Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

43 Peserta Ikut Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Kampus di Riyadh

Pati, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) menyeleksi sebanyak 43 peserta dari berbagai penjuru wilayah Indonesia tahap kedua beasiswa S2 dan S3 di Kajen, Margoyoso, Pati, Selasa (3/3). Para peserta harus mengikuti ujian lisan yang meliputi Bahasa Arab, baca kitab, pengetahuan Aswaja, dan baca tulis Al-Quran.

Seleksi yang berlangsung pada Senin hingga Selasa ini (2-3/3) ini, diselenggarakan LPTNU yang bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Bahasa Arab (LPBA), dan perpustakaan Mutamakkin. Seleksi berjalan tertib dan lancar.




43 Peserta Ikut Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Kampus di Riyadh (Sumber Gambar : Nu Online)
43 Peserta Ikut Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Kampus di Riyadh (Sumber Gambar : Nu Online)

43 Peserta Ikut Seleksi Beasiswa S2 dan S3 Kampus di Riyadh

�Ujian tahap kedua ini merupakan yang kedua kalinya diadakan LPTNU. Penempatan ujian di Kajen di gedung LPBA dan perpustakaan Mutamakkin memberikan makna tersendiri. Karena selain tabarruk dengan para kiai di Kajen, peserta bisa bersilaturahmi dengan mereka,� kata Kholis Fuad.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti ujian tahap ketiga yang akan diselenggarakan di Jakarta pada pertengahan Maret. Peserta akan diuji langsung oleh pihak dari universitas Imam Ibnu Su�ud Riyadh, Arab Saudi dan juga Menteri Agama Lukman Hakim. (Siswanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 08 Februari 2018

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Sumenep, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gerakan batin (gerbat) menjadi tradisi turun temurun dalam memperingati tahun baru Islam di Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Hal itu masih mengemuka pada Ahad (2/10) malam.




Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Desa Ini Tradisikan Gerbat di Tahun Baru Hijriah

Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep, Ahmad Daniyal, terlibat aktif dalam acara tersebut. Dia menegaskan, gerbat diwarnai dengan parnyoonan (doa bersama) demi kebaikan masyarakat desa setempat dan umat Islam secara umum.

"Setelah bertawassul dan berpanyoonan, kami membaca Alquran. Kami mengaji Surat Yaasin sebanhak 41 kali. Sudah itu dilanjutkan pembacaan tahlil bersama kemudian doa," terang Dadang, panggilan akrab Ahmad Daniyal.

Menurut mantan Ketua Umum PMII Komisariat Guluk-Guluk tersebut, kebiasaan ini sudah berjalan tahunan silam di masyarakat dengan mengundang sanak saudara terutama dari silsilah Bani Patimangon yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Hidangan tawai menjadi ciri khas dalam acara peringatan tahun baru hijriyah 1438 H. Ini sebagai wujud betapa tahun baru ini mesti dilecuti kesederhanaan dan kematangan dalam menjalani hisup," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nusantara, Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Bersama Alumni, PMII Makassar Bincang Kedaulatan NKRI

Makasaar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makassar menyambut tahun 2017 dengan mengadakan dialog. Kegiatan yang mengusung tema "Kedaulatan NKRI di Tahun 2017?� ini diadakan di Mr. Caf�, Jalan Topaz Boulevard, Kamis (5/1).




Bersama Alumni, PMII Makassar Bincang Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Alumni, PMII Makassar Bincang Kedaulatan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Alumni, PMII Makassar Bincang Kedaulatan NKRI

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya alumni PMII yang juga anggota Majelis Pembina PC PMII Makassar Bakrie Ridwan, staf ahli Pangdam VII Wirabuana Infanteri Andi Suyuti, dan Ketua KNPI Sulawesi Selatan Arsony Hasibuan. Dalam ulasan narasumber banyak menyinggung mengenai berbagai ancaman ideologi yang mengancam kedaulatan NKRI.

"Semua yang mengancam kedaulatan NKRI harus dilibas habis termasuk organ-organ yang anti-demokrasi. Karena itu bertentangan dengan Pancasila secara umum," kata Bakrie Ridwan di hadapan puluhan kader dan alumni PC PMII? Makassar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu Arsony Hasibuan menekankan tentang pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Kaum muda pergerakan hari ini, katanya, harus berpikir solusi bukan semata mendiskusikan masalah.

�Karena gerakan fundamentalis hadir itu adalah antitesa dari pengaruh kapitalis yang semakin mengakar di Indonesia. Untuk itu mari kita bersama merumuskan antitesa versi gerakan pemuda kita,� tegas pria yang akrab disapa Bung Sony ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Ketua PC PMII Makasar Muhammad Basri, dialog akan ditindaklanjuti dengan melibatkan lebih banyak pihak. �Sehingga penanaman nasionalisme serta kedaulatan negara bisa diketahui berbagai lini bukan hanya di kalangan aktivis gerakan PMII," ujarnya. (Muhammad Aras Prabowo/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.