Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru.




Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

�Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,� katanya.

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.

�Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,� jelasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing.

�Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,� pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

�Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,� katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI.

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya.

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja, Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya.

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya, GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 07 Maret 2018

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Dalam kitab Irsy�dul Ib�d dikisahkan, suatu hari seorang laki-laki menjamu Sufyan ats-Tauri dan kawan-kawannya. Lantas ia berkata kepada istrinya, "Berikanlah hidangan padaku hidangan yang kamu bawa dari haji yang kedua, bukan haji yang pertama."

Orang yang cermat akan segera tahu, pesan apa di balik lelaki itu berkata demikian. Si lelaki di satu sisi sedang memerintahkan sang istri menyuguhkan hidangan, tapi di sisi lain sekaligus memamerkan ke orang-orang di sekitarnya bahwa ia telah berhaji dua kali.

Dalam ilmu balaghah, laki-laki ini memang sedang melontarkan kalam insya (thalabi), yakni berupa perintah kepada istrinya, namun di saat bersamaan terkandung maksud terselubung mengungkapkan kalam khabar (informasi) tentang prestasi ibadah kepada para tamunya. Secara tersurat memerintah, tapi secara tersirat memamerkan sebuah kebanggaan.




Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Dua Kali yang Sia-sia

Lalu, apa respon Sufyan at-Tsauri terhadap lelaki yang pamer itu?

"Sungguh kasihan orang ini. Dengan perkataannya itu dia telah menghapus pahala dua hajinya. Semoga Allah menyelamatkan kita dari riya," kata ulama alim dan zuhud yang wafat pada 778 M ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pernah suatu kali Rasulullah menerima pertanyaan dari seorang laki-laki yang datang kepada beliau, "Apa itu keselamatan pada hari esok (hari Kiamat)?"

"Ketika kamu tidak menipu Allah," jawab Rasulullah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Bagaimana kita menipu Allah?"

"Yaitu ketika kamu menunaikan perintah Allah dan rasul-Nya namun kamu bertujuan untuk selain ridha Allah. Berhati-hatilah dari riya karena sesungguhnya ia termasuk kategori syirik kepada Allah," balas Nabi lagi.

Demikian disampaikan dalam hadits riwayat Adz-Dzahabi. Hadits ini melanjutkan sabda Nabi bahwa kelak di hari Kiamat orang-orang riya dipanggil di hadapan orang banyak dengan empat nama: "wahai orang kafir", "wahai orang durhaka (f�jir)", "wahai orang cedera (gh�dir)", dan "wahai orang merugi (kh�sir)".

Perbuatan orang riya tersebut, jelas Nabi, sesat dan pahalanya pun musnah, sehingga ia tak memiliki bagian apa-apa di hari Kiamat. Selanjutnya diseru kepadanya, "Ambillah pahala dari orang-orang yang menjadi tujuan amalmu, wahai penipu diri sendiri."

Dalam kitab Irsy�dul �Ib�d pula diceritakan bahwa seorang imam ditanya tentang siapa orang yang disebut ikhlas. Ia jawab, "Orang yang merahasiakan kebaikannya sebagaimana menyimpan kejahatannya."

Wallahu alam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, AlaNu, Nusantara Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Seruan Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi untuk Bangsa Indonesia

Ketua Ikatan Ulama Suriah Dr Syekh Muhammad Taufiq Said Ramadhan al-Buthi mengeluarkan seruan khusus untuk bangsa Indonesia. Putra dari ulama terkemuka Suriah, almarhum Syekh Ramadhan al-Buthi yang wafat akibat bom bunuh diri anggota kelompok ekstrem, ini memuji sembari menaruh harapan kepada Muslim di Tanah Air. Berikut teks lengkap seruan tersebut yang dikirim ke redaksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. Seruan untuk Bangsa Indonesia




Seruan Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi untuk Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi untuk Bangsa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Syekh Taufiq Ramadhan al-Buthi untuk Bangsa Indonesia

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Segala puji bagi Allah Pencipta semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, sahabat, dan pengikut mereka dengan kebaikan hingga hari akhir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wahai saudaraku yang mulia di Indonesia, negeri yang penuh dengan keberkahan, yang penduduknya mencintai Islam, lalu memeluk Islam juga karena cinta terhadap agama ini, karena mereka merasa kagum dengan akhlak mulia yang mereka temukan dalam Islam, serta sifat-sifat terpuji dari umat Islam yang bersosialisasi dengan mereka. Suatu fakta yang meniscayakan Indonesia menjadi negeri muslim terbesar, dengan penduduk dan luas teritorialnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Saya temukan pada diri kalian, kemurnian fitrah dan akhlak yang baik, sesuatu yang menjadikan saya sangat cinta pada negeri ini dan penduduknya. Saya merasakan, penduduk Indonesia berhasil merepresentasikan kejernihan bersikap yang dibutuhkan oleh banyak bangsa-bangsa Muslim.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Umat Islam saat ini membutuhkan keteguhan dalam berpegang diri pada Islam yang benar, yang jauh dari propaganda yang mereduksi (kebenaran ajarannya). Umat Islam butuh untuk mempraktikkan semua petuah, yang sementara ini hilang dari pikiran kita, (padahal) itu adalah inti syariat dan dasar agama kita. Jika tidak, maka bahaya mengancam umat dan akan menghancurkannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?} ? 92 ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } ? ? 103

? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? 10

Saya tidak mengerti, mengapa perpecahan dan perselisihan menimpa umat ini, padahal kita adalah umat yang disebut oleh Allah dalam firman-Nya: �Sungguh agama tauhid inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.� (QS. Al-Anbiya: 92)

Allah memerintahkan, sekaligus menguji kita dalam perintah-Nya, �Dan berpegang teguhlah kamu semua pada tali (agama) Allahdan janganlah kamu bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu kalian agar kamu mendapatkan petunjuk.� (QS. Ali Imran: 103)

Allah juga berfirman kepada kita: �Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu (yang berselisih). Bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat.� (QS. Al-Hujurat: 10)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Sesungguhnya kaum yang tamak terhadap sumber daya bangsa kita, begitu benci terhadap persatuan kita, tidak suka kita menjadi umat yang satu. Mereka tidak suka, kita seiya sekata sehingga menjadi kuat dalam ekonomi, kuat dalam lembaga pendidikan dan perusahaan kita, kuat dalam independensi keputusan dan kedaulatan bangsa. Sungguh banyak kekuatan zhalim yang menginginkan bangsa kita bekerja untuk kepentingannya, (sehingga) bangsa ini menjadi miskin, tidak memiliki keputusan dan kekuatan, lemah, tidak mampu membela kepentingan dan tidak mampu bangkit.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ?! ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? " ? ? ? ? ? " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? "

Saat ini kita butuh pada persatuan umat dan merapatkan barisan, melaksanakan perintah Allah agar kita berpegang taguh pada tali-Nya, demi menjaga masa depan umat. Agama kita mempersatukan, bukan memecah belah, lalu mengapa kita terpecah tidak mau bersatu? Agama Islam menyeru kita untuk saling mencintai dan bekerjasama, lalu mengapa kita saling membenci dan menjauh? Bukankah Nabi Muhammad SAW dalam hadits shahih mengingatkan, �Janganlah saling hasud, berseteru, saling membenci, saling menjauh. Sebagian kalian tidak boleh menjual atas jualan sebagian yang lain. Jadiah hamba Allah yang bersaudara. Muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak boleh menganiaya, merendahkan, dan menghinanya. Ketakwaan itu ada di sini (Nabi menunjuk dada beliau sebanyak tiga kali). Cukuplah kejelekan seseorang, dengan dia merendahkan saudaranya yang muslim. Setiap muslim bagi muslim yang lain, haram darah, harta, dan kehormatannya.�

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? 10. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } ? 53. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Sesungguhnya faktor yang dapat menyatukan kita, meski dengan beragamnya pendapat dan perbedaan ijtihad, lebih besar daripada faktor yang dapat memisahkan kita. Tidak selayaknya kita memberi kesempatan pada setan untuk merusak hubungan persaudaraan yang telah diamanahkan Allah di antara kita. Bukankah Allah berfirman kepada kita: �Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu (yang berselisih). Bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat.� (QS. Al-Hujurat: 10). Bukankah Allah mengingatkan kita, terhadap siapapun yang merusak hubungan di antara kita, dan Allah menjelaskan kepada kita bahwa dia adalah setan. Allah berfirman: �Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik. Sungguh, setan itu selalu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.� (QS. Al-Isra: 53). Setan pada ayat ini, terkadang berbentuk jin, terkadang pula berbentuk manusia. Siapapun yang berkeinginan menyebarkan perpecahan dan kebencian di antara kita, dia telah memerankan pekerjaan setan.

? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Saudaraku yang mulia. Marilah kita mengadakan perjanjian berdasarkan prinsip-prinsip agama kita, berpondasikan hal-hal yang telah disepakati oleh nash-nash syari�at, yang tidak ada perbedaan di dalamnya. Berdasarkan hal itu semua persatuan kita terjaga dan barisan kita menjadi kokoh.Berdasarkan hal itu kita bersatu, menebarkan cinta di antara kita, bukan kebencian.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ,? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? } ? 33

Semua kita beriman kepada al-Qur�an dan Sunnah yang suci, sebagai sumber syariat, dalam rangka mengamalkan firman Allah, �Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.� (QS. Muhammad: 33)

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?:{? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? 23? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?" . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kita semua cinta kepada keluarga Nabi, di mana kecintaan kepada mereka merupakan bagian dari ajaran agama kita. Keturunan Nabi Muhammad SAW adalah panutan kita. Cinta kepada semua sahabat, sesuai prinsip persatuan umat, seperti yang dimaksud oleh kebanyakan sahabat, adalah perkara yang tidak dapat dipungkiri. Bukankah Allah berfirman: �Katakanlah (Muhammad), �Aku tidak meminta kepadamu sesuatu impalan pun atas seruanku, kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan, dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.� (QS . al-Syura: 23). Kita tidak lupa terhadap hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan al-Nasai, dengan redaksi yang mirip, dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Rasulullah SAW dalam hajinya, pada hari Arafah, berkhutbah - sedang beliau berada di atas unta beliau �Qashwa�. Aku mendengar beliau bersabda: �Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku meninggalkan untuk kalian sesuatu yang bila kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Itrah, keluargaku.� Dan pastinya kalian tahu, bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW adalah penyebab masuknya Islam di negara kalian, Indonesia.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?}? 7 .

Kita semua sepakat bahwa di antara tugas kita adalah mempelajari hal pokok dalam akidah kita, hal pokok dari hukum-hukum syariat. Hal itu dapat menjadikan sah ibadah dan muamalah kita. Jalan menuju ke sana adalah dengan cara kembali kepada ulama yang disebut sebagai �orang yang berilmu� oleh Allah dalam kitabsuci-Nya: �Dan Kami tidak mengutus (Rasul-Rasul) sebelum Engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui.� (QS. Al-Anbiya: 7)

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Karena tidak semua orang mampu mengambil hukum dari al-Qur�an dan Sunnah, maka menjadi suatu keniscayaan orang awam kembali kepada ulama yang kompeten. Mereka tidak mampu mempraktikkan syarat ijtihad, maka mereka harus kembali kepada hasil ijtihad para ulama mujtahid. Umat Islam selalu konsisten dan terbukti selalu mengikuti imam-imam mujtahid madzhab. Mengikuti mereka bukan karena mereka atau hasil ijtihad mereka belaka, namun capaian madzhab mereka dalam dinamika perjalanan madzhab, mulai generasi ashhab, kemudian ulama mujtahid madzhab, lalu pen-tarjih, dan mufti. Hal itu terjadi berabad-abad, melalui proses penelitian mendalam (tahqiq) dan diskusi (munaqasyah) hingga madzhab mereka teruji, di mana salah seorang di antara kita tidak dapat melakukannya.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bukanlah suatu kebijaksanaan, kita memulai sesuatu yang telah dilakukan oleh para imam yang jeda masa mereka dengan Nabi Muhammad SAW hanya dua abad. Kita tidak dapat acuh terhadap usaha mereka, perpustakaan besar yang mengoleksi karya fiqih, dan segala apapun yang menjelaskan tentang syariat. Sedangkan kita di masa ini dipisahkan oleh 14 abad. Bahasa kita lebih lemah untuk memahami nash (dalil). Penguasaan kita terhadap syarat ijtihad dan pirantinya sangat lemah. Tidak mengindahkan madzhab-madzhab fiqih berarti memusnahkan khazanah keilmuan klasik, sesuatu yang telah dihasilkan oleh ribuan ulama. Mereka mengerahkan segenap usaha untuk meneliti produk-produk ijtihad para imam fiqih dan para pengikut mereka pada era berikutnya.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Mereka juga menyempurnakan amal usaha dalam membangun keilmuan fiqih ini untuk menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi saat sudah tersedia nash, atau hal-hal yang telah terjadi atau dipotensikan akan terjadi. Hasil diskusi antar ulama merupakan simpanan kekayaan besar, dalam pola diskusi yang baik, sisi pengambilan hukum dari dalil (idtidlal), dalam kekuatan dan keelokannya.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Umat Islam meskipun berbeda, namun mereka bertemu dalam pokok dan prinsip agama yang sama, berupa hakikat keimanan, sumber hukum, dan lainnya. Umat Islam sebenarnya sejak dulu telah berbeda pendapat, namun mereka menyudahi perbedaan mereka dengan diskusi ilmiah, dilakukan di masjid-masjid, atau di depan pemerintah. Mereka tidak menyelesaikan perselisihan itu dengan kekerasan, kecuali yang memang hujjahnya lemah. Umat Islam dari kalangan Ahlussunnah Wal-Jama�ah tidak berinteraksi dengan kelompok yang berbeda dengan cara keras dan lalim. Hal itu memang tidak sepatutnya terjadi. Kita, jika diperintahkan untuk bedebat dengan ahli kitab atau kelompok yang berbeda lainnya, harus hanya dengan cara yang baik. Lalu, mengapa kita lebih memilih cara ekstrim, takfiri, dan keras terhadap saudara-saudara kita sendiri yang terkadang mereka berbeda dengan kita yang umumnya dalam masalah ijtihadiyah, atau yang kebenarannya relatif (tidak absolut).

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)? 10 ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allah telah memerintahkan kita untuk mengatakan kepada Ahli Kitab: �Katakanlah:"Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu.� (QS. Ali Imran: 64). Jika Allah memerintahkan kita sedemikian rupa dalam menyikapi non Muslim, maka lebih utama lagi bagi kita untuk mencari pola yang dapat menyatukan kita. Bukan dengan cara mencari dan memanfaatkan perselisihan, atau mencari-cari hal-hal yang kita anggap salah pada saudara kita. Penyematan kata kufur dan syirik terhadap kelompok berbeda tidak menguntungkan persatuan umat yang telah diperintahkan Allah. Hal itu bertentangan dengan firman Allah:

�Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara kedua saudaramu (yang berselisih). Bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapatkan rahmat.� (QS. Al-Hujurat: 10).

Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmt.� (QS. Al-Anfal: 46)

Semua perselisihan itu telah menjadikan umat Islam berkeping, tercerai-berai, lemah dalam menghadapi musuhnya, tidak mampu mewujudkan berbagai kemaslahatannya.

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?)

Allah telah menyebut umat Islam bahwa mereka adalah �Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka

-? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?: ? ? ? ? ? ? ...

Sebagai penutup, wahai saudara yang saya cintai, sesungguhnya negeri kalian adalah amanah di pundak. Karena itu jangan kalian rusak dengan keteledoran dan perselisihan. Umat kalian adalah amanah di pundak, jangan diceraiberaikan dengan polemik dan perseteruan. Kalian adalah bangsa yang beriman, yang baik, yang tetap menjaga persatuan umat meski pernah digampur oleh banyak serangan, selama lebih dari 3 abad. Persaudaraan Islam adalah amanah Allah, karena itu jangan dirusak. Allah akan menanyai kalian tentang hal ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Semoga Allah menjaga Indonesia, bangsa, agama, pemuda, pemudi, pesantren, dan universitas negeri ini. Semoga Allah menjadikannya senantiasa berada dalam bimbingan-Nya. Semoga Allah memberipetunjuk terhadap hal yang Dia ridhai. Semoga kalian dan negeri kalian mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, dan kemakmuran.

?

(Red: Mahbib Khoiron)

.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Amalan, AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 18 Februari 2018

Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru hijriyah 1438, Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Cabang Jepara menggelar Festival Hadrah se-kabupaten Jepara yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Jepara, Kamis (29/9/16) mendatang.?




Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Asnawiyah Lagu Wajib Festival Hadrah Ishari

Adapun lagu wajib yang dibawakan ialah ialah Shalawat Asnawiyah (shalawat kebangsaan) karya KH R. Asnawi Kudus. Dipilihnya shalawat Asnawiyah sebagai lagu wajib menurut sekretaris panitia, M. Miqdad Sya�roni karena berharap wasilah shalawat dan memuji kepada rasulullah.?

�Sehingga negeri dan seluruh rakyat Indonesia selalu diberi rasa aman dan diberkahi,� katanya saat dihubungi via seluler, Kamis (08/09/16) pagi.?

Untuk persyaratan lomba; peserta dan grup hadrah di wilayah kabupaten Jepara, peserta hanya dibatasi 25 grup, setiap grup terdiri dari 15 personil dan 2 pendamping, peserta adalah delegasi dari sekolah, pesantren, mushola/ masjid dan organisasi sosial kemasyarakatan, melampirkan piagam lomba yang pernah diikuti, melampirkan surat delegasi dengan bukti distempel, bersedia menaati peraturan dan keputusan dewan juri.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendaftaran dibuka 05-17 September 2016 hari Senin-Jum�at jam 10.00-15.00 wib di gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51. Lomba ini memperebutkan tropi Bupati Jepara dengan total hadiah 10 juta rupiah.?

Mewakili M. Ulil Albab selaku ketua panitia, Miqdad menambahkan kegiatan betujuan untuk memupuk mahabbah kepada Rasulullah dan membumikan shalawat di Jepara. Juga untuk menggelorakan semangat dalam menyambut tahun baru 1438 H.?

�Kami berharap melalui shalawat kabupaten Jepara selalu gemah ripah loh jinawi diberi ketentraman, kondusif serta aman sejahtera umat, pejabat, umara, ulama serta masyarakatnya,� harapnya sebagaimana pesan sms yang dikirim ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, AlaNu, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 15 Februari 2018

LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda

Pamekasan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Pamekasan mengadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) kader dai muda di kediaman KH Moh Munir, Lembaga Nahdlatul Muslimin, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Ahad (12/2).

Kegiatan yang diikuti 109 peserta delegasi pesantren se-Pamekasan itu dihadiri Mustasyar PCNU KH Jufri dan KH Ilyas, Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim, pengurus harian syuriyah dan tanfidziyah, serta Khoirul selaku Kasat Bimas Polres Pamekasan.




LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Pamekasan Cetak 109 Kader Dai Muda

Panitia sejatinya menargetkan 80 peserta. Namun, membeludak hingga tembus 109 orang.

Ketua LDNU Kiai Afiful Khoir mengatakan, kegiatan itu merupakan amanat muskercab PCNU yang dilaksanakan September 2016 lalu. Dengan adanya pelatihan dai, pihaknya berharap kemunculan dai-dai muda yang santun dan ramah untuk menyebarkan Islam rahmatan lil alamin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dan ini adalah angkatan pertama. Nanti dilanjutkan dengan pelatihan angkatan kedua," tegas Kiai Afif yang sering diundang sebagai penceramah di Madura hingga luar Madura ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PCNU KH Taufiq Hasyim mengatakan, seorang dai harus ikhlas dalam rangka mengajak umat untuk takwa kepada Allah.

"Berdakwah adalah tugas mulia. Sebab, dai adalah penyambung lidah ulama dalam rangka beramar ma�ruf nahi munkar melalui mimbar pengajian-pengajian dari tempat satu ke tempat yang lain," tukas Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Sumber Anom Palengaan Pamekasan tersebut.

Kegiatan ini berlangsung sampai sore dengan empat materi. Panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya. Salah satunya ialah KH Muslih Adnan selaku seorang dai kondang di Pamekasan yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua LDNU Pamekasan. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, AlaSantri, Cerita Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 07 Februari 2018

Israel Juga Teroris

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdlatul Ulama (NU) semakin geram dengan rencana Israel yang akan menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran lewat serangan nuklir. Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini menilai, jika memang dilakukan, maka negara zionis itu juga patut disebut teroris.

�Rencana seragan Israel ke Iran, bukti untuk kesekian kalinya bahwa teori terorisme itu adalah relatif (tidak hanya kepada dunia Islam: Red); siapa meneror siapa. Kalau itu benar, Israel juga teroris,� kecam Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi usai bertemu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (8/1)

Tak puas memporak-porandakan Libanon saat perang melawan pejuang Hizbullah, negara sekutu Amerika Serikat itu telah membuat rencana rahasia untuk menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran lewat serangan nuklir seperti ditulis harian terbitan Inggris, "Sunday Times".




Israel Juga Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Juga Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Juga Teroris

Koran itu mengutip beberapa sumber militer Israel yang mengatakan dua skuadron tempur telah dilatih untuk meledakkan instalasi pengayaan di Natanz dengan menggunakan bom nuklir berkekuatan rendah bernama "perusak bunker".

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah mengimbau agar Israel "dihapus dari peta", dan Israel yang diyakini berbagai pihak merupakan satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah mengatakan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hasyim mengimbau kepada seluruh umat Islam di dunia agar sadar bahwa saat ini Islam sedang dihancurkan satu per satu oleh kekuatan adidaya. Eksekusi mati mantan Presiden Irak Saddam Hussein yang akan memicu perang saudara di negeri kawasan Timur Tengah itu, katanya, menambah bukti paling mutakhir bahwa kekuatan adidaya tak akan pernah membiarkan Islam menjadi besar.

Proses penghancuran itu, tambah Hasyim, akan semakin cepat manakala umat Islam sendiri mudah dipecah-belah. Oleh karenanya, simpul Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu, tak ada pilihan lain bagi umat Islam kecuali bersatu dalam sebuah barisan untuk melawan.

�Rusaknya kaum muslimin di Timur Tengah merupakan potret buram umat Islam. Di Asia Tenggara tidak boleh terjadi seperti itu. Kuncinya adalah ukhuwah Islamiyah,� tegas Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS).

Senada dengan Hasyim, Din Syamsudin menegaskan, jika masyarakat dunia meyakini atas teori dan skenario besar upaya penghancuran dunia Islam, maka hal itu akan menjadi kenyataan tatkala Israel akan benar-benar menyerang Iran.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konflik tak berujung umat Islam di Timur Tengah, menurut Din, seharusnya menjadi pelajaran bagi umat Islam di belahan bumi lainnya. Jangan sampai hal tersebut melebar ke negara-negara Islam lainnya. �Khususnya pertentangan di Irak, jangan sampai melebar ke mana-mana,� pungkasnya.

Untuk menghindari hal itu, Din berharap kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI) agar segera berbuat sesuatu untuk menyelamatkan umat Islam. Ia mendesak organisasi negara-negara Islam pimpinan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi itu bisa mencegah konflik serupa di negara Islam lainnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para calon mahasiswa Indonesia yang mengikuti program strata satu (S-1) pada International University of Africa, Sudan, dan telah lulus seleksi yang diadakan selasa (3/10) lalu akan diberangkatkan setelah lebaran Idul Fitri. Perkuliahan baru dimulai awal November 2006 nanti.

�Kami sangat bahagia dengan kerjasama ini. Kami berharap ini menjadi langkah yang baik untuk mempererat hubungan antara Kudutaan Sudan dengan ormas-ormas Islam di Indonesia,� kata Sekretaris Dua Bidang Kerjasama Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Sudan El Rayh A. El Mahdi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor Kedubes Sudan, Jakarta, Kamis (5/10).

Dikatakan El Rayh, program pertukaran mahasiswa itu diharapkan dapat menghasilkan perkembangan yang baik dalam kerangka hubungan antara bangsa-bangsa Islam.




Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa yang Lulus Seleksi akan Diberangkatkan Setelah Lebaran

5 dari 30 mahasiswa yang dikirim ke Sudan merupakan perwakilan dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU), yakni Muhibbul Jamil (jember), Abdussalam (Cirebon), Karimullah (Jakarta Timur), Aang Mudhi Gozali (Tasik Malaya) yang kesemuanya memilih fakultas syariah, dan Ulfiyatul Abidah (Jakarta Barat) pada fakultas tarbiyah.

�5 Kader NU ini sedianya dipersiapkan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para syekh di sana, terutama ilmu-ilmu yang tidak dipelajari di sini. Diharapkan tidak hanya sampai S-1 tapi sampai S-3 dengan hasil yang baik,� kata HM. Dawam Sukardi Koordinator Pelaksana Biro Urusan Beasiswa Timur Tengah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain bebas biaya kuliah para calon mahasiswa dari Indonesia mendapatkan fasilitas berupa asrama, makan-minum dan kebutuhan sehari-hari, buku-buku kuliah. Pada hari-hari liburan para mahasiswa yang memenuhi standar penilaian akan mendapatkan bonus uang saku.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat ini para calon mahasiswa sedang menyelesaikan persyaratan teknis seperti pemeriksaan kesehatan, pengurusan paspor dan visa serta penandatanganan perjanjian atau kontrak belajar.

�Ada persyaratan yang sangat baik dan harus ditandatangani oleh para mahasiswa dari Indonesia, yakni para mahasiswa tidak boleh tinggal bersama dalam satu asrama dengan rekan senegaranya. Ini penting agar mereka dapat mengenal banyak budaya dari negara-negara Islam yang lain. Kalau ingin berorganisasi ya di luar asrama,� kata Dawam. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Ubudiyah, AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Said: Dengan Budaya, Islam Kuat

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jauh sebelum Islam datang, masyarakat Nusantara telah memiliki kekayaan budaya dan tradisi. Oleh karena itu, Wali Songo menggunakan strategi lain dalam berdakwah. Pendekatan yang dilakukan adalah berperadaban dengan tradisi yang sudah ada. Sehingga Islam yg dibawa Wali Songo bisa menyatu dengan budaya.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat didaulat berpidato pada acara �Sholawat dan Tahlil untuk Bangsa� yang digelar bersamaan peluncuran Majelis �Pecinta Sholawat Nusantara� (Pesona) di Graha Gus Dur DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta, Selasa (23/6/2015) malam.

�Lalu bagaimana Wali Songo berdakwah, yakni berangsur-angsur (al-Tadrij). Islam disebarkan tanpa menyakiti siapapun. Tidak pernah mengancam, apalagi mengintimidasi. Jadi, sweeping itu nomor terakhir,� ujar Kiai Said.




Kiai Said: Dengan Budaya, Islam Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Dengan Budaya, Islam Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Dengan Budaya, Islam Kuat

Bahkan, lanjut Kiai Said, Wali Songo tetap menjaga hubungan baik dengan tetua adat. Para wali dalam dakwahnya memperkecil perintah yang membebani, meminimalisir kewajiban (taqlilut-takaalif).

Menurut Kiai Said, para pendakwah masa kini menggunakan Islam Nusantara dalam rangka mempertahankan tradisi yang sudah ada. �Kenapa pakai Islam Nusantara? Karena kita ingin mempertahankan Islam Aswaja dan budaya yang sudah kita warisi dari nenek moyang kita,� tegasnya.

Islam Nusantara, lanjut dia, merupakan Islam yang sudah menyatu dengan budaya, yang sudah melebur dengan tradisi. �Dengan Islam, budaya menjadi ramah. Dengan budaya, Islam menjadi kuat,� tandas Kiai Said.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah ini mengingatkan, waktu itu Hadratusy Syaikh Muhammad Hasyim Asy�ari tak henti-hentinya mengingatkan kepada putranya, Kiai Abdul Wahid Hasyim, agar tidak mempertentangkan antara Islam dan kebangsaan. �Kedua hal penting itu jangan dipertentangkan,� ujarnya menirukan Mbah Hasyim.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Said menyatakan keteguhan ormas yang dipimpinnya, yakni NU, dalam mengajarkan akidah Islam yang bertumpu pada tradisi lokal. Karena itu, Ia menegaskan bahwa pada Muktamar ke-33 NU yang akan dihelat di Jombang 1-5 Agustus mendatang mengusung tema yang menitikberatkan pada nilai-nilai Islam Nusantara.

�Karena itu, pada Muktamar NU yang akan datang, untuk pertama kalinya dilaksanakan di Jombang, mempunyai tema Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia,� tuturnya disambut aplaus ribuan warga Nahdliyin yang hadir.

Tema tersebut, tambah Kiai Said, menjadi bukti komitmen NU sebagai organisasi keagamaan yang menjadi pilar peradaban Islam yang bertumpu pada kearifan lokal. Hanya saja, Kiai Said menyayangkan masih banyak masyarakat bahkan para kiai NU yang belum memahami betul yang dimaksud Islam Nusantara.

Selain Ketua Dewan Syura PKB KH Abdul Aziz Mansyur, Hadir dalam acara tersebut para ulama NU dan pengasuh pesantren, antara lain KH Kholil Asad Syamsul Arifin (Situbondo), KH Munif Zuhri (Girikusumo, Demak), Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar, KH Yusuf Chudlori (Magelang), dan Mustasyar PBNU Tuan Guru Haji Turmudzi Badruddin. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Pahlawan, AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Dituduh Pro Pemberontak, Hunian Sipil Suriah Dihancurkan

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menuduh pemerintah Suriah membumihanguskan ribuan rumah warga sipil, sebagi hukuman karena dianggap mendukung pemberontakan melawan Presiden Assad.

Human Rights Watch menerbitkan foto-foto satelit sebelum dan penghancuran permukiman di Damaskus dan Hama, yang diperkirakan sebagai basis pemberontak, sebagaimana dilaporkan oleh BBC Indonesia.




Dituduh Pro Pemberontak, Hunian Sipil Suriah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dituduh Pro Pemberontak, Hunian Sipil Suriah Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dituduh Pro Pemberontak, Hunian Sipil Suriah Dihancurkan

Organisasi HAM ini mengatakan penghancuran rumah-rumah warga, termasuk gedung apartemen bertingkat delapan, menggunakan bahan peledak dan alat-alat berat seperti buldoser.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Human Rights Watch mengatakan penghancuran rumah-rumah tersebut di bawah pengawasan militer.

Kawasan yang dihancurkan pada 2012 dan 2013 ini setara dengan luas dua lapangan sepak bola.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Human Rights Watch mengatakan penghancuran dengan sengaja dan hukuman kolektif seperti ini masuk kategori kejahatan perang.

"Membumihanguskan seluruh perkampungan atau permukiman warga sipil bukan taktik perang yang sah," kata Ole Solvang, peneliti Human Rights Watch.

"Penghancuran rumah-rumah warga secara sengaja ini menambah panjang kejahatan perang yang dilakukan pemerintah Suriah," kata Solvang.

Pemerintah Suriah mengatakan penghancuran dilakukan untuk memindahkan bangunan-bangunan ilegal.

Human Rights Watch tidak menerima alasan ini karena bangunan-bangunan ilegal di distrik-distrik yang propemerintah tidak dihancurkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, AlaNu Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.