Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru hijriyah 1438, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Cabang Jepara menggelar Festival Hadrah se-kabupaten Jepara yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (29/9/16) mendatang.?




Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari

Adapun lagu wajib yang dibawakan ialah ialah Shalawat Asnawiyah (shalawat kebangsaan) karya KH R. Asnawi Kudus. Dipilihnya shalawat Asnawiyah sebagai lagu wajib menurut sekretaris panitia, M. Miqdad Sya�roni karena berharap wasilah shalawat dan memuji kepada rasulullah.?

�Sehingga negeri dan seluruh rakyat Indonesia selalu diberi rasa aman dan diberkahi,� katanya saat dihubungi via seluler, Kamis (08/09/16) pagi.?

Untuk persyaratan lomba; peserta dan grup hadrah di wilayah kabupaten Jepara, peserta hanya dibatasi 25 grup, setiap grup terdiri dari 15 personil dan 2 pendamping, peserta adalah delegasi dari sekolah, pesantren, mushola/ masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan, melampirkan piagam lomba yang pernah diikuti, melampirkan surat delegasi dengan bukti distempel, bersedia menaati peraturan dan keputusan dewan juri.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendaftaran dibuka 05-17 September 2016 hari Senin-Jum�at jam 10.00-15.00 wib di gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51. Lomba ini memperebutkan tropi Bupati Jepara dengan total hadiah 10 juta rupiah.?

Mewakili M. Ulil Albab selaku ketua panitia, Miqdad menambahkan kegiatan betujuan untuk memupuk mahabbah kepada Rasulullah dan membumikan shalawat di Jepara. Juga untuk menggelorakan semangat dalam menyambut tahun baru 1438 H.?

�Kami berharap melalui shalawat kabupaten Jepara selalu gemah ripah loh jinawi diberi ketentraman, kondusif serta aman sejahtera umat, pejabat, umara, ulama serta masyarakatnya,� harapnya sebagaimana pesan sms yang dikirim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, AlaNu, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

Banyuwangi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 192 orang mengikuti Festival Rujak Soto, Sabtu (20/9) siang. Peserta yang terdiri atas pelbagai profesi dengan bangga menjajakan makanan yang memadukan bumbu rujak dan soto ini di ruang terbuka hijau sepanjang jalan Taman Blambangan, Banyuwangi.




Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

"Jangan malu foto selfie sambil makan rujak soto. Selfie jangan hanya pas makan burger," imbau Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mencintai makanan lokal.

Festival Rujak Soto ini, kata Anas, adalah upaya daerah mengembangkan ekonomi pelaku usaha kuliner lokal. Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan rujak soto akan meningkat. Penjual tahu bagaimana cara penyajian yang menarik banyak orang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anas ingin makanan lokal bisa semakin mendapat tempat di masyarakat, seperti juga buah lokal yang terus dipromosikannya. "Makan rujak soto sama kerennya dengan makan burger," kata Anas.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi Alief Rahman menambahkan, poin utama dalam penilaian di festival ini adalah cara mengulek juga mengolah bumbu.

"Kami ingin mempromosikan rujak soto sebagai kekayaan kuliner lokal," ujar Alief.

Rujak Soto Banyuwangi adalah makanan yang disajikan dalam mangkuk. Isinya rujak sayur yang disiram kuah soto babat. Dihiasi dengan kerupuk emping melinjo dan kerupuk udang yang cukup unik. Rasanya cukup unik karena menghasilkan campuran antara soto dan rujak. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Pertandingan, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah

Semarang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para pengurus takmir masjid perlu menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam menjalakan amanah mengelola rumah ibadah di lingkungannya masing-masing.

Perlu dipahami sungguh-sungguh, yang diurus Takmir adalah rumah Allah (Baitullah), bukan sembarang bangunan. Karena itu takmir masjid harus selalu ingat pada Gusti Allah dan selalu hanya berharap ridho-Nya.




Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah

Jika ikhlas dan menjaga baik amanah, tidak mungkin Allah Yang Maha Kuasa membiarkan mereka. Pasti Allah Ta�ala akan mencukupi dan memberi berkah pada kehidupan para takmir masjid.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Ketua II Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) Prof Dr H Ali Mansyur menyampaikan hal itu saat memandu musyawarah para pengurus takmir masjid se-Kota Semarang dalam acara Silaturahim Takmir Masjdi se-Kota Semarang yang digelar Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) di Hotel Pandanaran Semarang, baru-baru ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah



�Marilah kita satukan langkah, satukan hati dan pikiran. Yang kita urus adalah Rumah Allah. Pasti Gusti Allah tidak diam terhadap kita. Hidup kita pasti mendapat kemudahan dan keberkahan. Semoga,� ujar Ali Mansyur disahuti amiin hadirin.

Dalam forum tersebut, para pengurus takmir masjid menyampaikan berbagai persoalan maupun gagasan. Ada yang mengeluhkan sulitnya berdakwah di lokasi yang berdekatan dengan tempat ibadah agama lain. Sebab tempat ibadah agama lain tersebut juga �berdakwah� dengan menyebar bahan makanan kepada penduduk yang beragama Islam.

Ada pula yang melapor beratnya menjaga masjid dari intervensi politik. Sudah menjadi rahasia umum, ada partai politik yang sangat getol berusaha menguasai masjid dengan berbagai cara. Diantara yang populer adalah dengan mempengaruhi pengurus takmir menjadi anggota parpol tersebut lalu membuka kegiatan pengajian atau semacamnya yang isi dan temanya soal politik yang dibungkus jargon agama.

Peserta silaturahim juga ada menyampaikan repotnya menghadapi perbedaan pendapat soal fiqhiyah. Ada golongan yang selalu memaksakan pedomannya dipakai dan menyalahkan atau melarang amalan selain mereka di masjid. Perdebatan soal tata cara sholat Jum�at, sholat tarawih dan pemilihan khotib Jum�at adalah yang paling sering mengemuka dan jadi laten sifatnya.

Keprihatinan juga disampaikan soal pengaruh ideologi radikal yang menyebar ke kalangan anak-anak muda melalui masjid di kampus maupun masjid di kampung. Atas hal itu para peserta diajak untuk menyikapinya secara bijaksana, sambil terus diupayakan mencari jalan keluar terbaik dalam koridor agama.

Perlu Manajemen Bagus

Sohibul bait yang tak lain pemilik Hotel Pandanaran H Imam Syafii berkata, selaku takmir masjid harus punya sistem kerja yang bagus. Masjid menurutnya harus punya manajemen yang baik. Bahkan dia usul ada kursus manajemen masjid bagi pengurus takmir.

�Saya usul ada kursus manajemen masjid. Persoalan manejemen ini saya kira perlu dapat perhatian. Karena salah satu masalah kita ya soal itu,� tutur penasehat di berbagai organisasi keislaman ini.

Sementara itu, Ketua BP MAJT H Ali Mufiz menyatakan, masjid adalah pusat ibadah, ilmu pengetahuan dan ekonomi. Ia sangat mendukung manajemen masjid harus dikuasai setiap pengurus takmir. Poin yang harus digarap menurutnya, adalah database jamaah, standar khotib dan penceramah, organisasi remaja masjid, majlis taklim atau unit pendidikan pendukung, dan sumber kemandirian ekonomi bagi masjid.

�Minggu lalu keluarga besar MAJT dan para kiai bermusyawarah. Kami menyepakati bahwa masjid adalah pusat ibadah, pendidikan dan ekonomi. Ini tentu butuh manajemen yang baik,� terangnya.

Lebih lanjut mantan gubernur Jateng ini mengatakan, dari 972 masjid yang ada di Kota Semarang, baru sedikit yang makmur. MAJT sendiri yang terbesar di Semarang dan Jawa Tengah, kata dia, masih sedikit jumlah jamaah sholatnya. Meskipun kegiatan taklimnya sudah bsnyak dan lengkap fasilitas penunjangnya; ada hotel, pertokoan, pasar UKM, perpustakaan, ruang pertemuan, lapangan olah raga, tapi belum punya madrasah atau ma�had (pondok pesantren). Sehinggga belum makmur seperti diharapkan.

Karena itulah dia mendukung gagasan Kiai Haris Sodaqoh dan ulama lain untuk meminta Kementrian Agama segera mendukung berdirinya Ma�had �Aly di kompleks MAJT.

�Kebanyakan masjid di Semarang belum makmur sesuai harapan kita. MAJT sendiri belum ramai jamaahnya. Maka mari kita pupuk terus silaturahim ini agar saling membantu memakmurkan,� kata tokoh NU ini.

Walikota Semarang Soemarmo HS dalam sambutannya juga menyampaikan perlunya manajemen masjid yang bagus. Soal kebersihan masjid juga ia singgung.

Dia katakan, banyak masjid yang masih belum bersih dan belum punya fasilitas kebersihan memadai. Hal itu menurutnya patut diperhatikan. Sebab masjid harus bisa menjadi tempat mendidik generasi bangsa.

�Saya mengapresiasi kegiatan ini. Forum ini sangat bagus untuk syiar Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Memang setiap masjid harus bersih dan punya manajemen yang bagus. Pemerintah juga mendorong hal itu,� tuturnya menyahuti sambutan tuan rumah.

Lebih lanjut Walikota menerangkan, Pemkot Semarang menyediakan anggaran dari APBD untuk pengembangan pendidikan agama dan sarana fisik tempat ibadah.

Ia mempersilakan para pengurus takmir masjid untuk mengajukan permohonan untuk pendirian Taman Pendidikan Al-Quran, renovasi masjid maupun lainnya.

�Ada dana APBD untuk pengembangan pendidikan agama dan pembangunan fisik tempat ibadah. Silakan mengajukan untuk kami layani,� ujarnya.

Sepakati Waktu Adzan

Dalam musyawarah yang Prof Dr Ali Mansyur, para hadirin menyepakati tiga hal penting. Yaitu penyamaan waktu adzan melalui siaran Radio Dakwah Islam (DAIS) FM 107,9 Mhz milik MAJT, pelatihan pengelolaan masjid, dan pendirian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang dalam waktu dekat.

Hal-hal lain yang direkomendasikan adalah pembentukan organisasi remaja masjid, biro konsultasi, kerjasama antar masjid, penyingkiran masalah khilafiyah pedoman etika, publikasi, dan sertifikasi tanah masjid.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ichwan



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Perempuan berusia 79 tahun turun dari sedan hitam bernomor polisi B 610 TA di halaman kampus Institut Kesenian Jakarta, IKJ, Jumat akhir pekan lalu. Perempuan itu kemudian dikerubuti anak-anak muda berambut gondrong, berkaos oblong. Mereka mencium tangannya, sebagaimana santri kepada kiai di pesantren.




Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Perempuan bernama Tatiek maliyati itu lahir di Surabaya, 10 November 1934. Di usia senjanya, meski ia harus bertongkat, masih tetap mengajar seni peran dan penulisan naskah drama di Institut Kesenian Jakarta sejak tahun 1970 sampai dengan sekarang. �Saya dosen paling tua di sini,� katanya.

Selain mengajar ia memberikan kursus-kursus seni peran, antara lain di Yayasan Artis Film Indonesia sejak tahun 1970-1980. Ia mengisi acara Bina Drama di TVRI tahun 1979 sampai dengan tahun 1990. Tahun 1995 sampai dengan 1999 ia menjadi anggota Lembaga Sensor Film (LSF). Kemudian tahun 1999-2002 ia menjadi ketua merangkap anggota lembaga tersebut.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aktif di dunia perfilam ia tekuni hampir di sepanjang usianya. Tak heran, ia memperolah banyak penghargaan di bidang itu. Beberapa penghargaan telah diterimanya, yaitu Festival Film Indonesia, 1982 sebagai unggulan Penulis Skenario Terbaik dalam film Jangan Ambil Nyawaku. Piagam Penghagaan Direktorat Televisi, 19990 sebagai Penulis Skenario atas karya serial Dokter Sartika yang ditayangkan TVRI siaran tahun 1989-1990.

�Karena NU mempunya niat baik, maka saya berniat baik pula untuk menerimanya,� katanya ketika dia diberi tahu mendapat anugerah Hadiah Asrul Sani 2014 pada kategori Sineas Berbakti.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lagi pula, kata dia, selain Asrul Sani itu orang NU (pernah menjadi salah seorang Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia, anggota DPR dari Partai NU) juga sebagai gurunya dalam dunia perfilman. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Daerah, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Makam Aulia Raja Ilato Ramai Dikunjungi Peziarah

Gorontalo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam tata kehidupan masyarakat santri, para wali senantiasa menjadi salah satu rujukan spiritual. Meski para wali (aulia) ini telah wafar sejak beratus-ratus tahun lalu, namun mereka tetap senantiasa hidup dalam sanubari masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat santri tidak dapat menafikan faktor kewalian ini. salah satu bukti dari kenyataan ini adalah tradisi ziarah yang merupakan kebiasaan umat muslim di Gorontalo.




Makam Aulia Raja Ilato Ramai Dikunjungi Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Makam Aulia Raja Ilato Ramai Dikunjungi Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Makam Aulia Raja Ilato Ramai Dikunjungi Peziarah

Bukan hanya pada hari-hari tertentu, seperti jumat atau menjelang bulan suci Ramadhan, ada tradisi berziarah masyarakat Gorontalo yang cukup unik. Salah satu keunikan ziarah di gorontalo adalah tradisi menziarahkan jabang bayi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tradisi ini berupa acara mengiring seorang bayi yang masih berusia di bawah umur 40 hari ke makam wali, salah satunya adalah ke Makam Aulia Raja Ilato Jupanggola di Kota Barat Gorontalo. Bayi yang diiring ini didoakan di makam wali, kemudian dang bayi diusap-usap dengan air yang telah diberi doa-doa.

Makam Ju Panggola atau Aulia Raja Ilato yang berlokasi di Kelurahan Dembe, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo paling banyak dikunjungi masyarakat. Di sekitar makamnya pula terdapat makam-makam warga yang berdomisili di sekitar makam Ju Panggola. Oleh sebab itu tak heran makam ini banyak dikunjungi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Imam Ali Abu Bakar, salah seorang imam, pemuka agama lokal menuturkan, tradisi ini memang bukan suatu keharusan, namun banyak masyarakat menganggap penting untuk menzirahkan bayinya kepada para Aulia.

"Tujuan dari menziarahkan bayi ini adalah untuk mengenalkan sang bayi kepada para aulia sejak sedini mungkin. Dengan meminta doa dari para pemuka agama di makam para wali, orang tua sang bayi berharap kelak anak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berbudi luhur dan selalu tertanam kecintaan kepada para ulama dan aulia," tutur Abu Bakar, Selasa (3/6).

Lebih lanjut Abu Bakar menjelaskan, masyarakat menganggap makam raja Ilato Ju Panggola keramat karena memiliki sejarah yang dramatis dan peninggalan yang dianggap istimewa. Di makam tersebut terdapat tanah putih yang berdasarkan keterangan warga hanya ada di lokasi makam Ju Panggola. Sehingga masyarakat menganggapnya keramat.

"Biasanya tanah putih di makamnya Ju Panggola diambil untuk ditabur disumur yang airnya bau, hasilnya pun jadi tidak bau lagi dan itu berdasarkan keterangan peziarah. Saya sendiri juga sebenarnya takut syirik tapi hal-hal seperti itu adalah bukti kekuasaan Allah," terangnya.

Konon, hanya tanah, di sekitar makam ju panggola pada hari-hari tertentu mengeluarkan percikan air dengan aroma wewangian.

Berdasarkan cerita sejarah konon ketika masa pemerintahan Ju Panggola, Ia menghilang dan tak tahu di mana rimbanya. Secara tiba-tiba sebuah batu nisan muncul dan telah menancap ditanah putih yang terletak di atas bukit yang merupakan wilayah kekuasaannya yang kini berseberangan dengan Danau Limboto.

Di sekitar batu nisan ada sebuah peninggalan dalam bentuk prasasti yang bertuliskan 1673 M bertepatan 1084 H. Di prasasti tersebut bertuliskan Taaloobayalipu yang hingga kini sebagian besar masyarakat Gorontalo tidak mengetahui artinya. Tahun tersebut diyakini warga sebagai tahun wafatnya pemilik makam yang diyakini Ju Panggola. Tapi kini prasasti tersebut telah dibongkar dan rencananya akan dibangun lagi dengan tulisan yang sama.

Sebagai seorang raja yang baik, bijak, dan sosial Ju Panggola pun di anggap memiliki keutamaan sebagaimana para Walisongo. Makamnya pun dianggap keramat sehingga banyak dikunjungi masyarakat.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 31 Januari 2018

Pagar Nusa Pati Jawab Kelangkaan Instruktur Pencak Silat

Pati, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar kegiatan Pelatihan Pelatih di Gedung PCNU Pati, Ahad-Senin (28-29/8). Acara yang pertama kali digelar ini diikuti tidak kurang dari 50 pendekar dari berbagai pelosok Pati.




Pagar Nusa Pati Jawab Kelangkaan Instruktur Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Pati Jawab Kelangkaan Instruktur Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Pati Jawab Kelangkaan Instruktur Pencak Silat

Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas dari Pagar Nusa Pati karena semakin banyaknya permintaan dari lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat untuk dilatih pencak silat oleh Pagar Nusa. Sementara kendala yang ada saat ini kekurangan tenaga pelatih.?

Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan pelatih yang berkompeten, berkualitas dan siap diterjunkan untuk melatih di berbagai lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat yang membutuhkannya.

Menurut Ketua Pagar Nusa Kabupaten Pati, Edy Suyono, pelatihan digelar di Gedung PCNU Pati dikarenakan untuk memudahkan akses para peserta, baik yang berasal dari ujung selatan hingga ujung utara Kabupaten Pati sekaligus memperkenalkan diri kepada masyarakat perkotaan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak tanggung-tanggung, dalam pelatihan ini langsung mendatangkan instruktur dari Jawa Timur yang merupakan Juara Umum Kejurnas II Pagar Nusa di Jakarta. Dengan harapan ke depan Pagar Nusa Pati bisa semakin berkembang baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga mampu mencetak atlet berprestasi. (Ashadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.