Tampilkan postingan dengan label Ansorboyolali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ansorboyolali. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juli 2019

PC GP Ansor Boyolali Sukses Gelar Diklatsar dan PKD di Mojosongo dan Selo Bersamaan.


ansorboyolali-. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Boyolali sukses menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) serta Pendidikan Kader Dasar (PKD) di dua Pimpinan Anak Cabang (PAC) sekaligus: PAC GP Ansor Mojosongo (di Pondok Pesantren Nurul Jannah Ba'lawi) dan PAC GP Ansor Selo (di Balai Desa Tarubatang).

Diklatsar dan PKD yang berlangsung 12-14 Juli 2019, ini diikuti 313 peserta: PAC Selo 163 dan PAC Mojosongo 150. Pada Ahad malam, 14 Juli 2019, Diklatsar dan PKD di PAC Selo ditutup oleh Gus Husein Ahmadi (Ketua PC GP Ansor Boyolali) dan di PAC Mojosongo oleh Komandan Ahmad Muzamil (Kasatkorcab Banser Boyolali).

Gus Husein dan Ndan Muzamil berpesan agar anggota Ansor-Banser baru taat pada aturan organisai, tetap dalam jalur komando, dan menjaga semangat perjuangan.

Berkat kesungguhan dan persiapan matang dari peserta, panitia, serta tim instruktur, akhirnya agenda ini terlaksana dengan lancar, runtut, dan penuh kebersamaan.
Walau panitia, instruktur, dan pesertanya tanpa bayaran, bahkan malah memberikan infak, justeru membuat hajatan GP Ansor Boyolali ini bertambah khidmat dan penuh keikhlasan.

Diklatsar dan PKD menjadi "kunci" pembuka dalam pemantapan perjuangan dan pengabdian dalam GP Ansor-Banser.
Selamat bergabung dan silaturahmi, demi meraih "hidayah progresif" dalam berkhidmat kepada keluarga, tetangga, agama, dan bangsa. (Heri, Sis, khafidz)

Jumat, 31 Mei 2019

Baznas Boyolali dan MWC NU Karanggede Menyerahkan SK Pengelolaan Zakat




ansorboyolali.- Pengelolaan zakat masih manjadi pekerjaan rumah umat Islam untuk digarap dengan tata cara profesional yang sesuai fiqih.

Sehingga, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Boyolali bekerja sama dengan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Karanggede juga ikut serta menuju pengelolaan zakat yang mekanis dengan (seperti) memberi pengarahan dan sekaligus membagikan Surat Keputusan (SK) kepada takmir masjid dan mushola se-Karanggede, pada Jumat, 31 Mei 2019.

Tercatat 89% masjid dan mushola di Karanggede telah mengajukan SK dan telah mendapatkannya.
Hadir dalam acara ini, perwakilan dari Baznas Boyolali, Bapak Jamal dan Bapak Tarkhin, yang memberikan pengarahan tentang pentingnya pembagian zakat fitrah, zakat mal, dan infaq yang sesuai dengan tuntunan syari'at.

"Dengan penyerahan SK tersebut akan memberikan legalitas bagi para takmir untuk mengelola zakat maupun infaq. Karena baik dari pihak pemberi zakat, pengelola, dan penerima zakat mendapat rasa nyaman sebab ada tata cara yang sesuai agama," terangnya. (Heri, Khafidz)

Senin, 01 April 2019

GP Ansor Jateng Siap Sukseskan Gerakan Rabu Putih




SEMARANG - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi wilayah (rakorwil) menghadapi gelaran pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang. Rapat koordinasi ini juga sekaligus mempersiapkan gerakan Rabu Putih.

Rakerwil kali ini dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman, Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly, Sekretaris PW GP Ansor Jateng Fahsin M Faal, Kasatkorwil Banser Jateng Muchtar Makmun, dan seluruh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten/Kota se Jateng, di Ponpes Edi Mancoro, Kabupaten Semarang, Minggu (31/3/2019).

Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengungkapkan, kader GP Ansor di Jawa Tengah siap menyukseskan gerakan Rabu Putih.

"Kita juga sudah arahkan pada kader untuk bikin platform komunikasi yang melibatkan warga hingga tingkat RT, semua saling melaporkan dan koordinasikan jika ada indikasi intimidasi dari pihak tertentu. Sehingga kita bisa mencegahnya dengan cepat," tegasnya.

Gus Sholah juga menyebut, ada beberapa daerah di Jateng yang dinilai rawan akan adanya aksi intimidasi. Pihaknya sudah memberikan pembekalan pada kader di daerah terkait langkah-langkah teknis pencegahannya.

Ketua PP GP Ansor Korwil Jateng-DIY Mujiburrohman mengungkapkan, secara umum kesiapan para kader di Jateng dan DIY sudah matang untuk melaksanakan gerakan Rabu Putih.

Ditegaskannya, sikap yang diambil GP Ansor ini bukan bermaksud terlibat dalam politik praktis namun jauh lebih penting yakni politik kebangsaan.

Disebutkannya, dari data survei yang pihaknya peroleh, untuk Jateng ternyata daerah yang tingkat partisipasi pemilihnya rendah berada di perbatasan. Maka fokus mendorong tingkat partisipasi pemilih di perbatasan akan dimaksimalkan.

"Karena kita memandang tingkat partisipasi pemilih dipandang sukses jika banyak yang terlibat. Ansor memiliki kepedulian mensukseskan Pemilu 2019 melalui Rabu Putih," ungkapnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut mengungkapkan, seluruh jajaran PW GP Ansor di 34 provinsi se Indonesia telah menggelar rakerwil terkait gerakan Rabu Putih. Untuk Jateng, merupakan yang terakhir.

Ia menegaskan, gerakan Rabu Putih merupakan langkah dari Ansor untuk merespon adanya kelompok yang akan melakukan intimidasi saat jelang pemungutan suara 17 April mendatang.

"Maka Rabu Putih ini untuk memberikan rasa aman pada calon pemilih ketika mereka pergi ke TPS. Kita justru merespon itu," tegasnya.

Gus Yaqut menyebutkan, dari hasil pendataan resmi per November 2018, kader GP Ansor secara nasional sejumlah 4,7 juta orang. Jumlah tersebut dipastikan jauh dari angka riil karena proses pendataan masih terus berjalan.

"Pada seluruh kader itu, kita sudah bagi tugas dengan sistem layer. Yaitu ada Banser yang memakai seragam bertugas membantu aparat TNI-Polri menjaga keamanan, sedangkan yang tak berseragam mereka memakai baju putih bertugas mengajak calon pemilih untuk ke TPS dengan memakai baju putih," ungkapnya.

Terkait gerakan tersebut, lanjutnya, GP Ansor telah berkoordinasi dengan TNI maupun Polri. Secara teknis, ketika di lapangan menemukan adanya intimidasi dari pihak tertentu, maka Banser akan berkoordinasi dengan aparat.(Fidz)

Jumat, 22 Februari 2019

GP Ansor Jawa Tengah Tagih Permintaan Maaf Fadli Zon ke KH Maimoen Zubair


GP Ansor Jawa Tengah Tagih Permintaan Maaf Fadli Zon ke KH Maimoen Zubair


Semarang - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menunggu realisasi pernyataan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang akan menyampaikan permintaan maaf pada Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah KH Maimoen Zubair, mengenai puisi yang dinilai mengandung unsur penghinaan.

Saat diminta komentar oleh sejumlah wartawan, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly mengungkapkan, para santri menunggu realisasi wacana Fadli Zon yang akan menyampaikan permintaan maaf secara langsung pada Mbah Maimoen, seperti yang disampaikannya melalui media sosial.

�Kita menagih realisasinya, untuk mengakhiri gejolak di kalangan teman-teman santri. Lebih cepat lebih baik,� tegasnya di kantor PW GP Ansor Jawa Tengah, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, pernyataan Fadli Zon yang akan meminta maaf dan disampaikan melalui akun Twitternya, memang sedikit meredakan. Kini, santri masih menunggu langkah konkritnya.

Gus Sholah juga menegaskan, sebenarnya banyak sahabat-sahabat Banser yang minta izin untuk turun ke jalan menggelar aksi secara massif. Namun, pihaknya masih melakukan pencegahan.

�Banyak teman-teman izin ingin turun tapi saya cegah dulu. Ada permintaan dari keluarga untuk menahan juga. Saya kira wajar ketika santri bereaksi saat Kiainya dihina,� tegasnya.

Di sisi lain, GP Ansor Jateng masih mempertimbangkan mengenai aspek kepantasan maupun nilai strategisnya, maka sementara ditahan.

�Kami menganggap permintaan maaf melalui media sosial masih belum cukup. Sebagai manusia yang berakhlak, alangkah baiknya dan sepantasnya datang bersilaturahmi secara langsung ke Mbah Maimoen untuk mengakhiri polemik puisi itu,� ungkapnya.

Gus Sholah juga mengungkapkan, sebelumnya PBNU telah menyampaikan bahwa akan membawa persoalan ini ke ranah hukum jika Fadli Zon tak segera minta maaf. Terkait hal itu, GP Ansor akan mengawal apapun keputusan yang diambil oleh para Kiai.

�Saya kira, persoalan ini akan selesai jika Fadli Zon minta maaf. Sebab masih banyak persoalan lain di bangsa ini yang butuh perhatian dibanding puisi tersebut,� ujarnya.

Diungkapkannya, tradisi minta maaf dan memaafkan serta silaturahmi sangat baik. Diharapkan, Fadli Zon sebagai pejabat negara di lembaga yang terhormat, tentu sudah memahami mengenai etika.(Aji)

Senin, 18 Februari 2019

Menjaga Tradisi Bagian Dari Tugas Banser || Banser Boyolali

Salah Satu Tugas Ansor Dan Banser Adalah Menjaga Tradisi (Menjaga Tradisi Bagian Dari Tugas Banser)



Karanggede. Tradisi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh masyarakat, sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pada akhirnya menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

 Tradisi membentuk suatu nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi suatu kekayaan budaya bagi suatu daerah yang harus dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya. Sampai saat ini, masih banyak desa-desa di Jawa yang melakukan tradisi seperti itu.

Desa tersebut adalah Desa Pinggir Kec Karanggede Kab. Boyolali Salah satu tradisi yang masih dilakukan adalah tradisi selametan kematian Yang Selalu Di lakukan Oleh Sahabat-Sahabat Ansor Dan Banser Ranting Pinggir yang Selalu Mengikuti Acara Peringatan Malam Kematian Dari malam Pertama Sampai Malam 7 hari Di rumah Warga Desa pinggir tanpa Ada Undangan Khusus kali Ini Sahabat-Sahabat Ranting Pinggir Melaksanakan Peringatan Malam ke 5 Kematian Mbah Mursinah (78) Ibu dari Bapak Seri dan Bpk Sabar Salah satu Warga Dsn Pakisan Rt 05/Rw 01 Desa Pinggir.

Karna Mereka Meyakini Bahwa Tradisi Tersebut Adalah Bagian Dari Syiar Yang terdapat nilai-nilai Islam di dalam pelaksanaanya seperti membaca do�a-do�a, Ayat-ayat Al-Qur�an, sholawat, dan berdzikir yang dikenal dengan tahlilan .


Tradisi selametan setelah kematian tersebut sampai sekarang masih banyak dilakukan masyarakat di Desa Pinggir Kecamatan Karanggede Kab. Boyolali, karena didorong oleh suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang kuat terhadap sistem nilai dan adat istiadat yang sudah berjalan turun temurun.

bahwa keberadaan tradisi selametan kematian di Desa Pinggir tersimpan nilai positif dalam pelaksanaannya. Masyarakat di Desa Pinggir memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai tradisi tersebut.

Seperti halnya ada masyarakat yang memiliki keinginan atau termotivasi untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan tersebut dan ada juga yang menilai bahwa kegiatan semacam itu tidak perlu dilakukan karena tidak ada hadist yang mendasarinya. Tradisi semacam ini perlu diambil nilai positif yang terkandung oleh masyarakat itu sendiri. Seperti halnya tradisi tersebut untuk silaturrahmi atau sekedar menyambung ikatan saudara dengan masyarakat satu dengan yang lain yang menimbulkan rasa satu kepentingan dan kebersamaan sehingga muncul hubungan sosial Yang Erat. (HR)

Kamis, 20 Desember 2018

Ketum PP GP Ansor: Gus Dur Pejuang Kemanusiaan, Penjunjung Keberagaman



foto gus yaqut cholil qoumas pada saat di madinah



Ansorbanserboyolali.blogspot.com  Ketua Umum PP GP Ansor (Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor) Yaqut Cholil Qoumas  mengenang sosok almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai pejuang kemanusiaan yang menjunjung tinggi keberagaman.

�Gus Dur selalu berada di garis depan membela kemanusiaan dan keberagaman. Bagi Gus Dur, tak ada artinya beragama jika seseorang kehilangan kemanusiaannya. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Pembelaan Gus Dur terhadap manusia bukan berarti melupakan Tuhan,� kata pria yang akrab disapa dengan Gus Yaqut ini, dalam rangka memperingati Haul Ke-9 Gus Dur, Kamis (20/12/2018).

Gus Yaqut menegaskan, pemahaman Gus Dur yang sangat mendalam tentang agama Islam itulah yang membuat dirinya juga akan selalu berada di garis terdepan membela kemanusiaan. Karena itu, sebagai pimpinan pemuda GP Ansor, Gus Yaqut mengaku selalu meneladani dan menerapkan pandangan Gus Dur dalam kehidupan sehari-harinya.

Ucapan dan tindakan Gus Dur, lanjut dia, selalu menjadi inspirasi dalam berjuang menampilkan Islam rahmatan lil'alamin.

Dia mengatakan, Gus Dur selalu mengingatkan dan meyakinkan bahwa manifestasi pembelaan terhadap Tuhan yang paling luhur adalah menebar kasih sayang kepada semua makhluk-Nya. �Karena Tuhan dan para penghuni langit hanya akan merahmati mereka-mereka yang berkasih sayang terhadap semua penduduk bumi,� kata Gus Yaqut.

Selain itu, sambungnya, Gus Dur juga selalu memberikan contoh baik bertoleransi sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

�Kita bisa mengenang jejak-jejak perjuangan Nabi Muhammad SAW. Kita tahu ada Piagam Madinah, piagam yang sangat unik menurut saya. Kenapa Nabi pada waktu itu tidak menyebut Piagam Islam, tapi Piagam Madinah, karena tentu salah satunya Nabi tahu bahwa penduduk Madinah memiliki agama yang beragam. Beliau memberikan contoh bagaimana bertoleransi dengan sesama pemeluk agama,� katanya.

Dalam konteks Indonesia, lanjut Gus Yaqut, Gus Dur adalah tokoh besar yang tak pernah lelah mengkampanyekan tentang pluralitas, tentang keberagaman.

�Semoga bangsa Indonesia dapat mengambil teladan baik dari Rasulullah SAW atau teladan yang telah diberikan almarhum Gus Dur. Untuk itu, saya mengimbau jangan pernah pernah lelah mencintai Indonesia yang beragam ini,� tutur ketum PP GP Ansor ini.



Selasa, 18 Desember 2018

SAYYID SEIF ALWI

ISI HATI SAYYID SEIF ALWI

Foto Sayyid seif alwi.

Saya jadi makin cinta dengan NU, karena berpuluh juta Ulama & Habaibnya yg sholeh berakhlaq mulia, dan berjuta para Walinya, juga pejuang Bangsa dan Negerinya.

Saya mencintai NU yg dibangun oleh Habib Hasyim bin Yahya, Syaikh Sayyid Kholilu Rohman Sayyid Hasyim Asy'ari, Sayyid Alwi, dan Dzurriyat Rosul lainnya, yg memegang Ahlussunnah waljama'ah dan mencintai Indonesia, hingga menjadi benteng terkokoh NKRI.

Aku mencintai NU walau bukan pengurus organisasi NU.
Karena NU adalah ruh negeriku.

- Sayyid Seif Alwi -

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.