang tinggal dikantornya. Mayoritas adalah mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Purworejo.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Disela-sela kesibukan kuliah dan beraktifitas di organisasi saya mengajak mereka untuk mengolah lingkungan sekitar dengan belajar menanam cabe. Kedepan rencananya akan ditambah beberapa jenis sayur-sayuran yang lain seperti terong dan tomat,� terang fans berat Iwan Fals tersebut Rabu pekan lalu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sofyan menambahkan, ide mengolah pekarangan tersebut sebenarnya datang dengan tiba-tiba yaitu saat mendengarkan lagu Iwan Fals yang berjudul �Tanam-tanam Siram-siram� dan �Pohon Kehidupan�. Setelah mendengarkan lagu tersebut kemudian ia tergugah dan mulai mengajak teman-temannya untuk berdiskusi tentang pemanfaatan lahan dilingkungan.

�Dari diskusi itulah kemudian tercetus ide untuk menanam cabe sebagai percobaan. Apalagi informasi dari berbagai media bahwa dunia saat ini mulai mengalami krisis biji-bijian. Jadi mau tidak mau, walaupun sedikit pekarangan harus tetap diolah,� ucapnya.

Setelah semua sepakat, kemudian ia meminta salah satu rekan yang kebetulan juga memiliki pengalaman menanam cabe dan berhasil di daerahnya. Karena selain untuk mengisi waktu luang penghuni kontrakan, Sofyan berharap pekarangan hijau garapannya menjadi laboratorium bercocok tanam bagi rekan-rekannya.

�Kita niati untuk belajar, siapa tahu setelah kuliah selesai, pengalaman menanam cabe dengan teknik yang benar menjadi pelajaran mereka untuk ditekuni di daerahnya masing-masing,� tandasnya.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, kegiatan menghijaukan pekarangan ini akan terus dikampanyekan kepada kader-kader, saudara dan teman-temannya. Ia membayangkan jika setiap pekarangan rumah ditanami sayur-sayuran paling tidak akan terjadi penghematan yang luar biasa.

�Terus terang saya prihatin dengan perilaku pola hidup masyarakat yang cukup boros. Kalau bisa menanam, ngapain harus beli. Seandainya mereka mau menanam tiga polybag cabe, kenaikan harga cabe yang terjadi beberapa waktu yang lalu tidak akan meresahkan masyarakat,� tandasnya.

Sementara itu, Asrul Hadi (25) warga Hardimulyo Kecamatan Kaligesing, seorang petani cabe yang menjadi tutor penanaman cabe tersebut mengatakan, langkah yang ditempuh oleh mahasiswa yang berupaya menghijaukan pekarangannya tersebut sangat positif.

�Meski mereka belum berpikir tentang hasil secara ekonomi, karena lahannya yang terbatas namun seandainya ditekuni saya yakin akan menjadi penghasilan sampingan bagi mereka.�katanya.

Asrul mengaku untuk sementara kendala yang dihadapi adalah sempitnya lahan. Selain itu, mencari tanah yang subur untuk mengisi polybag juga agak sulit karene kebetulan berada di wlayah perkotaan.

�Berbeda dengan menanam di desa yang bisa minta kepada tetangga. Kalau disini semuanya harus membeli, sehingga kos produksinya menjadi tinggi,�ucapnya. (Lukman Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Internasional, Ahlussunnah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.