Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono.




PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Meme Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Shalat, Lebih dari Sekadar Kegiatan Fisik

Bondowoso, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Shalat sebagai hasil dari peristiwa Isra� dan Mi�raj Nabi Muhammad shallallahu �alaihi wasallam mengandung makna penting bagi umat Islam. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa hikmah peristiwa ajaib tersebut tak hanya untuk Rasulullah tapi juga untuk umatnya.




Shalat, Lebih dari Sekadar Kegiatan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat, Lebih dari Sekadar Kegiatan Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat, Lebih dari Sekadar Kegiatan Fisik

"Shalat tidak hanya merupakan kegiatan fisik namun di sana kemudian Allah memberikan anugerah yang terbesar pada umat agar bisa bermunajat, berkomunikasi kepada Allah subhanahu wata�ala,� kata KHR Ahmad Azaim Ibrahiminy, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sekorejo Asembagus, Situbondo, Jawa Timur dalam peringatan Isra� dan Mi�raj di Bondowoso, Rabu (6/4) malam.

Shalat, menurutnya, menjadi tema sentral dalam peristiwa Isra dan Mi�raj yang bisa dikaji dalam berbagai sudut pandangan pembahasan dan teori. Termasuk terkait �Penguatan Aqidah Umat demi Keutuhan NKRI� yang menjadi tema penyelenggaraan kali ini. Shalat bias menjadi penguat aqidah juga kesatuan umat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peringatan tahunan tersebut diselenggarakan Forum Komunikasi Ulama Sunni (Fokus) Kabupaten Bondowoso berkerja sama dengan Pengurus Takmir Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso. Acara yang dikemas dengan tajuk �Gema Sholawat dan Pengajian Akbar� ini dihadiri kurang lebih empat ribu jamaah.

Suasana di tempat acara begitu khusyuk dan tertib ketika shalawat yang diiring musik hadrah dikumandangkan lalu diikuti semua jamaah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain KHR Ahmad Azaim Ibrahiminy, turut hadir pula Ketua Yayasan At-Taqwa Bondowoso KH Imam Barmawi Burhan dan Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin. Ketiganya mendapatkan serban dari panitia sebagai penghargaan dan cenderamata. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Februari 2018

Ketentuan Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar yang memiliki 1000 keistimewaan itu menjadi misteri bagi setiap hamba yang mencari dan menanti kehadirannya, hanya sedikit orang yang dapat menemukannya, seakan malam lailatul qadar menjadi rahasia Allah SWT semata, dan hanya hamba-hambaNya tertentu yang dikehendaki untuk menemukannya.

Mengenai ketentuan waktu kapan malam qadar itu terjadi, tidak ada ketetapan secara pasti dalam tanggal-tanggal Ramadhan. Akan tetapi kalau dianalisa dan difahami dari surat al-qadar tersebut akan dikaitkan dengan surat al-Baqarah,






Ketentuan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketentuan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketentuan Malam Lailatul Qadar

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِى اَنْزَلَ فِيْهِ الْقُرْاَنُ هُدًى للِّنَّاسِ وَبَيِنَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةُ مِنْ اَيَّامٍ اُخَرَ يُرِيْدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوْا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَىكُمْ وَلَعَلَكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. al-Baqarah, 2: 185)

Tetapi malam lailatul qadar menjadi kesepakatan ulama, bahwa malam istiwema itu ada dalam satu diantra malam-malam bulan Ramadlon, dan pendapat ulama yang kuat mengatakan; malam lailatul qadar itu terjadi salah satu diantara malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan ramadlon (21, 23, 25, 27, dan 29).



Pimpinan Pusat Muhammadiyah

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرُّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْاَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ



Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, �sesungguhnya Rasulullah s.a.w, bersabda: �carilah malam qadar pada malam-malam ganjil pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan�. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari:1878 dan Muslim: 1998)



اِلْتَمِسُوْهَا فِى الْعَشْرِ الْاَوَاخِرِ يَعْنِي لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَاِنْ ضَعُفَ اَحَدُكُمْ اَوْ عَجَزَ فَلَا يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِي



�Carilah lailatul qadar pada sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan . bila salah seorang diantaramu merasakan lemah atau lelah, maka jangan kamu kalah dalam mencarinya pada tujuh malam terakhir (bukan Ramadhan)�. (Hadits Shahih, riqayat Muslim: 1989)

Dan diantara pendapat-pendapat di atas yang lebih masyhur adalah malam ke-27 bulan ramadlon itulah turunnya lailatul qadar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad shahih:



عَنِ ابْنِ عَمْرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : مَنْ كَانَ مُتَحَرِّيْهَا فَلْيَتَحَرَّهَافىِ لَيْلَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ



Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW, bersaabda: barang siapa mencari malam lailatul qadar, maka seyogyanya mencari pada malam ke-27 bulan ramadhan (Hadits Hasan, riwayat Ahmad:4577).

Ubay bin Ka�ab r.a, juga meriwayatkan bahwa malam qadar jatuh pada tanggal 27 Ramadhan:



عَنْ اُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ

Dari Ubay bin Ka�ab r.a, ia berkata: �malam Qadar adalah malam tanggal 27 (ramadhan)�. (Hadits Hasan, riwayat Ahmad:20265)Riwayat ini didukung pula oleh hadits Zar bin Hubaisy yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:



قَالَ اُبَيّ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاللهِ اِنِّي لَا اَعْلَمُهَا قَالَ شُعْبَةُ وَاَكْبَرُ عِلْمِي هِيَ اَللَّيْلَةُ الَّتِي اَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ



Ubay bin Ka�ab berkata tentang malam Qadar: �demi Allah sungguh aku mengetahuinya, syu�bah r.a, berkata: �pengetahuanku yang paling utama adalah tentang suatu malam yang Rasulullah s.a.w, memerintahkan kepada kami untuk menghidupkannya (malam qadar) adalah malam tanggal 27 (Ramadhan)�. (Hadits Shahih, riwayat Muslim:2000). (Pen. H. Syaifullah Amin / Red. Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 05 Februari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur�an

Bantul, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur�an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

�Ini mirip dengan Al-Qur�an. Al-Qur�an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,� ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.




Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur�an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur�an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur�an

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. �Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,� tegas Kiai Yahya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

�Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid�ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu�itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),� tandasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. �Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,� jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa�/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jihad Pagi PWNU Lampung Kupas Tanda-tanda Orang Munafik

Bandarlampung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PWNU Provinsi Lampung KH. Sholeh Baijuri menjelaskan sifat nifaq merupakan sifat yang biasa menempel pada setiap hati seseorang. Nifaq adalah sifat seseorang yang selalu ingin menampakkan kebaikan dan berupaya untuk menyembunyikan keburukan.




Jihad Pagi PWNU Lampung Kupas Tanda-tanda Orang Munafik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Pagi PWNU Lampung Kupas Tanda-tanda Orang Munafik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Pagi PWNU Lampung Kupas Tanda-tanda Orang Munafik

Hal ini dijelaskannya pada kegiatan perdana Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang dilaksanakan di Gedung PWNU 3 Jl. Raya Sukarno Hatta By Pass Bandarlampung, Ahad (19/11).

Orang yang memiliki sifat nifaq ini lanjutnya biasa disebut dengan orang munafiq.

"Terdapat 3 karakter orang munafik yakni apabila ia berbicara maka dia berdusta, apabila ia berjanji maka ia tidak menepati dan apabila diberi amanah maka ia berkhianat," ungkap ulama yang akrab disapa Kiai Soleh ini.

Menurutnya, untuk menjadi umat terbaik, setiap orang harus mampu menjauhi sifat-sifat nifaq tersebut. Langkah ini dapat dilakukan dengan berusaha menjadi orang baik yang dimulai dengan diri sendiri.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Milikilah sifat jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, amanah terhadap hal yang telah diberikan dan senantiasa menepati janji-janji," ajaknya.

Sifat nifaq ini menurut Kiai Sholeh muncul pada diri seseorang dikarenakan adanya keraguan kepada Allah SWT. Sifat ragu terhadap Allah SWT ini sangat membahayakan bagi setiap mukmin karena akan menjerumuskannya ke dalam lubang kehancuran.

Untuk mengurangi sifat nifaq ini lanjutnya, kita dapat melakukannya dengan cara takhriyah yaitu menyingkirkan sifat-sifat nifaq dan sifat madzmumah lainnya dari hati kita selaku seorang mukmin, sehingganya mengajak setiap mukmin untuk mengaplikasikan akhlaqul karimah dalam kehidupan sehari-hari agar sifat nifaq dapat dihindari.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan Jihad Pagi ini disambut antusias oleh warga NU Lampung khususnya yang berdomisili disekitar Bandarlampung. Menurut Ahmad Saroji salah satu jamaah yang hadir pada kegiatan tersebut, kegiatan Jihad Pagi di Gedung PWNU tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif.

Apalagi menurut Pengurus Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Universitas Lampung ini, lokasi Kantor yang berdampingan dengan Universitas Lampung memiliki letak strategis untuk menjadi tempat bagi Mahasiswa mengkaji Ilmu Agama dengan sumber yang jelas.

"Saat ini para Mahasiswa harus sadar bahwa belajar ilmu agama harus memiliki sanad atau guru yang jelas silsilahnya. Tidak hanya lewat google atau dari orang yang hanya tahu ilmu agama melalui penalarannya sendiri tanpa ngaji kepada guru. Jihad pagi adalah jawaban bagi mahasiswa untuk belajar agama dengan baik," kata Pria yang juga Pengurus Arus Informasi Santri (AIS) Provinsi Lampung ini. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk yang ketiga kalinya, Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunnah Waljamaah (PPM Aswaja) akan menyelenggarakan kontes menulis blog (Kontes Blog Muslim Ke-3).

Menurut Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi, seperti sebelumnya, kontes ketiga ini juga terbuka untuk umum. Hanya saja ada sedikit perubahan dimana tiap peserta atau calon peserta kontes diwajibkan mendaftarkan diri di blog httP;//www.kontesblogmuslim.com.




Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja

"Adapun tema kontes blog muslim ke-tiga kali ini adalah tentang "Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa"," katanya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Senin siang (3/11).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk syarat dan ketentuan serta peraturan lomba blog selengkapnya, pria yang akrab disapa Cak Usma ini meminta calon peserta untuk mengunjungi web http://www.kontesblogmuslim.com. (Mukhlisin/Abdullah Alawi)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

�Grebek Suro� Tawangsari Peringati Perjuangan KH Abu Manshur

Tulungagung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Tawangsari Tulungagung menggelar Grebek Suro" pada Selasa (13/10) siang. Kegiatan tersebut sebagai peringatan atas jasa dan perjuangan KH Abu Manshur, ulama besar pada kerajaan Mataram Islam (abad ke-18) yang terkenal ahli bela diri pencak silat.




�Grebek Suro� Tawangsari Peringati Perjuangan KH Abu Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
�Grebek Suro� Tawangsari Peringati Perjuangan KH Abu Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

�Grebek Suro� Tawangsari Peringati Perjuangan KH Abu Manshur

KH Abu Manshur ketika kecil bernama R. Qosim RM. Tolo Diponegoro. Ia adalah putra dari Prabu Amangkurat IV (Amangkurat Jawi/ RM Suryaputra putra dari Paku Buwana I) yang lahir pada tahun 1711 dari Ibu yang bernama Bandondari putri Adipati Kudus.

Sepeninggal Prabu Amangkurat IV tahta Kasunanan Kartasura diserahkan kepada putranya yang bernama RM Prabayasa (Sunan Paku Buwana II). Sedangkan KH Abu Manshur atau R. Qosim lebih tertarik pada ilmu keagamaan. Ia meninggalkan keraton dan memperdalam ilmu agama di sebuah pesantren di Tegalsari Ponorogo yang diasuh Kiai Kasan Besari.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di pesantren itu R. Qosim menyamar sebagai orang biasa supaya diperlakukan selayaknya murid pada umumnya. Meski demikian Kiai Kasan Besari menilai R. Qosim berbeda dari murid lainnya. Ia cerdas dan cepat menguasai ilmu yang diajarkan. Sehingga ia menaruh simpati dan mencuriganya sebagai keturunan bangsawan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketika R. Qosim merasa mempunyai bekal ilmu yang cukup untuk mengembangkan agama Islam, dengan jiwa kemandiriannya, mencari daerah yang kondusif sebagai tempat berdakwah.

Atas saran Kiai Kasan Besari, R. Qosim berjuang di wilayah timur Ponorogo, yaitu Ngrowo, tepatnya di daerah "Tawangsari". Untuk memperlancar tujuan berdakwah, ia mendirikan masjid dan pondok. Selain diajari ilmu agama, murid-muridnya diajari ilmu kanuragan atau pencak silat yang berguna untuk melawan kaum penjajah (VOC).

Seiring dengan berkembangnya Tawangsari sebagai pusat keagamaan, R. Qosim berganti nama menjadi "Abu Manshur".

Melihat potensi dari R.Qosim, Kiai Kasan Besari menjodohkannya dengan putri dari muridnya yang sudah tersohor dari Sewulan Madiun, yakni Kiai Bagus Harun Basyariyah (putra R. Nolojoyo, keturunan P. Sutowijoyo/Panembahan Senopati (Senopati Mataram Islam).

Kiai Bagus Harun bersedia mengangkat R. Qosim sebagai menantunya, menikahkannya putri dengan R.A Fatimah (bergelar Nyai Lidah Item). Jadi antara R. Qosim dan RA. Fatimah, keduanya masih satu garis keturunan Panembahan Senopati.

Bersama istrinya, R. Qosim meneruskan perjuangan menyebarkan agama Islam di Tawangsari. Untuk memperkuat kedudukan dalam berdakwah dan berjuang melawan penjajah khususnya wilayah timur, ia mendapatkan layang kekancingan piagam:

1. Layang kekancingan dari Sunan Paku Buwono II pada tahun 1746 M

2. Layang kekancingan dari Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1750 M, dan dipinjami pusaka keraton yaitu "Kiai Banteng Wulung" karena setelah perjanjian Giyanti Tawangsari masuk kedalam kekuasaan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Bukti Sejarah

1. Adanya "layang kekancingan" untuk desa Tawangsari dari Sri Sultan Hamengkubuwono I seperti, desa-desa perdikan lain, seperti Tegalsari, Banjarsari, Sewulan dan daerah lainnya

2. Disebutkannya kata "Merdiko" 2 (dua) kali, yang bermakna "penguasa" dan "pemerintahan sendiri yang merdeka"

3. Adanya bangunan masjid yang berarsitektur masjid di lingkungan kraton

4. Terdapatanya tulisan di Nisan "Bendoro Raden Ayu Tulungagung Kang Sapisan" di kompleks pemakaman keluarga Kanjeng Kiai Abu Manshur. Ia adalah Ray. Sulastri, merujuk sejarah Babad Tulungagung yang menyebutkan bahwa daerah perdikan Tawangsari pernah dikunjungi raja.

Jasa-jasa KH Abu Manshur

1. Membangun Alun-alun sebagai pusat kota Tulungagung

2. Membantu mempertahankan wilayah dari pemberontak dan penjajah

3. Membentuk masyarakat berpikiran kreatif, membekalinya dengan ilmu agama dan ilmu kanuragan. Sehingga Tawangsari menjadi daerah yang aman tenteram dan agamis.

Selain memperingati jasa KH Abu Manshur, kegiatan yang diprakarsai R. Ngt. H. Siti Fatimah dengan menggandeng Muslimat NU Ranting Tawangsari, PKK, dan Kerukunan Warga setempat, tersebut sebagai perayaan Tahun Baru 1437 H.

Grebek Suro diselenggarakan dua hari. Pada hari pertama dimeriahkan pawai kebudayaan, KRA Asmaradhana dan kirab santri-santri Zumrotussalamah dari pendopo Tanah Kamardikan Tawangsari. Kegiatan sebagai menyambut tahun baru 1 Muharram 1437 H tersebut diikuti 600 lebih partisipan.

Menurut R.Ngt. H. Siti Fatimah kegiatan tersebut adalah meneruskan perjuangan para leluhur, terutama KH Abu IManshur dalam menegakkan agama Islam sesuai konteksnya. �Artinya, Islam menerima kebudayaan sebagai instrumen pelengkap dalam berdakwah, tidak malah sebaliknya," tutur keturunan KH Abu Manshur tersebut. (Sabda Palon/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 25 Januari 2018

Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam waktu dekat, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo akan segera memiliki kantor yang definitif. Pasalnya, selama ini para pengurus Muslimat NU selalu memanfaatkan aula Kantor PCNU Kota Probolinggo sebagai markas besarnya.

Kantor dengan ukuran 9x26 meter persegi tersebut terletak di Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Pembangunannya sendiri baru dimulai Sabtu (17/10) lalu yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.




Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif

�Dengan adanya kantor ini saya berharap ke depan peran Muslimat NU di Kota Probolinggo dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan bisa ditingkatkan. Sebab keberadaan dan peren serta Muslimat NU sangatlah dibutuhkan,� ujar Khofifah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terkait pembangunan kantor baru ini, Wakil Sekretaris PC Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi mengatakan proses pembangunan kantor ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan dana yang dimiliki.

�Pembangunan kantor ini tergantung ada dan tidaknya dana. Ada dana maka pembangunan dilakukan. ? Sebab saat ini dananya murni berasal dari donator. Tetapi target kami selesai satu tahun,� ujarnya, Selasa (20/10).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Musyarofah, peran serta seluruh pengurus dan semua pihak sangat dibutuhkan supaya pembangunan kantor ini bisa selesai sesuai dengan harapan sehingga nantinya bisa langsung ditempati untuk melayani kepentingan masyarakat.

�Mudah-mudahan keberadaan kantor baru ini bisa semakin menambah motivasi dan semangat kepada seluruh pengurus untuk lebih berkhidmat kepada organisasi untuk kepentingan masyarakat,� harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Budaya, Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.