Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah

Semarang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Para pengurus takmir masjid perlu menyatukan langkah dan menyamakan persepsi dalam menjalakan amanah mengelola rumah ibadah di lingkungannya masing-masing.

Perlu dipahami sungguh-sungguh, yang diurus Takmir adalah rumah Allah (Baitullah), bukan sembarang bangunan. Karena itu takmir masjid harus selalu ingat pada Gusti Allah dan selalu hanya berharap ridho-Nya.




Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Takmir Masjid Perlu Satukan Langkah

Jika ikhlas dan menjaga baik amanah, tidak mungkin Allah Yang Maha Kuasa membiarkan mereka. Pasti Allah Ta�ala akan mencukupi dan memberi berkah pada kehidupan para takmir masjid.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Ketua II Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) Prof Dr H Ali Mansyur menyampaikan hal itu saat memandu musyawarah para pengurus takmir masjid se-Kota Semarang dalam acara Silaturahim Takmir Masjdi se-Kota Semarang yang digelar Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) di Hotel Pandanaran Semarang, baru-baru ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah



�Marilah kita satukan langkah, satukan hati dan pikiran. Yang kita urus adalah Rumah Allah. Pasti Gusti Allah tidak diam terhadap kita. Hidup kita pasti mendapat kemudahan dan keberkahan. Semoga,� ujar Ali Mansyur disahuti amiin hadirin.

Dalam forum tersebut, para pengurus takmir masjid menyampaikan berbagai persoalan maupun gagasan. Ada yang mengeluhkan sulitnya berdakwah di lokasi yang berdekatan dengan tempat ibadah agama lain. Sebab tempat ibadah agama lain tersebut juga �berdakwah� dengan menyebar bahan makanan kepada penduduk yang beragama Islam.

Ada pula yang melapor beratnya menjaga masjid dari intervensi politik. Sudah menjadi rahasia umum, ada partai politik yang sangat getol berusaha menguasai masjid dengan berbagai cara. Diantara yang populer adalah dengan mempengaruhi pengurus takmir menjadi anggota parpol tersebut lalu membuka kegiatan pengajian atau semacamnya yang isi dan temanya soal politik yang dibungkus jargon agama.

Peserta silaturahim juga ada menyampaikan repotnya menghadapi perbedaan pendapat soal fiqhiyah. Ada golongan yang selalu memaksakan pedomannya dipakai dan menyalahkan atau melarang amalan selain mereka di masjid. Perdebatan soal tata cara sholat Jum�at, sholat tarawih dan pemilihan khotib Jum�at adalah yang paling sering mengemuka dan jadi laten sifatnya.

Keprihatinan juga disampaikan soal pengaruh ideologi radikal yang menyebar ke kalangan anak-anak muda melalui masjid di kampus maupun masjid di kampung. Atas hal itu para peserta diajak untuk menyikapinya secara bijaksana, sambil terus diupayakan mencari jalan keluar terbaik dalam koridor agama.

Perlu Manajemen Bagus

Sohibul bait yang tak lain pemilik Hotel Pandanaran H Imam Syafii berkata, selaku takmir masjid harus punya sistem kerja yang bagus. Masjid menurutnya harus punya manajemen yang baik. Bahkan dia usul ada kursus manajemen masjid bagi pengurus takmir.

�Saya usul ada kursus manajemen masjid. Persoalan manejemen ini saya kira perlu dapat perhatian. Karena salah satu masalah kita ya soal itu,� tutur penasehat di berbagai organisasi keislaman ini.

Sementara itu, Ketua BP MAJT H Ali Mufiz menyatakan, masjid adalah pusat ibadah, ilmu pengetahuan dan ekonomi. Ia sangat mendukung manajemen masjid harus dikuasai setiap pengurus takmir. Poin yang harus digarap menurutnya, adalah database jamaah, standar khotib dan penceramah, organisasi remaja masjid, majlis taklim atau unit pendidikan pendukung, dan sumber kemandirian ekonomi bagi masjid.

�Minggu lalu keluarga besar MAJT dan para kiai bermusyawarah. Kami menyepakati bahwa masjid adalah pusat ibadah, pendidikan dan ekonomi. Ini tentu butuh manajemen yang baik,� terangnya.

Lebih lanjut mantan gubernur Jateng ini mengatakan, dari 972 masjid yang ada di Kota Semarang, baru sedikit yang makmur. MAJT sendiri yang terbesar di Semarang dan Jawa Tengah, kata dia, masih sedikit jumlah jamaah sholatnya. Meskipun kegiatan taklimnya sudah bsnyak dan lengkap fasilitas penunjangnya; ada hotel, pertokoan, pasar UKM, perpustakaan, ruang pertemuan, lapangan olah raga, tapi belum punya madrasah atau ma�had (pondok pesantren). Sehinggga belum makmur seperti diharapkan.

Karena itulah dia mendukung gagasan Kiai Haris Sodaqoh dan ulama lain untuk meminta Kementrian Agama segera mendukung berdirinya Ma�had �Aly di kompleks MAJT.

�Kebanyakan masjid di Semarang belum makmur sesuai harapan kita. MAJT sendiri belum ramai jamaahnya. Maka mari kita pupuk terus silaturahim ini agar saling membantu memakmurkan,� kata tokoh NU ini.

Walikota Semarang Soemarmo HS dalam sambutannya juga menyampaikan perlunya manajemen masjid yang bagus. Soal kebersihan masjid juga ia singgung.

Dia katakan, banyak masjid yang masih belum bersih dan belum punya fasilitas kebersihan memadai. Hal itu menurutnya patut diperhatikan. Sebab masjid harus bisa menjadi tempat mendidik generasi bangsa.

�Saya mengapresiasi kegiatan ini. Forum ini sangat bagus untuk syiar Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Memang setiap masjid harus bersih dan punya manajemen yang bagus. Pemerintah juga mendorong hal itu,� tuturnya menyahuti sambutan tuan rumah.

Lebih lanjut Walikota menerangkan, Pemkot Semarang menyediakan anggaran dari APBD untuk pengembangan pendidikan agama dan sarana fisik tempat ibadah.

Ia mempersilakan para pengurus takmir masjid untuk mengajukan permohonan untuk pendirian Taman Pendidikan Al-Quran, renovasi masjid maupun lainnya.

�Ada dana APBD untuk pengembangan pendidikan agama dan pembangunan fisik tempat ibadah. Silakan mengajukan untuk kami layani,� ujarnya.

Sepakati Waktu Adzan

Dalam musyawarah yang Prof Dr Ali Mansyur, para hadirin menyepakati tiga hal penting. Yaitu penyamaan waktu adzan melalui siaran Radio Dakwah Islam (DAIS) FM 107,9 Mhz milik MAJT, pelatihan pengelolaan masjid, dan pendirian Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang dalam waktu dekat.

Hal-hal lain yang direkomendasikan adalah pembentukan organisasi remaja masjid, biro konsultasi, kerjasama antar masjid, penyingkiran masalah khilafiyah pedoman etika, publikasi, dan sertifikasi tanah masjid.

Redaktur : Mukafi Niam

Kontributor: Ichwan



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 10 Februari 2018

Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini

Kota Tangerang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tangerang terbentuk perdana. Seluruh pengurus baru yang diketuai KH Dedi Mahfudin ini bakal dilantik di aula Gedung MUI Kota Tangerang, Selasa (19/4), mulai pukul 19.30 WIB.




Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek Dikti Dijadwalkan Hadiri Pengukuhan ISNU Tangerang Malam Ini

Ketua Panitia Pelantikan Pengurus ISNU Kota Tangerang, A. Saifudin Z mengatakan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir diagendakan menghadiri acara bersama Ketua Pimpinan Pusat ISNU KH Ali Masykur Musa, Walikota Tangerang Arief Wismansyah, dan sejumlah pejabat lainnya.

Prosesi pelantikan akan dipimpin oleh PW ISNU Banten. "Beliau memastikan akan hadir, kita doakan tidak ada halangan," ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait persiapan acara, Saifudin yang juga kepala UPT Rusunawa Kota Tangerang mengaku sejauh ini tidak ada kendala. "Walau waktu persiapan pelaksanaan pelantikan relatif singkat , tapi alhamdulillah menjelang hari H sepertinya persiapan sudah mencapai 90 persen," imbuhnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, hal tersebut tidak lepas dari partisifasi aktif dan kepedulian calon pengurus ISNU, terutama yang masuk di jajaran kepanitiaan. "Pun peranan ketua ISNU sangat luar biasa ditengah kesibukannya sebagai (kepala) Kemenag Kota Tangerang, beliau terus men-support baik tenaga, pemikiran dan materi, sehingga terus melakukan kordinasi ke tim panitia," paparnya.

Saifudin berharap, momentum pelantikan pengurus ISNU Kota Tangerang menjadi energi baru dalam meningkatkan partisipasi masyarakat khususnya pada konteks pembangunan masyarakat kota tangerang.

"Kita berharap pelantikan ini akan memberikan motivasi bagi pengurus untuk membawa ISNU sesuai motonya yakni, dari kontemplasi menuju aksi, menyapa semua, merangkul umat, menanam untuk bangsa," tandasnya.

Ketua PC ISNU Kota Tangerang KH. Dedi Mahfudin mengatakan, ISNU adalah sebuah organisasi yang merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan NU pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. "ISNU Kota Tangerang terbentuk karena izin Allah dan restu para kiai dan juga PCNU Kota Tangerang," katanya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang tersebut berharap, acara pelantikan berjalan lancar dan akan membawa kebaikan bagi masyarakat Kota Tangerang. Apalagi, kata dia, pengurus ISNU merupakan para intelektual dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

"Setelah dilantik nanti kita akan segera menggelar rapat pengurus untuk menentukan program kerja minimal dalam lima tahun ke depan," pungkasnya. (Atho/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka?

Assalamu �alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kami memohon penjelasan tentang hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa ayah dan ibu Nabi Muhammad SAW masuk neraka. Kami memohon penjelasan hadits ini. Apakah benar di Hari Kiamat ayah dan ibu Nabi Muhammad saw masuk neraka? Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu �alaikum wr. wb. (Hilmi Qosim Mubah)

Jawaban




Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Kedua Orang Tua Nabi Muhammad SAW Golongan Penghuni Neraka?

Assalamu �alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman di mana pun berada. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Sebelum berbicara lebih jauh kita terlebih dahulu menyebutkan hadits riwayat Imam Muslim yang menunjukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk penduduk neraka kelak di akhirat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kita setidaknya menemukan dua hadits yang diriwayatkan di dalam kitab Jamuis Shahih Muslim terkait masalah ini. Hadits pertama diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik. Hadits kedua diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah RA.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadits riwayat Anas bin Malik RA menceritakan sebagai berikut.

? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya, "Salah seorang sahabat bertanya, �Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?� Nabi Muhammad SAW menjawab, �Di neraka.� Ketika orang itu berpaling untuk pergi, Nabi Muhammad SAW memanggilnya lalu berkata, �Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka,�� (HR Muslim).

Sementara hadits riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, "Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya. Di sana Beliau SAW menangis sehingga para sahabat di sekitarnya turut menangis. Rasulullah SAW mengatakan, �Kepada Allah Aku sudah meminta izin untuk memintakan ampun bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Lalu Aku meminta kepada-Nya agar Aku diizinkan menziarahi makam ibuku, alhamdulillah Dia mengizinkanku," (HR Muslim).

Secara harfiah pemahaman yang kita dapati dari keterangan dua hadits di atas menujukkan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk ke dalam penghuni neraka. Tetapi sebenarnya ulama baik dari kalangan ahli hadits maupun kalangan ahli kalam berbeda pendapat perihal ini. Di antara ulama yang memaknai hadits ini secara harfiah adalah Imam An-Nawawi. Dalam kitab Syarah Muslim yang ditulisnya menunjukkan secara jelas posisinya seperti keterangan berikut ini.

? ( ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, �Pengertian hadits �Seorang lelaki bertanya, �Wahai Rasulullah, di manakah kini ayahku?� dan seterusnya, menunjukkan bahwa orang yang meninggal dalam keadaan kufur bertempat di neraka. Kedekatan kerabat muslim tidak akan memberikan manfaat bagi mereka yang mati dalam keadaan kafir. Hadits ini juga menunjukkan bahwa mereka yang meninggal dunia di masa fatrah (masa kosong kehadiran rasul) dalam keadaan musyrik yakni menyembah berhala sebagaimana kondisi masyarakat Arab ketika itu, tergolong ahli neraka. Kondisi fatrah ini bukan berarti dakwah belum sampai kepada mereka. Karena sungguh dakwah Nabi Ibrahim AS, dan para nabi lainnya telah sampai kepada mereka. Sedangkan ungkapan �Sungguh, ayahku dan ayahmu berada di dalam neraka� merupakan ungkapan solidaritas dan empati Rasulullah SAW yang sama-sama terkena musibah seperti yang dialami sahabatnya perihal nasib orang tua keduanya. Ungkapan Rasulullah SAW �Ketika orang itu berpaling untuk pergi� bermakna beranjak meninggalkan Rasulullah SAW.� (lihat Imam An-Nawawi, Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj, Dar Ihyait Turats Al-Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1392 H).

Sementara ulama lain menilai hadits ini telah dimansukh (direvisi) oleh riwayat Sayidatina Aisyah RA. Dengan demikian kedua orang tua Rasulullah SAW terbebas sebagai penghuni neraka seperti keterangan hadits yang telah dimansukh. Salah satu ulama yang mengambil posisi ini adalah Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam karyanya Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, �Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW menziarahi makam ibunya dan seterusnya. Menurut Imam An-Nawawi, �Hadits ini terdapat pada riwayat Abul Ala bin Mahan penduduk Maghrib, tetapi tidak terdapat pada riwayat orang-orang desa kami dari riwayat Abdul Ghafir Al-Farisi. Namun demikian hadits ini terdapat di kebanyakan ushul pada akhir Bab Jenazah dan disimpan. Tetapi terkadang ditulis di dalam catatan tambahan. Hadits ini diiwayatkan Abu Dawud, An-Nasa�i, dan Ibnu Majah.� Hemat saya jelas, Ibnu Syahin menyebutkan di dalam kitab Nasikh dan Mansukh bahwa hadits ini dan hadits yang semakna dengannya telah dimansukh oleh hadits yang menerangkan bahwa Allah menghidupkan kembali ibu Rasulullah sehingga ia beriman kepada anaknya, lalu Allah mewafatkannya kembali. Ini terjadi pada Haji Wada�. Perihal masalah ini saya telah menulis tujuh kitab,� (Lihat Abdurrahman bin Abu Bakar, Abul Fadhl, Jalaluddin As-Suyuthi, Ad-Dibaj Syarah Shahih Muslim Ibnil Hajjaj).

Kalangan ahli kalam juga membicarakan perihal ahli fatrah. Menurut kalangan Muktazilah dan sebagian ulama Maturidiyah, orang-orang ahli fatrah yang wafat dalam keadaan musyrik termasuk penghuni neraka. Karena bagi mereka, manusia tanpa diutus seorang rasul sekalipun semestinya memilih tauhid melalui daya akal yang dianugerahkan Allah kepadanya.

Sementara kalangan Asy-ari menempatkan ahli fatrah sebagai kalangan yang terbebas dari tuntutan tauhid karena tidak ada rasul yang membimbing mereka. Berikut ini perbedaan pendapat yang bisa kami himpun.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, �Ulama berbeda pendapat perihal ahli fatrah. Apakah kehadiran rasul yang mana saja sekalipun Nabi Adam AS yang jauh sekali dianggap cukup bahwa dakwah telah sampai (bagi masyarakat musyrik Mekkah) atau mengharuskan rasul secara khusus yang berdakwah kepada kaum tertentu? Menurut kami, yang shahih adalah pendapat kedua. Atas dasar itu, ahli fatrah selamat dari siksa neraka meskipun mereka mengubah dan mengganti keyakinan mereka, lalu menyembah berhala. Kalau ahli fatrah itu terbebas dari siksa neraka, tentu kita yakin bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari neraka karena keduanya termasuk ahli fatrah. Bahkan keduanya termasuk pemeluk Islam berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah menghidupkan keduanya setelah Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai rasul sehingga keduanya berkesempatan mengucapkan dua kalimat syahadat. Riwayat hadits ini shahih menurut sebagian ahli hakikat. Syekh Jalaluddin As-Suyuthi menulis sejumlah kitab terkait keselamatan kedua orang tua Rasulullah SAW di akhirat. Semoga Allah membalas kebaikan Syekh Jalaluddin atas karyanya,� (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Al-Baijuri ala Matnis Sanusiyyah, Dar Ihya�il Kutub Al-Arabiyyah, Indonesia, Halaman 14).

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani dalam karyanya Nuruz Zhalam Syarah Aqidatil Awam menegaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, �Syekh Ibrahim Al-Baijuri mengatakan, �Yang benar adalah bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka berdasarkan riwayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT menghidupkan kembali kedua orang tua Rasulullah SAW sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. Sebuah riwayat hadits dari Urwah dari Sayidatina Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasululah SAW memohon kepada Allah SWT untuk menghidupkan kedua orang tuanya sehingga keduanya beriman kepada anaknya, lalu Allah SWT mewafatkan kembali keduanya. As-Suhaili berkata bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu, termasuk mengistimewakan karunia-Nya dan melimpahkan nikmat-Nya kepada kekasih-Nya Rasulullah SAW sesuai kehendak-Nya,� (Lihat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani, Syarah Nuruzh Zhalam ala Aqidatil Awam, Karya Toha Putra, Semarang, Tanpa Tahun, Halaman 27).

Dari dua pandangan ulama di atas, Penulis lebih cenderung pada pendapat yang mengatakan bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW termasuk kalangan muslim dan golongan orang-orang yang beriman. Karena sah menurut akal (ja�iz aqli) bahwa Allah SWT mengabulkan permintaan Rasulullah SAW memandang pangkat kekasih-Nya yang begitu agung dan mulia itu di sisi-Nya dan begitu luasnya kemurahan Allah itu sendiri. Wallahu a�lam bis shawab.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Saran kami jangan sampai perbedaan pendapat dalam masalah ini menyebabkan kita saling menyalahkan satu sama lain atau bahkan meremehkan ulama besar yang berbeda pendapat dengan kita. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu �alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Kyai Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 24 Januari 2018

Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Kiprah Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman yang sudah menghasilkan ratusan alumni yang bergelar tuanku. Para alumni tersebut sudah berbuat di tengah masyarakat sebagai ulama dalam mensyiarkan agama Islam.

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengungkapkan hal itu pada Silaturahim Akbar Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan dalam rangka 90 Tahun Syekh H. Ali Imran Hasan Mengabdi untuk Bangsa dan Negara, Sabtu (9/7/2016) di pesantren tersebut.




Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Kiprah Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Kiprah Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Padang Pariaman Apresiasi Kiprah Pesantren Nurul Yaqin

Menurut Suhatri Bur yang juga mantan Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Padang Pariaman ini, Nurul Yaqin tetap menjadi perhatian Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Ketika ada kegiatan yang berkaitan dengan pesantren, maka Nurul Yaqin selalu diprioritaskan dalam kegiatan tersebut. "Ini terbukti, jika program pembangunan yang diarahkan untuk pesantren, maka Bupati Ali Mukhni pasti mendahulukan Nurul Yaqin. Hal itu tentu atas pertimbangan kiprah Nurul Yaqin di Kabupaten Padang Pariaman yang tidak diragukan lagi perannya," kata Suhatri Bur menambahkan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Silaturahim diakhiri dengan testimoni para alumni yang hadir tentang Buya Syekh H. Ali Imran Hasan. Testimoni tersebut mulai dari pengajaran, cara belajar, kesan, kenangan selama mendampingi Buya atau selama menuntut ilmu di Nurul Yaqin. Testimoni tersebut mampu mengungkapkan sosok Buya Syekh H. Ali Imran Hasan dari berbagai aspek kehidupan. Selama ini masih banyak di kalangan alumni Nurul Yaqin sendiri yang tidak mengetahui berbagai pengalaman Buya Syekh H. Ali Imran Hasan. Termasuk dari ilmu-ilmu yang khusus diberikan dalam pengajaran di pesantren.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara bertemakan, �Dengan momentum silaturahim akbar mari perkuat ukhuwah islamiyah� ini juga dihadiri Pendiri/Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Buya Syekh H. Ali Imran Hasan, Ketua Yayasan Idarussalam Tuanku Sutan, Ketua MUI Padang Pariaman Dr. Zainal Tuanku Mudo, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, dan alumni Nurul Yaqin lainnya. (Armaidi Tanjung/ Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Anti Hoax, Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.