Tampilkan postingan dengan label Banserhebat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banserhebat. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2018

SANG PEJUANG KERUKUNAN UMAT BERAGAMA


 4 Fakta Anggota Banser Riyanto Tewas karena Mendekap Bom di Gereja Mojokerto.

ansorboyolali. Hingga berita ini ditulis, pelaksanaan ibadah Natal di tanah air relatif berjalan lancar tanpa adanya gangguan.

Lancarnya pelaksanaan ibadah Natal tentu tak lepas dari peran aparat keamanan yang mengamankan ibadah Natal.

Pengamanan tidak hanya dilakukan oleh Polri, tetapi juga oleh elemen lain yang ikut mengamankan Natal seperti Banser Nahdlatul Ulama (NU).

Berbicara tentang peran Banser dalam pengamanan Natal, sebagian masyarakat mungkin akan ingat dengan jasa salah seorang anggota Banser NU Mojokerto bernama Riyanto.

Riyanto meninggal pada 24 Desember 2000 lalu saat mengamankan ibadah Natal.

Kisah Riyanto kembali dikenang dan diceritakan oleh akun GP Ansor Jawa Timur.

Seperti apa fakta-fakta dan cerita tentang Riyanto?
Berikut ini rangkumannya:

1. Meninggal karena mendekap bom

Pada 24 Desember 2000, Riyanto bersama petugas pengamanan gereja dan polsek menemukan bungkusan mencurigakan di dalam gereja Eben Haezar, Mojokerto.

Riyanto memberanikan diri membuka bungkusan tersebut dan ternyata bungkusan itu adalah bom.

Tiba-tiba terlihat percikan api dari dalam bungkusan.

Riyanto dengan sigap berteriak: Tiarap!

Riyanto berusaha membuang bom keluar dari gereja agar tidak meledak di dalam gereja yang saat itu penuh jemaat Natal.

Bom dilempar keluar oleh Riyanton ke tempat sampah tapi terpental.

Riyanto ini dengan cepat mengambil kembali bom itu untuk dibuang lebih jauh lagi dari gereja.

Namun, bom keburu meledak dan meledak di pelukan pemuda NU berusia 25 tahun ini.

Anggota Banser NU ini meninggal dunia di tempat dengan kondisi jari-jari dan wajah yang menyedihkan.

Riyanto meninggal lantaran mendekap bom yang ia bawa keluar dari gereja.

"4. Sahabat Riyanto adalah seorang yg pemberani (berjiwa patriotik), walaupun tahu bahwa bom adalah benda berbahaya,

tanpa ragu diambilnya, didekap dan dibawa lari keluar Gereja, walaupun pada akhirnya "Blaaarrr" bom itu meledak

dan sahabatku Riyanto mengorbankan dirinya,"

2. Namanya dijadikan sebagai nama jalan di Kota Mojokerto

Untuk mengenang jasa Riyanto, namanya dibuat sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Bahkan pemerintah Kota Mojokerto juga membangun gapura megah di Jalan Riyanto.

3. Haul kematiannya dihadiri Gus Dur

Dalam peringatan 5 tahun meninggalnya Riyanto di Mojokerto, Gus Dur hadir untuk mendoakan dan mengenang almarhum Riyanto.

Tidak hanya Gus Dur, haul itu juga dihadiri penyanyi kenamaan Franky Sahilatua.

4. Diberi gelar Pejuang Kerukunan Umat Beragama

Setahun lalu, Ketua Umum PP GP Ansor memberi gelar Pejuang Kerukunan Umat Beragama' untuk sahabat Riyanto.

Rabu, 19 Desember 2018

RECRUIETMEN DIKLATSAR BANSER BOYOLALI



Masalah sumber daya insani senantiasa memperoleh perhatian yang serius di lingkungan organisasi Gerakan PemudaAnsor pada setiap periode kepengurusan di semua tingkatan.   Oleh karena itu upaya peningkatan sumber daya insani pada hakekatnya merupakan upaya yang tidak akan pernah berhenti dan senantiasa memerlukan adanya berbagai inovasi sehingga Gerakan Pemuda Ansor dapat terus melakukan peran secara optimal bagi kepentingan warga, bangsa dan negara.

Barisan Ansor Serba Guna selanjutnya disingkat BANSER merupakan tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengamanan program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor.  Kader yang dimaksud tersebut adalah anggota Gerakan Pemuda Ansor yang memiliki kualifikasi disiplin dan dedikasi tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius sebagai benteng Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga dapat mewujudkan cita-cita baldatun thoyyibatun wa rabbul ghofur.


Apel persiapan sebelum menjalankan tugas pengamanan
Satkorcab Banser Kab. Boyolali
Banser merupakan organisasi semi otonom dari Gerakan Pemuda Ansor, dalam artian bahwa Banser tidak lepas sama sekali dari Gerakan Pemuda Ansor dan secara struktural senantiasa berada di bawah koordinasi efektif Ketua Umum di tingkat pusat dan pimpinan pada masing-masing tingkat di bawahnya, sehingga terdapat pola hubungan instruktif, koordinatif dan konsultatif baik secara vertikal maupun horizontal di seluruh jaringan koordinasi melalui Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkatan.

Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) adalah model pelatihan yang dirancang secara intensif untuk memperkenalkan BANSER kepada setiap anggota/kader dalam rangka membentuk sikap mental  dasar (karakter) militandalam bidang bela-negara dan dakwah Islamiyyah. ( Khafidz S.N)


Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.