Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Lagi, PBNU Siap Berangkatkan 26 Kader ke Inggris

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk kesekian kalinya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengirimkan para kader terbaiknya Ke Inggris pada pertengahan Februari tahun depan untuk mengikuti Training Manajemen Pendidikan Untuk Pesantren selama sebulan.

Ketua PBNU Bidang Urusaan Luar Negeri HM Rozy Munir kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (30/9), mengungkapkan, pengiriman ke-26 peserta yang mengikuti training tersebut terselenggara berkat kerjasama pemerintahan Inggris dengan PBNU.




Lagi, PBNU Siap Berangkatkan 26 Kader ke Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PBNU Siap Berangkatkan 26 Kader ke Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PBNU Siap Berangkatkan 26 Kader ke Inggris

�Kegiatan kali ini merupakan perpanjangan kerjasama antara pemerintahan Inggris dan PBNU. Saat ini kami telah menyiapkan 26 kader NU untuk diberangkatkan pada pertengahan Februari tahun depan,� ungkapnya. Ke-26 kader itu datang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antara lain Abdul Ghofarrozin, MA (Jawa Tengah), Abdul Kadir Riyadi, S. Ag (Jawa Timur), Afifatul Anwariyah Fauzi, M. Si (DKI Jakarta), Agus Salim, S. Sos (Bengkulu), Andi Asdar, S.Pd (Sulawesi Selatan), Firdaus (Sumatera Barat), Masri Hamzah (Sulawesi Utara), Khodijah, S.Psi (NAD), Muhammad Nilzam Yahya, M. Ag (Yogyakarta), dll.

Rozy menjelaskan, semua peserta merupakan perwakilan dari lembaga-lembaga dan pondok pesantren se-Indonesia yang berada di bawah naungan NU. Kesemuanya adalah hasil dari seleksi akhir yang dilakukan oleh PBNU dan British Council.

Mantan Menteri BUMN di era KH Abdurrahman Wahid itu juga mengungkapkan, pihaknya akan memberikan kesempatan berikutnya bagi para kader NU lainnya untuk mengikuti pelatihan yang sama pada tahun 2008 mendatang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Masih ada kesempatan bagi calon peserta lainnya untuk mengikuti pelatihan (manajemen pendidikan) pada tahun 2008 mendatang,� terangnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Adapun modul utama yang akan dipelajari selama training meliputi 8 hal, yaitu manajemen pendidikan di sekolah, penjaminan mutu sekolah, kepemimpinan sekolah, monitoring dan evaluasi sekolah, manajemen staf, pengembangan dan kinerja staf, manajemen waktu di sekolah, dan pengembangan kapasitas guru. (dar)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Kajian Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda

Pamekasan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kader dai muda di kediaman KH Moh Munir, Lembaga Nahdlatul Muslimin, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Ahad (12/2).

Kegiatan yang diikuti 109 peserta delegasi pesantren se-Pamekasan itu dihadiri Mustasyar PCNU KH Jufri dan KH Ilyas, Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, serta Khoirul selaku Kasat Bimas Polres Pamekasan.




LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda

Panitia sejatinya menargetkan 80 peserta. Namun, membeludak hingga tembus 109 orang.

Ketua LDNU Kiai Afiful Khoir mengatakan, kegiatan itu merupakan amanat muskercab PCNU yang dilaksanakan September 2016 lalu. Dengan adanya pelatihan dai, pihaknya berharap kemunculan dai-dai muda yang santun dan ramah untuk menyebarkan Islam rahmatan lil alamin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dan ini adalah angkatan pertama. Nanti dilanjutkan dengan pelatihan angkatan kedua," tegas Kiai Afif yang sering diundang sebagai penceramah di Madura hingga luar Madura ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim mengatakan, seorang dai harus ikhlas dalam rangka mengajak umat untuk takwa kepada Allah.

"Berdakwah adalah tugas mulia. Sebab, dai adalah penyambung lidah ulama dalam rangka beramar ma�ruf nahi munkar melalui mimbar pengajian-pengajian dari tempat satu ke tempat yang lain," tukas Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Sumber Anom Palengaan Pamekasan tersebut.

Kegiatan ini berlangsung sampai sore dengan empat materi. Panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Salah satunya ialah KH Muslih Adnan selaku seorang dai kondang di Pamekasan yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua LDNU Pamekasan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Februari 2018

Resmikan Gedung Baru, Pelajar NU Tegalwaru Layani Bimbel Gratis

Purwakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Sekitar 100 orang terdiri dari pelajar, santri, dan mahasiswa menghadiri peresmian gedung baru milik PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta di Pesantren Nurul Huda, Ahad (3/4) malam. Mereka secara resmi membuka bimbingan gratis buat para pelajar setempat.

Gedung baru tersebut diresmikan oleh Ketua MWC NU Tegalwaru serta disaksikan oleh beberapa pimpinan pesantren danpara mantan ketua IPNU-IPPNU dari tahun 2008 hingga sekarang.




Resmikan Gedung Baru, Pelajar NU Tegalwaru Layani Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmikan Gedung Baru, Pelajar NU Tegalwaru Layani Bimbel Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmikan Gedung Baru, Pelajar NU Tegalwaru Layani Bimbel Gratis

Peresmian gedung baru yang bersamaaan dengan pagelaran Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU-IPPNU Tegalwaru ini rencananya selain digunakan untuk sekretarian, akan difungsikan juga sebagai tempat Bimbingan Belajar (Bimbel) gratis bagi para pelajar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Banyak yang kurang minat untuk mengikuti kursus, khususnya bahasa asing, mengingat biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit juga, sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan bimbel gratis.Nantinya diisi oleh para kader IPNU IPPNU yang telah lulus S1 bahasa Arab, Inggris dan komputer,� lanjut Ketua IPNU Tegalwaru Ahmad Saepudin.

Selain itu, rencanya gedung baru tersebut akan digunakan juga sebagai pusat informasi di antaranya beasiswa dan lowongan kerja. �Sekarang juga banyak sekali info? beasiswa kuliah dan lowongan kerja yang sebagian syaratnya harus mampu bahasa asing dan komputer, sehingga menjadi penting sekali para pelajar sekarang harus mampu menguasainya,� sambungnya.

Ahmad berharap gedung baru ini bisa memudahkan kader untuk sarana mendapatkan informasi, tempat silaturrahim dan kegiatan. �Dari bimbel ini lahir kader yang mahir bahasa asing dan komputer, sehingga mampu bersaing di era MEA dan bisa go internasional,� harapnya. (M Zidni Nafi�/Alhafiz K)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Warta, IMNU Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

Rajab adalah bulan ke tujuh dari penggalan Islam qomariyah (hijriyah). Peristiwa Isra Mi�raj ? Nabi Muhammad ? shalallah �alaih wasallam ? untuk menerima perintah salat lima waktu terjadi pada 27 Rajab ini.

Bulan Rajab juga merupakan salah satu bulan haram, artinya bulan yang dimuliakan. Dalam tradisi Islam dikenal ada empat ? bulan haram, ketiganya secara berurutan ? adalah: Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan yang tersendiri, ? Rajab.?

Dinamakan bulan haram karena pada bulan-bulan tersebut orang Islam dilarang mengadakan peperangan. Tentang bulan-bulan ? ini, Al-Qur�an menjelaskan:




Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berpuasa di Bulan Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berpuasa di Bulan Rajab

�Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.�

Hukum Puasa Rajab

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadis-hadis Nabi yang menganjurkan atau memerintahkan berpuasa dalam bulan- bulan haram (Dzulqa�dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) itu cukup menjadi hujjah atau landasan mengenai keutamaan puasa di bulan Rajab.?

Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda "Puasalah pada bulan-bulan haram." (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah riwayat al-Nasai dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): "Usamah berkata pada Nabi Muhammad Saw, �Wahai Rasulallah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunnah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban. Rasul menjawab: Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang."

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut as-Syaukani dalam Nailul Authar, dalam bahasan puasa sunnah, ungkapan Nabi, "Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.

Keutamaan berpuasa pada bulan haram juga diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan ? berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan. Nabi bersabda : �Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan ? Rajab).

Al-Ghazali dalam Ihya� Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya�ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum ? di samping dzulqa�dah, dzul hijjah, dan muharram.

Disebutkan dalam ? Kifayah al-Akhyar, bahwa bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah Ramadan adalah bulan- bulan haram yaitu Dzulqa�dah, Dzulhijjah, Rajab dan ? Muharram. Di antara keempat bulan itu yang paling utama untuk puasa adalah bulan al-muharram, kemudian Sya�ban. Namun menurut Syaikh Al-Rayani, bulan puasa yang utama setelah al-Muharram adalah Rajab.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan, telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul SAW menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab� (Syarh Nawawi �ala Shahih Muslim).

Hadis Keutamaan Rajab

Berikut beberapa hadis yang menerangkan keutamaan dan kekhususan puasa bulan Rajab:?

� Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah SAW memasuki bulan Rajab beliau berdoa:�Ya, Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya�ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.� (HR. Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).

� "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."

� Riwayat al-Thabarani dari Said bin Rasyid: �Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana ? berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari, Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."

� "Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".

� Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Rajab itu bulannya Allah, Syaban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."?

� Sabda Rasulullah SAW lagi : �Pada malam mi�raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: �Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?�Maka berkata Jibrilb a.s.: �Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini�.

(Yusuf Suharto)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Cerita, Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para calon mahasiswa Indonesia yang mengikuti program strata satu (S-1) pada International University of Africa, Sudan, dan telah lulus seleksi yang diadakan selasa (3/10) lalu akan diberangkatkan setelah lebaran Idul Fitri. Perkuliahan baru dimulai awal November 2006 nanti.

�Kami sangat bahagia dengan kerjasama ini. Kami berharap ini menjadi langkah yang baik untuk mempererat hubungan antara Kudutaan Sudan dengan ormas-ormas Islam di Indonesia,� kata Sekretaris Dua Bidang Kerjasama Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Sudan El Rayh A. El Mahdi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor Kedubes Sudan, Jakarta, Kamis (5/10).

Dikatakan El Rayh, program pertukaran mahasiswa itu diharapkan dapat menghasilkan perkembangan yang baik dalam kerangka hubungan antara bangsa-bangsa Islam.




Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

5 dari 30 mahasiswa yang dikirim ke Sudan merupakan perwakilan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yakni Muhibbul Jamil (jember), Abdussalam (Cirebon), Karimullah (Jakarta Timur), Aang Mudhi Gozali (Tasik Malaya) yang kesemuanya memilih fakultas syariah, dan Ulfiyatul Abidah (Jakarta Barat) pada fakultas tarbiyah.

�5 Kader NU ini sedianya dipersiapkan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para syekh di sana, terutama ilmu-ilmu yang tidak dipelajari di sini. Diharapkan tidak hanya sampai S-1 tapi sampai S-3 dengan hasil yang baik,� kata HM. Dawam Sukardi Koordinator Pelaksana Biro Urusan Beasiswa Timur Tengah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain bebas biaya kuliah para calon mahasiswa dari Indonesia mendapatkan fasilitas berupa asrama, makan-minum dan kebutuhan sehari-hari, buku-buku kuliah. Pada hari-hari liburan para mahasiswa yang memenuhi standar penilaian akan mendapatkan bonus uang saku.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat ini para calon mahasiswa sedang menyelesaikan persyaratan teknis seperti pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor dan visa serta penandatanganan perjanjian atau kontrak belajar.

�Ada persyaratan yang sangat baik dan harus ditandatangani oleh para mahasiswa dari Indonesia, yakni para mahasiswa tidak boleh tinggal bersama dalam satu asrama dengan rekan senegaranya. Ini penting agar mereka dapat mengenal banyak budaya dari negara-negara Islam yang lain. Kalau ingin berorganisasi ya di luar asrama,� kata Dawam. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Tawakal Gugurkan Logika Kausalitas

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam menempuh perjalanan menuju Allah, seseorang harus melewati beberapa pos-pos tertentu. Seseorang akan melewatinya baik secara lancar maupun lambat sesuai dengan bobot bantuan Allah yang diterimanya selama perjalanan.




Tawakal Gugurkan Logika Kausalitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Tawakal Gugurkan Logika Kausalitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Tawakal Gugurkan Logika Kausalitas

Setelah melewati gerbang pertobatan, kewara�an, dan kezuhudan, seseorang akan memasuki pintu pos tawakal. Tawakal merupakan bentuk kepasrahan penuh kepada Allah atas segala keadaan yang sudah, sedang, dan akan terjadi.

Seseorang yang bertawakal, memercayakan diri kepada kehendak Allah atas segala bentuk upaya-upaya lahiriah. Karena, tawakal merupakan sikap batin seseorang. Seseorang yang bertawakal, tidak mengandalkan upayanya dalam mencapai sebuah tujuan tertentu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Bagi seseorang yang sudah bertawakal, segala amal ibadah tidak menjadi tumpuan dalam mencapai tujuan-tujuannya,� kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) dalam pengajian tasawuf di kantor PBNU jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kaitan ini, Kang Said melansir ucapan Imam Ghazali, ketika seseorang sudah mantap di maqam tawakal, maka logika kausalitas menjadi gugur dalam pandangannya. Aspek kausalitas (sebab-akibat), tidak lagi menjadi faktor yang menentukan.

Kang Said mengambil sebuah contoh konkret. Sehelai kertas menjadi hangus terbakar karena tersentuh api. Peristiwa terbakarnya kertas karena api yang terus berulang setiap hari, merupakan hukum adat, kebiasaan.

Mereka yang belum sampai di maqam tawakal, akan menduga hukum adat tersebut sebagai sebab-akibat. Mereka menduga api sebagai penyebab terbakarnya kertas. Padahal, peristiwa itu hanya bersifat kebiasaan.

Logika kausalitas itu diruntuhkan oleh peristiwa ketahanan Nabi Ibrahim AS saat disiksa dalam api besar oleh penguasa zamannya. Api zaman itu tidak berpengaruh sedikitpun terhadap Nabi Ibrahim AS. Peristiwa ini menunjukan api bukanlah sebab terbakarnya sesuatu, tegas Kang Said.

Sedangkan bagi mereka yang sudah teguh menginjak maqam tawakal, akan melihat hukum kausalitas sebagai peristiwa lahiriah belaka. Secara batin, dia memandang Allah sebagai penyebab segala peristiwa yang terjadi, tandas Kang Said.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Kajian Sunnah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.