Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Bersama Warga Mahasiswa Pesantren Annuqayah Cegah DBD

Pamekasan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para mahasiswa Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura menggandeng warga beserta perangkat desa setempat guna mencegah penyebaran penyakit mematikan yang dipicu oleh Demam Berdarah Dengue (DBD).

Aksi berupa bersih-bersih lingkungan sekitar tersebut dipelopori peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko XVI Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) di Dusun Bungkaleng, Lembung, Galis, Pamekasan Sabtu pagi (9/1).




Bersama Warga Mahasiswa Pesantren Annuqayah Cegah DBD (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Warga Mahasiswa Pesantren Annuqayah Cegah DBD (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Warga Mahasiswa Pesantren Annuqayah Cegah DBD

Nobel Irawan selaku ketua KKN Instika Posko XVI menegaskan, kegiatan tersebut diupayakan agar DBD yang saat ini banyak menjangkiti warga Lembung bisa dicegah. Berdasar penelusurannya, sejauh ini sudah ada 3 orang dari Dusun Bungkaleng yang terserang DBD.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Menurut Kepala Dusun Bungkaleng Pak Rasyid, total keseluruhan yang terjangkit DBD kini mencapai 4 orang. Tiga orang dari Bungkaleng, sisanya dari Dusun Lembung Tengah. Dan rata-rata mereka masih anak-anak," ujarnya.

Salah seorang peserta KKN Instika, Arief Al-Miftah menerangkan, berdasar hasil observasi yang dilakukan Tim KKN Instika 2016 Posko XVI, ada banyak dusun rawan yang perlu disterilkan dari DBD, yaitu, Lembung Tengah, Lembung Utara, Bungkaleng, Bengkal.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sebagai langkah pencegahan, kami akan terus melanjutkan kegiatan kerja bakti ini agar lingkungan tetap steril, dan warga bisa hidup sehat seperti sedia kala," tegas Nobel Irawan yang merupakan bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee.

KKN Instika Posko XVI mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat untuk bekerja sama guna terus menjaga, merawat, dan membina masyarakat Lembung, terutama terkait dengan penjagaan lingkungan, pendidikan, dan ekonomi. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 22 Februari 2018

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) H Arief Mudatsir Mandan meninggal dunia Senin (10/11) tadi pagi sekitar 05.45 WIB. Sahabat Arief Mudatsir dipanggil kehadirat-Nya setelah menjalani perwatan di RS OMNI Alam Sutera BSD, Serpong, Tangerang Selatan.




Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Ketua IKA-PMII Meninggal Dunia

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus sahabat dekat almarhum H. Arvin Hakim Thoha. Menurut Arvin, jenazah disemayamkan di Fontaineblue Residence No 81 Bumi Serpong Damai Tangerang.

Rencananya jenazah baru akan dimakamkan pada Selasa (11/10) besok pada pukul 08.00 WIB di Pemakaman Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dr. H. Arief Mudatsir Mandan, M.Si. lahir di Jepara pada 11 November 1956. Selain memimpin IKA-PMII menggantikan H Ahmad Bagdja, ia aktif sebagai politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di NU, ia pernah menjadi Direktur Pengurus Pusat Lakpesdam NU dan ketua Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor. Sahabat Arif adalah Ketua Forum Indonesia Satu, salah satu lembaga kajian strategis yang menjadi tempat berkumpul para alumni PMII dan telah menghasilkan banyak karya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Tangerang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua STISNU Nusantara Tangerang KH Baijuri Khatib mengatakan, pelajar di Tangerang rentan terpengaruh pergaulan bebas dan obat-obatan terlarang. Itu terkait posisi Kota Tangerang yang berdekatan dengan Jakarta.

�Berdasarkan laporan penelitian LPM STISNU ke sekolah-sekolah di Tangerang terkait seks dan obat-obatan terlarang, sangat mencengangkan. Anak-anak SLTA sudah tahu soal itu,� ungkap Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Tangerang itu dalam seminar nasional di Auditorium Hasyim Asy�ari, Jalan Perintis Kemerdekaan II Kota Tangerang, Selasa (14/3).




STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU-BKKBN Sosialisasikan Genre

Dalam forum yang sama Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Pasopati memaparkan, pihaknya tengah gencar menyosialisasikan �Genre�, yakni generasi berencana. Ia mengajak kepada para generasi bangsa untuk mengatakan tidak pada seks bebas, pernikahan dini, dan seks pranikah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Di Indonesia tidak hanya kuantitas yang perlu dikendalikan, tapi kualitas harus ditingkatkan. Untuk membangun karakter bangsa Indonesia perlu revolusi mental yang berbasis Pancasila dan UUD 1945,� jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara H Muhammad Qustulani menjelaskan bahwa ketika dua insan melakukan seks bebas kemudian celaka, maka pernikahan yang terjadi bukan direncanakan, melainkan dipaksakan. Akibatnya dalam rumah tangga timbul ketidakkeharmonisan.

�Generasi yang direncanakan adalah sesuai dengan ajaran Islam yakni ulul albab. Generasi yang disiapkan dalam spiritual sejalan dengan intelektual. Dalam Al-Qur�an diingatkan, jangan dekati zina,� papar Qustulani.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penting bagi umat Islam, lanjut Qustulani, untuk merencanakan sebuah keluarga, agar kelak tercipta generasi yang berkualitas secara intelektual dan keimanan. Sebagai bangsa besar mayoritas Muslim, segala sumber daya mineral di tanah air hendaknya dikelola oleh bangsa sendiri untuk kesejahteraan keluarga Indonesia.

Seminar diselenggarakan atas kerja sama STISNU Nusantara dengan BKKBN RI. Seminar bertema Islam Membincang Seks Bebas & Kenakalan Remaja dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa Kota Tangerang. (Suhendra/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Untuk menanamkan rasa kecintaan kepada perjuangan ulama NU, puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan mengadakan ziarah ulama (muassis) NU dan penegah agama Islam, Kamis dan Jum�at (14-15/12).

Ziarah ulama NU dan penegak agama Islam ini diikuti 45 orang dari seluruh pengurus cabang IPNU baik dari pengurus harian maupun seksi dari setiap lembaga yang ada di Kota Kraksaan.




Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kraksaan Ziarah Makam Ulama NU

�Selain untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi NU sekaligus menjaga kebiasaan para muassis NU yaitu ziarah. Di samping juga menjaga silaturrahmi antarpengurus,� kata Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam.

Menurut Imam, ziarah ke makam wali ini dilakukan melalui fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. �Banyak motivasi dan manfaat dalam melaksanakan ziarah kali ini. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW juga lebih leluasa karena dilakukan di malam hari,� jelasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ziarah makam muassis NU ini mengambil rute start dari Kantor PCNU Kota Kraksaan. Selanjutnya rombongan pelajar NU Kota Kraksaan ini menuju KH Hamid Pasuruan. Kemudian langsung menuju ke beberapa wali dan diakhiri di Surabaya ke makam Sunan Ampel.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Kegiatan disini selain kita membaca Surat Yasin dan dilanjutkan tahlil bersama. Karena ciri khas dari NU yaitu ziaroh dan tahlil. Harapannya ke depan semoga kebiasaan ini akan selalu dilakukan oleh NU, khususnya pelajar NU untuk membentengi dari ormas lain,� harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 14 Februari 2018

Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

Islam tidak sekedar agama hukum (din as-syariah), namun juga agama peradaban dan pengetahuan. Sebagai agama peradaban, tradisi Islam dalam sejarah panjangnya, selama sekitar 14 abad, menjadi bagian penting dalam peradaban dunia. Jejak peradaban ini masih monumental, dari kawasan Timur Tengah, Andalusia, Ottoman, Asia, hingga Nusantara. Sebagai agama pengetahuan, Islam juga menghasilkan produk intelektual pada tiap zamannya. Tradisi intelektual ulama Andalusia, menjadi penanda penting berkembangnya sains dalam khazanah Islam.?

Lalu, bagaimana peradaban dan pengetahuan Islam masa kini? Ali A. Allawi gelisah melihat perkembangan Islam dewasa ini, pada era teknologi dan masyarakat modern, yang hanya menampilkan sengketa, perang dan pertaruhan politik. Kajian-kajian tentang Islam, lebih banyak disesaki oleh wacana Islam politik, sesuatu yang kemudian meminggirkan khazanah pengetahuan dalam agama ini.?

Dalam buku ini, Allawi terfokus untuk berusaha menemukan akar-akar yang lebih mendalam dari krisis Dunia Islam. Allawi juga menggali jawaban tentang ketidaksesuaian Islam dengan dunia modern, apakah intrinsik pada agama atau karena faktor-faktor yang lain, termasuk di dalamnya merosotnya kekuatan-kekuatan hakiki dan jati dirinya.?

Allawi berusaha menjawab tiga persoalan mendasar; pertama. Masih bisakah kita berbicara tentang satu peradaban Islam, ataukah Islam terpecah dalam satu kesatuan etnis, budaya, dan nasional dengan ikatan longgar satu sama lain? Kedua, apakah peradaban Islam bisa berulang kembali, ataukah telah hilang ditelan zaman? Ketiga, apakah syarat-syarat yang memungkinkan peradaban Islam lahir kembali di dunia? Dalam rangkaian utuhnya, Allawi berusaha memberikan argumentasi, apakah sebuah masyarakat modern dengan segenap kompleksitasnya dengan ketegangan dan sengketa, dapat dibangun berdasar visi ketuhanan? (hal. 18-19).?




Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

Secara jernih, setelah melacak akar peradaban dan pengetahuan Islam, Allawi memuji lahirnya tokoh-tokoh Muslim yang menjembatani pengetahuan agama dan sains. Ali A. Allawi mengungkapkan tentang pentingnya pencerahan pengetahuan, seperti pada sosok Sayyed Hosein Nasr. Kisah hidup Sayyed Hosein Nasr menjadi contoh penting yang disajikan Allawi sebagai gambaran pencerahan pengetahuan, dalam tradisi intelektual Islam modern. Nasr terlahir di Iran pada 1933, dalam tradisi intelektual dan keluarga dokter terkemuka. Nasr mempelajari fisika di MIT, hingga kemudian menyelesaikan Ph.D dari Harvard pada 1958, dengan karya riset bidang sejarah Islam.?

Nasr kembali ke Iran, menjadi seorang cendekiawan terkemuka dan tokoh pendidikan yang penting di negeri itu. Pascarevolusi Iran, 1978-1979, Nasr meninggalkan Iran dan tergabung dengan George Washington University. Ia terinspirasi oleh kelompok tradisionalis, sekelompok cendekiawan Eropa yang umumnya telah masuk Islam. Kelompok ini menggali inspirasi dari pemikir Perancis, Rene Guenon. Selain itu, ahli metafisika Fritjhof Schuon, Titus Burckhardt (sejarawan seni), Martin Lings (cendekiawan dan kurator museum) juga termasuk dalam kelompok ini.?

Dalam pandangan kaum tradisionalis, kelanjutan berbagai tradisi keagamaan yang autentik merupakan satu-satunya cara bagi manusia untuk menghubungkan diri dengan agama primordian. Kelompok ini, mendukung gagasan filsafat perenial, yang berusaha menemukan kesatuan keilahian dari seluruh agama pada dimensi terdalam yang esoterik (hal. 371).?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perlawanan Sufistik ?

Dalam khazanah Islam, kelompok tarekat dan jaringan ulama sufi, memiliki peran signifikan untuk menggerakkan pendukungnya, yang pada akhirnya mempengaruhi wajah zaman. Kelompok sufistik ini, seringkali dipandang sebelah mata dalam kajian intelektual peneliti dari berbagai universitas. Hali ini, lebih karena kurangnya pemahaman dan sempitnya wawasan dalam memahami fenomena jaringan tarekat. Padahal, gerakan sufistik ? berpengaruh pada ruang geografis dan historis.?

Gerakan-gerakan revivalis (kebangkitan) Islam mendahului kedatangan orang-orang Eropa. Pada abad 18, terjadi peningkatan signifikan jumlah gerakan reformasi dan kebangkitan yang memperjuangkan pemurnian kehidupan dan masyarakat Islam. Fenomena ini, sejalan dengan surutnya jaringan kekuasaan tiga kerajaan besar Islam pada masa itu.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Para pemimpin berbagai gerakan ini umumnya berasal dari barisan ulama dan para sufi. Para ulama tercengang oleh longgarnya standar agama dan toleransi terhadap praktik-praktik yang perlu dipertanyakan, bahkan menyerupai kemusyrikan, yang semakin menjangkiti Islam populer," tulis Alawi (hal. 76).?

Di kerajaan multietnis di Mughal, yang mayoritas populasinya pemeluk Hindu. Pada masa Raja Aurangzeb, raja terakhir di Mughal, ia berusaha menuntaskan kebijakan akomodasi religius dan mengusahakan pemberlakuan identitas Islam. Sebelumnya, kebijakan kerajaan sangat akomodatif terhadap sinkretisme, bahkan pada beberapa kisah sangat dianjurkan oleh kerajaan. Usaha Aurangzeb menemukan titik akhir, dengan berakhir pula masa kekuasaannya di Mughal. Para ulama bangkit untuk mengokohkan misi Aurangzeb, menguatkan identitas Islam di negeri yang longgar terhadap identitas keagamannya. Syah Waliyullah Dahlawi (1703-1762), yang terlahir di Uttar Pradesh, India belajar tekun di Makkah dan Madinah selama 12 tahun.?

Para ulama di berbagai kawasan melakukan gerakan revivalis, untuk membangkitkan kembali gairah keislaman. Pada abad 18 dan 19, juga muncul gerakan Sufi Naqsyabandiyah, yang mengusahakan pemurnian sufi dari praktik-praktik serta penambahan-penambahan yang tidak diterima oleh para ulama ortodoks.?

Perlawanan anti-Belanda di Aceh pada abad 19, juga melibatkan jaringan tarekat Naqsyabandiyah, yang juga terjadi di kawasan Kaukasus. Pemberontakan melawan Rusia oleh Imam Mansur pada 1785-1791, dan kemudian diteruskan Imam Syamil, menggunakan jaringan tarekat Naqsyabandiyah. Kemudian, tarekat Sanusiyah yang didirikan oleh Muhammad Ali al-Sanusi (1787-1895), menjadi referensi penting bagaimana gerakan tarekat menjadi motor penggerak perlawanan terhadap rezim kolonial. Al-Sanusi membangun beberapa pondok sufi (zawiyah) di kawasan Gurun Libia, sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat perlawanan terhadap serbuan Prancis dan Italia ke Sahara (hal. 78).?

Dalam buku ini, Allawi mengkaji tentang bagaimana Islam bangkit di tengah krisis peradaban. Allawi melihat, bahwa agama memiliki karakteristik masing-masing. Menurut Allawi, agama dalam beragam cara, menilai individu dan kolektifitas. Agama Buddha merupakan jalan soliter menuju pencerahan dan kesempurnaan. Agama Yahudi memperlihatkan kolektivitas, baik ruhaniah maupun duniawiyah. Refomasi Protestan mengenai kemungkinan individu, melalui kesalehan dan ibadah individual, untuk mencapai keselamatan (hal. 25).?

Dalam buku ini, Allawi menggarisbawahi pentingnya kebangkitan Islam sebagai agama pengetahuan dan peradaban, bukan sekedar sebagai agama politik dan hukum.?





Info Buku

Penulis : Ali A. Alawi?

Judul Buku : Krisis Peradaban Islam: Antara Kebangkitan dan Kebutuhan Total?

Penerbit : Mizan, November 2015?

ISBN : 978-979-433-899-5?

Peresensi

Munawir Aziz

Pergiat di GusDurian dan Gerakan Islam Cinta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Tegal, Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan

Banyuwangi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rektor Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Kholilur Rohman mengajak para pengurus baru Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) di kampus setempat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.




Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rektor IAI Ibrahimy Dorong IPNU-IPPNU Jadi Agen Perubahan

"Sebagai agen perubahan, kalian harus bisa melakukan apa saja yang bisa kalian lakukan sesuai dengan job atau profesi masing-masing," tutur Kholilur di hadapan para pengurus IPNU-IPPNU Ibrahimy masa khidmat 2016-2017.

Ia mengatakan hal itu pada momen pelantikan yang digelar di Auditorium K.H.R Asad Syamsul Arifin kampus setempat, Kamis (26/01). Turut hadir para kader utusan PC IPNU-IPPNU Banyuwangi, PK IPNU IPPNU SMA NU Genteng, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi mahasiswa ekstra kampus (Omek), dan dosen IAI Ibrahimy Genteng.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Tidak perlu yang muluk-muluk. Mulai dari hal terkecil saja terlebih dahulu. Kalian akan menjadi besar dan bisa benar-benar menjadi agen perubahan dengan sendirinya," tambahnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Banyuwangi. Khozinul Mawahib, Ketua IPNU Ibrahimy Genteng menyampaikan, pelantikan bukan hanya seremoni, namun sebagai awal dalam menjalankan tugas organisasi.

"Dari sini (IPNU IPPNU), kita akan belajar bagaimana menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam berorganisasi," pungkas mahasiswa semester 5 tersebut.

Acara tersebut diakhiri dengan sarasehan keterpelajaran yang dipaparkan oleh dosen IAI Ibrahimy Genteng dan jurnalis Radar Banyuwangi. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (DPN Gemasaba) menilai keberadaan dan aktivitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membahayakan keutuhan NKRI. Karena itu, Gemasaba mendesak pemerintah agar segera membubarkan organisasi transnasional ini.




Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI

Ketua Umum DPN Gemasaba Ghozali Munir menyampaikan hal tersebut di kantor DPP PKB, Ahad (21/9). "Keberadaan Hizbut Tahrir atau organisasi makar yg bercita-cita mendirikan khilafah di bumi Indonesia sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI dan pemerintah harus segera membubarkannya," tegas Ghozali.

Menurut Ghozali, Hizbut Tahrir tidak layak hidup di bumi Indonesia karena pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain itu, lanjutnya, cita-cita Hizbut Tahrir untuk mendirikan khilafah di Indonesia termasuk tindakan makar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jika pancasila diubah maka Indonesia akan bubar. Ide khilafah adalah ide bodoh dan kurang ajar. Mereka tidak ikut berjuang mengusir penjajah, tetapi tiba-tiba datang sambil menikmati indahnya kemerdekaan dan kebebasan demokrasi tetapi ingin menghancurkannya dan menggantinya dengan ide khilafah yang absurd," ujar Ghozali bernada geram.

Lebih jauh menurut Ghozali, Nabi Muhammad sendiri tidak pernah memakai ide khilafah sepihak dalam mendirikan negara, akan tetapi memakai satu konstitusi yang disusun bersama seluruh elemen bangsa yang bernama Piagam Madinah. Posisi Pancasila adalah sama persis dengan piagam madinah yang dipraktikkan Nabi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ghozali menambahkan, sebagai tindakan konkret penolakan Gemasaba atas Hizbut Tahrir, DPN Gemasaba telah memasang berbagai spanduk di berbagai sudut ibukota yang isinya menyadarkan masyarakat akan bahaya Hizbut Tahrir.

"Kami dalam waktu dekat juga akan mengirim surat resmi kepada Kesbangpol Depdagri (Kementerian Dalam Negeri, red) dengan tuntutan agar pemerintah segera membubarkan Hizbut Tahrir," pungkasnya. (Nidhomatum MR/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Pendidikan, Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.