Tampilkan postingan dengan label Ansor Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ansor Media. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2019

Maulid Akbar Haul Simbah Kh. Idris kacangan


Giat pasukan pengamanan (PAM) Banser Boyolali pada Pengajian Maulid Akbar dalam rangka Haul Syeikh Abu Al-Hasan Asy-Syadzili dan Simbah KH Muh Idris, di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Desa Kacangan, Kecamatan Andong, Boyolali, Kamis, 27 Juni 2019.
GP Ansor Boyolali mengerahkan sekitar 300 Banser dari Satkoryon Nogosari, Klego, Karanggede, Kemusu, Simo, Juwangi, dan Wonosegoro.
Tausiyah dihaturkan KH Abdullah Sa'ad, pengasuh Ponpes Al-Inshof, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.
KH. Abdullah mengatakan, sejak Walisembilan (Walisongo) Islam atau muslim di Indonesia (Nusantara) sepakat untuk fiqih mengikuti Imam Syafi'i, tasawuf mengikuti Imam Al-Ghazali atau Imam Asy-Syadzili, aqidah mengikuti Imam Al-Asy'ari, dan berpegang kepada kitab muktabarah, lalu cinta kepada para ahlulbait, auliya, shalihin, serta ngalap berkah (bertabaruk) kepadanya, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal.
"Ini (pesan) Mbah Hasyim Asy'ari," tegas KH Abdullah.
Haul yang juga dihadiri Habaib, Ulama, serta ribuah jamaah ini berlangsung khidmat. Ansor-Banser bersama karangtaruna dan warga bergotong-royong mengatur jamaah dan lalulintas serta menjaga jalannya pengajian sampai akhir, termasuk membersihkan lokasi acara.
"Semoga kita mendapat keberkahannya," doa KH Abdullah. (Heri, Khafidz, Sis)

Sabtu, 23 Februari 2019

Haul kanjeng Pangeran Aryo Kh. Abdruhman Wahid.

Peringatan Haul Kh. Abdurrahman Wahid di Stadion Sriwedari Solo 

Solo-ansorboyolali. Peringatan Haul Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur digelar di Stadion Sriwedari, Solo, malam ini, sabtu(23/02). KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan Prof. Dr. M Mahfud MD, turut hadir dalam peringatan haul.

Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Namun para peserta telah mulai memadati Stadion Sriwedari sejak sekitar waktu maghrib.

Peserta terlihat memenuhi hampir seluruh bagian stadion Sriwedari, baik di tribun maupun di tengah lapangan. Karena kondisi lapangan yang becek, para peserta duduk di atas tikar plastik.

Tampak layar background panggung besar menjadi latar belakang yang menarik di panggung utama. Ditampilkan petikan kata-kata yang pernah disampaikan Gus Dur, seperti 'Gitu Aja Kok Repot' dan 'Tuhan Tidak Perlu Dibela, Karena Dia yang Maha Kuasa'.

ansorboyolali
Background panggung Haul Gus Dur ke-09


Terlihat di atas panggung, beberapa tokoh yang turut hadir. Di antaranya ibunda Presiden Joko Widodo (Sujiatmi Notomiharjo), Yenny Wahid, Wakil Gubernur Jateng (Taj Yasin), Wali Kota Surakarta (FX Hadi Rudyatmo), Kapolda Jateng (Irjen Pol Condro Kirono), dan Pangdam IV/Diponegoro (Mayjen Mochamad Effendi).



Ketua panitia Haul ke-9 Gus Dur, Hussein Syifa menyampaikan, kirab kebangsaan itu bertujuan mengajak masyarakat meneladani ajaran Gus Dur untuk selalu mencintai Tanah Air.

Mudah-mudahan dengan rasa semangat, merah putih selalu ada di dada kita. Kita sebagai warga Solo 100 persen mencintai Indonesia." ungkapnya.

Mewakili keluarga Gus Dur, Yenny Wahid sangat mengapresiasi kegiatan kirab dan Haul Gus Dur di solo. Beliau mengatakan acara serupa digelar di banyak daerah. Namun menurutnya, acara di Solo berbeda dari tempat lainnya.

Karena ada kirab budaya, ada dialog kebangsaan, lalu ada pengajian. Semua menyimpulkan dimensi dari Gus Dur yang memang multidimensional," ujarnya

"Entah kenapa saya terharu sekali bapak ibu kerso rawuh (bersedia hadir). Tadi hujan-hujan ikut kirab, sampai hadir malam ini. Semoga Allah membalas kebaikan saudara dengan kebaikan yang berlimpah," kata Yenny Wahid.



Beliau juga mengaku baru saja memimpikan Gus Dur yang sedang tersenyum. Menurutnya, Gus Dur senang karena haulnya akan dihadiri orang banyak.

"Saya kerawuhan dalam mimpi, Gus Dur seperti biasa, beliau senyum-senyum, mungkin tahu keikhlasan bapak ibu datang malam hari ini," ungkapnya.

Yenny Wahid menutup pidatonya dengan mengutip kata-kata Gus Dur. "Hidup ini adalah cinta dan ibadah. Melalui haul malam ini, mari menebarkan cinta sesama manusia, kepada bangsa dan dunia," ujarnya. (Fidz)


Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.