Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Padang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Padang menggelar aksi kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor yang terjadi dibeberapa daerah di Sumatera Barat, Selasa (9/2/2016) di Simpang BTN, Kota Padang.




PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor

Aksi yang diikuti oleh puluhan mahasiswa pergerakan ini di pimpin langsung oleh Ketua Umum ? PMII Kota Padang, Hasbullah Alkomar. "Mahasiswa ikut berduka dan prihatin terhadap musibah yang menimpa sejumlah daerah di Sumbar," ujar Hasbullah Alkomar.

Komar juga menjelaskan bahwa bencana banjir dan longsor ini merupakan bencana yang cukup besar dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. "Bencana banjir bandang dan longsor setidaknya telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang di kabupaten Solok Selatan. Ribuan hektar lahan pertanian warga yang tersebar di 50 Kota, kabupaten Solok Selatan, agam, dan Kota Solok, juga mendapat dampak luarbiasa parahnya," pungkas Alkomar.

PMII sebagai organisasi kemahasiswaan juga mendesak pemerintah agar cepat menangani permasalahan ini. "Kami menuntut pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten terkait cepat tanggap dalam penanggulangan bencana ini," desak Alkomar

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aksi penggalangan dana untuk korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang dilakukan PMII Kota Padang ini berlangsung dari Selasa hingga Jumat. Sejumlah dana yang terkumpul akan disalurkan pada korban yang berada di 50 Kota dan Solok selatan.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, sebelumnya hujan deras beberapa hari terakhir telah menyebabkan Sumatera Barat dilanda bencana banjir dan longsor. Bencana kali ini menimbulkan korban jiwa dan memutus urat nadi transportasi.

Inilah titik-titik lokasi bencana banjir dan longsor yang berhasil dihimpun berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Sumatera Barat. Data ini dikirim oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Sutopo Purwo Nugroho, Senin (8/2/2016). Ditambah informasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat Zulfiatno dan BPBD Pasaman. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Doa, Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 27 Februari 2018

Wayang Kulit Meriahkan Peluncuran Muktamar di Surabaya

Surabaya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia Daerah Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama menggelar kegiatan �Launching Sukses Muktamar� di Surabaya, Sabtu (14/3) malam. Dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, kegiatan juga dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono.

Muktamar akan diselenggarakan di Jombang Jawa Timur pada 1-5 Agustus 2015 mendatang. Sementara kegiatan launching Sabtu malam lalu dilpusatkan di Parkir Utara ?PWNU Jatim yang dirangkai dengan peringatan hari lahir (harlah) ke-89 NU.




Wayang Kulit Meriahkan Peluncuran Muktamar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayang Kulit Meriahkan Peluncuran Muktamar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayang Kulit Meriahkan Peluncuran Muktamar di Surabaya

Ki Entus malam itu membawakan lakon Nurkala Kalidasa, yang menggambarkan perjuangan tokoh Nurkala Kalidasa dalam mewujudkan perdamaian dunia. Dalam kisah itu, Prabu Kresna meminta ?Prabu Yudhistira mewujudkan perdamaian dunia dengan cara menemui betara guru di khayangan. Prabu Yudhistira menyetujui dan menjelma menjadi raksasa bernama Nurkala Kalidasa.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia kemudian menemui Betara Guru setelah mengalahkan para dewa di khayangan. Akhirnya, betara guru mengeluarkan titah dan memberi mandat kepada Nurkala Kalidasa untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"Setidaknya lakon tersebut sejalan dengan keinginan NU dalam menegaskan Islam Nusantara dalam upaya men?jaga perdamaian dunia," urai Ki Enthus.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftakhul Akhyar, Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang juga Ketua Panitia Daerah Muktamar ke-33, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anas Yusuf, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Eko Wiratmoko, dan Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, dan beberapa anggota DPRD Jatim.

Ketua Panitia Daerah Muktamarke-33, Saifullah Yusuf, mengatakan, Muktamar akan dilaksanakan di empat pesantren yakni Tambak Beras, Peterongan, Denanyar, dan Tebuireng. Sementara pembukaan dan rapat pleno akan dadakan di alun-alun kota Jombang

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memperkirakan, selain para peserta muktamar (muktamirin) akan ada 50 ribuan warga NU yang hadir yang ikut meramaikan muktamar. �Semua akomodasi sudah siap, Pemprov Jatim, TNI dan Polri juga siap mendukung dan mengamankan muktamar," ujarnya.

Muktamar kali ini mengambil tema �Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia�. �Mari kita alihkan kiblat peradaban dunia bukan dari Timur Tengah, tetapi dari Indonesia, wa bil khusus Nahdlatul Ulama," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan kata sambutan. (Red: Anam)

?

Foto: Vivanews

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Kyai, Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 21 Februari 2018

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kondisi memanas akibat penyegelan dan pelarangan aktivitas ibadah kepada umat Islam di kompleks Masjid Al-Aqsha memantik kecaman dan reaksi dari pelbagai pihak. Salah satunya dari Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini.




PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Saatnya Dunia Bersatu Menyelamatkan Palestina

Helmy mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Masjid Al-Aqsha sesungguhnya merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Dalam tragedi itu hak ibadah yang sesungguhnya merupakan hal dasar setiap manusia, dikekang dan diintervensi. Inilah yang menurutnya sangat bertentangan dengan prinsip, hak, dan sekaligus rasa kemanusiaan.

Oleh karena yang terjadi merupakan tragedi kemanusiaan, tambah Helmy, maka tanggung jawab untuk mengatasi dan mencari solusi bagi tragedi tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

Masalah Palestina, imbuhnya, harus diletakkan sebagai tragedi kemanusiaan, sehingga ini bukan semata-mata masalah yang harus ditanggung umat Islam semata. Maka sudah saatnya dunia bersatu menyelamatkan Palestina.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Seluruh komponen dan entitas dunia harus meletakkan masalah Palestina ini sebagai masalah dan tanggung jawab semua pihak," jelas Helmy, Rabu (26/7).

Terkait konflik yang terjadi di Palestina ini, pada Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun 2015 komisi rekomendasi secara khusus merumuskan beberapa rekomendasi langkah kongkret yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait, baik PBNU, Pemerintah, serta organisasi internasional seperti OKI dan PBB.?

Sebagaimana yang tertuang dalam rekomendasi tersebut, sikap PBNU dalam hal ini mendukung tegas kemerdekaan Palestina. (Fariz Alniezar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 19 Februari 2018

Khutbah Jum�at dengan Bahasa Indonesia

Assalamu�alaikum wr. wb.. Nama saya Muchamad Wajihuddin asal kota Bogor. Saya mau bertanya seputar shalat Jumat. Apakah shalat Jum�at sah dengan khutbah menggunakan bahasa Indonesia? karena dalam kitab "Safinatunnaja" dan "Fathul Mu�in" disebutkan syarat khutbah Jumat diantaranya dengan bahasa Arab bil�arobiyah, dengan bahasa Arab.

Wa�alaikum salam wa rahamatullah wa barakatuh. Saudara penanya yang dimuliakan Allah Telah kita pahami bahwa khutbah Jum�at merupakan satu rangkaian yang harus dilaksanakan satu paket dengan shalat Jum�at. Artinya shalat Jum�at tidak dapat dinyatakan sah apabila khutbah Jum�at tidak memenuhi ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Saudara penanya yang kami hormati Memang benar, apabila kita membaca dua kitab yang anda sebutkan, sepintas lalu kita akan mendapat pemahaman bahwa syarat sah khutbah Jum�at adalah dengan bahasa Arab. Namun apabila kita mau meneliti lebih dalam penjelasan tentang kitab-kitab ini (syarah �syarahnya seperti I�anatut-Thalibin dan Kasyifatus-Saja), maka dapat kita temukan bahwa yang dimaksudkan dengan keharusan bahasa Arab adalah ketika seorang khotib menyampaikan rukun-rukun khutbah, bukan keseluruhan khutbah. Dalam I�anat at-Thalibin:

?: ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? - ? ? - ? ? ? ? ?




Khutbah Jum�at dengan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Jum�at dengan Bahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Jum�at dengan Bahasa Indonesia

Artinya: ungkapan penyusun kitab Fathl-Mu�in: dan disyaratkan di dalam pelaksanaan dua khutbah (dengan bahasa Arab), artinya adalah rukun-rukun khutbah, sebagaimana dijelaskan dalam kitab at-Tuhfah. Adapun redaksi aslinya �syarat rukun khutbah�-bukan yang lain- adalah dengan bahasa Arab.

Dengan demikian khutbah yang disampaikan dengan bahasa Indonesia sebagaimana pertanyaan saudara, masih dihukumi sah selama rukun-rukunnya masih disampaikan dengan bahasa Arab dan tidak merusak kesinambungan (muwalat) antar rukun khutbah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini juga pernah dibahas dalam forum muktamar NU ke-20 tahun 1954 di Surabaya. Jawaban ini mudah-mudahan bermanfaat dan menjadikan kita semakin yakin dengan ibadah shalat Jum�at yang kita lakukan. Amin. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Makam, Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gebyar Muharram ke-10 yang diselenggarakan Koordinator Cabang (Korcab) Qiraati kabupaten Jepara yang berlangsung di alun-alun Jepara, Sabtu (25/10) pagi berlangsung meriah. Kegiatan dalam rangka memperingati tahun baru 1436 H itu diikuti ribuan peserta dari Koordinator Kecamatan (Korcam) Qiraati dari 14 kecamatan yang ada di Jepara.




Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Gebyar Muharram Qiraati Jepara

Dalam kegiatan tersebut diisi dengan hiburan balasik El-Kautsar, dongeng Kak Bimo dan kesenian Wahyu Budoyo Mudo (WBM) dari Magelang serta pembagian bingkisan.

Koordinator Qiraati Cabang Jepara, H Zainal Marlis menyebutkan kegiatan menunjukkan umat Islam mempunyai tahun baru yang layak diperingati. �Tahun baru Hijriyah adalah tahun baru kita yang wajib kita rayakan,� katanya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di sela-sela kegiatan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai bentuk merayakannya pihaknya mendatangkan guru bersama santri TPQ se-kabupaten Jepara yang pagi itu tumplek-blek memadati alun-alun Jepara.

Lewat momen tersebut Qiraati Jepara juga mengenalkan sejak dini tahun baru hijriyah kepada murid. Sehingga anak-anak semakin mafhum tahun baru agama yang dianutnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di hari sebelumnya, Jumat (24/10) juga digelar Tahtiman Al-Quran bil-ghaib, tahtiman Al-Qur�an bin-nadlor 3000 guru serta pengajian umum bersama KH Marzuki Mustamar dari Malang, Jawa Timur. (Syaiful Mustaqim/Anam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Makam, IMNU Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Pacitan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pembacaan tahlil, maulidurrosul dan rotibul hadad mengawali rangkaian malam peringatan 1000 hari wafatnya ulama kharismatik asal Pondok Tremas, Al Magfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba�bud di Desa Tremas Arjosari Pacitan Jawa Timur, Selasa (21/5) malam lalu.




1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

1000 Hari KH Habib Thoyib Hasan Diperingati

Tampak hadir dalam malam peringatan 1000 hari tersebut, Alim ulama� dan habaib diantaranya KH Luqman Harist Dimyathi, KH Asif Hasyim, KH Rotal Amin, para pengurus NU Pacitan dan ? Kapolres Pacitan Serta Jamaah Majlis Al Mukarromah Pacitan.

Acara dibuka dengan muqoddimah oleh KH Luqman Harist, pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan yang mewakili sohibul bait sekaligus menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran para muhibbin dari berbagai daerah pada peringatan 1000 hari wafatanya cucu dari Simbah KH Dimyathi Abdulloh Bin Abdul Manan Dipomenggelo tersebut.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gema sholawat dan senandung pujian kepada nabi Muhammad SAW dibacakan oleh ? muhibbin yang memenuhi halaman Kediaman Al Magfurlah KH Toyyib Hasan Ba�bud.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara tersebut juga diisi dengan mauidoh hasanah yang disampaikan oleh yang pertama KH Mamik dari Nganjuk yang menyampaikan tentang hikmah dari sebuah ayat Al-Qur�an tentang kasih sayang �Qul in kuntum tuhibbu-na Allaha fattabi �u-ni yuhbibkumullahu,� atas cintanya Allah kepada baginda nabi Muhammad SAW.

Mauidhoh kedua disampaikan oleh Habib Mustofa Al Idrus, dari Tuban. Dalam ceramahnya ia menyampaikan agar kaum muslimin kususnya ? para santri untuk selalu mencintai nabi dan hormat kepada para pewarisnya.

�Karena pewaris nabi adalah para ulama� , para kyai, semua orang harus hormat kepada ulama�, karena ulama� adalah pembawa cahaya kehidupan setelah nabi,� katanya.

Peringatan 1000 hari digelar untuk mendo�akan dan mengenang jasa serta meneladani seorang ulama� sepuh pacitan yang wafat pada tahun 2011 silam.

Almagfurlah KH Habib Toyyib Hasan Ba�bud semasa hidupnya menjabat sebagai mustasyar Pondok Tremas dan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pacitan.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zaenal Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 05 Februari 2018

Ada Tiga Pandangan soal Jabatan dalam Kitab Al-Hikam

Malang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di Indonesia, sedang musimnya orang mencari jabatan. Baru-baru ini telah berlangsung pemilihan calon legislatif, sebentar lagi akan ada pemilihan presiden. Terkait dengan jabatan, kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah memiliki tiga pandangan.




Ada Tiga Pandangan soal Jabatan dalam Kitab Al-Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Tiga Pandangan soal Jabatan dalam Kitab Al-Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Tiga Pandangan soal Jabatan dalam Kitab Al-Hikam

Pertama, dilihat dari segi hakikat. Kedua, segi syariat dan ketiga segi politik. �Hal ini menjadi persoalan yang penting agar kita memahami batasan syariat yang sesungguhnya, mengenai bagaimana mencari, mengemban, dan menggunakan jabatan,� kata KH A Hasyim Muzadi dalam pengajian kitab Al-Hikam, Ahad (4/5) pagi di Masjid Al-Ghazali Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, Jawa Timur.

Rais Syuriyah PBNU ini menerangkan, dalam Kitab Al-Hikam disebutkan, apabila kamu tidak ingin tergeser maka jangan memangku jabatan yang tidak mungkin abadi. Makna secara sederhana bahwa tidak ada jabatan yang abadi di dunia ini. Lalu harus bagaimana?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Kiai Hasyim, jika kamu berani memangku jabatan maka kamu harus berani berhenti dari jabatan itu. Jika takut berhenti dari jabatan, maka tidak perlu menjabat. Hakikatnya, jabatan bersifat sementara. Berbeda dengan derajat. Derajat itu pemberian Allah berdasarkan amal seorang hamba. Derajat mulia tumbuh dari amal saleh yang diberikan Allah kemudian menjadi maqaman mahmuda atau makam yang terhormat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Secara syariat, kata Kiai Hasyim, jika jabatan itu digunakan untuk kepentingan syariat maka kemanfaatannya akan luar biasa. Tetapi penyakitnya adalah apakah dia untuk rakyatnya atau rakyatnya saja yang disuruh memilih.

Dalam keterangannya, untuk menyempurnakan jabatan secara syariat agar bisa bermanfaat, maka orang itu harus memenuhi beberapa syarat; pertama, shidiq. Yaitu jujur dalam hal apapun. Semisal jujur dalam memilih uang negara atau uang pribadi.

Kedua, amanah. Yaitu seseorang yang diangkat menjadi presiden, menteri atau DPR mesti memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ketiga, tabligh, yaitu menyampaikan gagasan semisal jika ia memimpin, rakyat akan dibawa kemana. Keempat, fathanah, dalam arti ia mengerti tugas yang ia emban.

�Apabila jabatan dilihat dari politik maka politik itu adalah pekerjaan mulia jika dilakukan oleh orang yang muli,� ujarnya.

Kiai Hasyim juga bercerita mengenai keadaan politik pada tahun 1977. Saat itu tokoh politik sangat terhormat. Semisal, saat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mengadakan kampanye, maka seluruh rumah ingin menjadi tempat kampanye karena masyarakat merasa bangga dengan perjuangan PPP.

�Politisi saat itu dianggap sebagai penyelamat agama dan negara. Berbeda dengan sekarang yang total berubah,� ucap Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dan Depok ini.

Lanjutnya, politisi saat ini tidak akan didengarkan bicaranya jika masyarakat tidak diberi bayaran dulu. Berbeda dengan acara pengajian atau istigotsahan, masyarakat tak perlu dibayar, sudah banyak yang datang. Hal ini memberikan makna, bahwa Allah masih membedakan perkara haq dan bathil.

�Mudah-mudahan, kita senantiasa dalam posisi yang benar (haq) dan diberikan keselamatan oleh Allah Swt,� pesan mantan ketum PBNU ini di akhir pengajian. (Sabiq Al-Aulia Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat

Washington DC, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, menyebut pembantaian di klub malam gay di Orlando, Florida, AS yang menewaskan 50 orang adalah �tragedi sangat serius�.

Dalai Lama juga mengatakan, adalah salah besar jika menilai semua Muslim sebagai teroris potensial. Semua agama ada beberapa pengikutnya yang jahat dan pengacau.




Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalai Lama: Jangan Tuding Muslim Teroris, Semua Agama Punya Orang Jahat

Pemimpin spiritual Tiber itu seperti hendak menyindir kandidat Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang terkesan anti imigran dan Islam.

Dalam laporannya pada Selasa (14/6), Reuters menyebutkan, Dalai Lama dimintai pandangannya tentang kasus Orlando dan larangan Trump untuk imigran Muslim masuk AS.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Dalai Lama, Trump mempunyai hak mengeluarkan pendapat. Namun, ia mengatakan, pandangan kandidat Presiden AS itu harus dipersoalkan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalai Lama mengatakan, jika dia mempunyai kesempatan, dia akan meminta penjelasan Trump �Apa alasannya? Lebih terinci.�

Pasca serangan di Orlando, Florida, Trump kembali mengemukakan gagasan kontroversialnya yakni membangun tembok pembatas, melarang imigran dan Muslim masuk ke AS.

Dalam setiap komunitas agama, kata Dalai Lama, termasuk agama Buddha, �ada beberapa orang jahat.�

�Namun, Anda tidak bisa menggeneralisasi,� katanya.

"Beberapa individu Muslim melakukan aksi teror, tetapi kita tidak bisa mengatakan semua Muslim itu teroris. Saya pastikan itu adalah pandangan yang salah.�

Lima puluh orang, termasuk pria penyerang, tewas dalam insiden penembakan di klub malam Orlando, pada Minggu (12/6/2016) dini hari.

Penembakan massal itu terburuk dalam sejarah AS. (Kompas/Masdar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya�ban

Orang-orang saleh terdahulu membaca Al-Quran lebih banyak pada bulan Sya�ban. Kebiasaan mereka kemudian ditandai oleh masyarakat. Tidak heran kalau masyarakat menamai bulan Sya�ban sebagai �bulan para pembaca Al-Quran� dan �bulan Al-Quran�.

Bahkan Amr bin Qais Al-Mala�i menghentikan aktivitas bisnisnya di bulan Sya�ban hanya untuk meluangkan waktu untuk tadarus Al-Quran.




Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya�ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya�ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya�ban

Betul bahwa tadarus Al-Quran dianjurkan di setiap bulan. Hanya saja tadarus sangat dianjurkan pada bulan-bulan penuh berkah seperti Sya�ban atau Ramadhan; atau di tempat-tempat mulia seperti di kota Mekkah, Raudhah, dan tempat-tempat mulia lainnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hasan bin Sahal meriwayatkan bahwa bulan Sya�ban bertanya kepada Allah, mengapa ia ditempatkan di antara dua bulan agung, yaitu Rajab dan Ramadhan? �Aku menjadikanmu sebagai bulan untuk umat-Ku bertadarus,� jawab Allah SWT.

Selain tadarus, umat Islam juga dianjurkan untuk banyak bersedekah kepada kalangan dhuafa. Hal ini dimaksudkan agar kelompok penghasilan rendah dan tidak menentu dapat menyambut gembira bulan puasa sebagaimana umat Islam menengah ke atas.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, �Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahumullah mengatakan, �Kami menerima riwayat dengan sanad dhaif dari Anas RA yang mengatakan bahwa ketika masuk bulan Sya�ban umat Islam tertunduk pada mushaf Al-Quran. Mereka menyibukkan diri dengan tadarus dan mengeluarkan harta mereka untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadhan,� (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya�ban?, cetakan pertama, 1424 H, halaman 44).

Tampaknya dua amalan utama salafus saleh di bulan Sya�ban perlu dihidupkan kembali di tengah masyarakat sekarang. Keduanya masih relevan untuk saat ini. Keduanya merupakan ibadah yang mencakup aspek ritual dan sosial. Wallahu a�lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam waktu dekat, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo akan segera memiliki kantor yang definitif. Pasalnya, selama ini para pengurus Muslimat NU selalu memanfaatkan aula Kantor PCNU Kota Probolinggo sebagai markas besarnya.

Kantor dengan ukuran 9x26 meter persegi tersebut terletak di Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Pembangunannya sendiri baru dimulai Sabtu (17/10) lalu yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.




Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif

�Dengan adanya kantor ini saya berharap ke depan peran Muslimat NU di Kota Probolinggo dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan bisa ditingkatkan. Sebab keberadaan dan peren serta Muslimat NU sangatlah dibutuhkan,� ujar Khofifah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait pembangunan kantor baru ini, Wakil Sekretaris PC Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi mengatakan proses pembangunan kantor ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan dana yang dimiliki.

�Pembangunan kantor ini tergantung ada dan tidaknya dana. Ada dana maka pembangunan dilakukan. ? Sebab saat ini dananya murni berasal dari donator. Tetapi target kami selesai satu tahun,� ujarnya, Selasa (20/10).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Musyarofah, peran serta seluruh pengurus dan semua pihak sangat dibutuhkan supaya pembangunan kantor ini bisa selesai sesuai dengan harapan sehingga nantinya bisa langsung ditempati untuk melayani kepentingan masyarakat.

�Mudah-mudahan keberadaan kantor baru ini bisa semakin menambah motivasi dan semangat kepada seluruh pengurus untuk lebih berkhidmat kepada organisasi untuk kepentingan masyarakat,� harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Budaya, Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

Lampung Tengah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bertempat di komplek halaman pesantren Darussaadah Kelurahan Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, ribuan warga Muslim wabil khusus warga nahdiyyin Lampung Tengah akan mengikuti pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah, Jumat (21/10) malam.

?




Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Lampung, Nariyahan Sekaligus Pendaftaran Kartanu

"Pesantren Darussaadah adalah salah satu 9 lokasi yang ditunjuk PBNU untuk lokasi konsentrasi 1 Milyar Sholawat secara serentak," ujar Sekretaris PWNU Lampung Aryanto Munawar. ? ?

?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ditengah-tengah persiapan pembacaan 1 Milyar Sholawat Naryah, Bank Mandiri cabang Bandar Lampung bekerjasama dengan PWNU Lampung sejak tadi pagi hingga malam ini membuka pendaftaran Kartanu," imbuhnya.

?

Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah Saryono mengaku senang bisa mengakses dan mendaftar langsung untuk Kartanu. Program ini sudah lama disosialisasikan ? PBNU namun baru kali ini bisa mendaftar langsung. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mukafi Niam)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.