Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Andi Najmi: Petani Tembakau Selalu Disalahkan

Semarang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ketua Pengurus Pusat Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) Andi Najmi Fuadi meminta pengalokasian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu benar-benar sampai kepada masyarakat petani tembakau.

Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional �Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk Pembangunan Pertanian� yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, kemain, Kamis (10/5).




Andi Najmi: Petani Tembakau Selalu Disalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Andi Najmi: Petani Tembakau Selalu Disalahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Andi Najmi: Petani Tembakau Selalu Disalahkan

Ia menyesalkan, petani tembakau selalu disalahkan sebagai pihak yang merugikan kesehatan. Bahkan diharamkan produknya. Plus dalih hasil tembakau dinilai tidak sebanding dengan biaya kesehatan. Lantas karena itu pemerintah memungut uang besar dengan memberi cukai atas rokok.

�Petani tembakau rokok disalahkan dan bahkan diharamkan. Tetapi mereka ditelantarkan setelah produknya dikenai cukai yang mahal. Mestinya dari dana bagi hasil itu merekalah yang lebih berhak menerima, karena untuk meningkatkan kualitas tembakau itu sendiri,� tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penderita lain adalah para buruh rokok. Selain diupah rendah dan sering tidak dijamin hak-hak pribadinya, buruh rokok tidak mendapat kompensasi dari pembagian DBHCHT tersebut. Padahal ada 10,35 juta orang yang bekerja di pabrik rokok. Sekaligus dari mereka, masuklah pendapatan negara berkisar Rp 68,2 triliun per tahun.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kabar buruknya, lanjut Andi, penerimaannya saja tersendat-sendat, prosesnya susah, sangat memprihatinkan. Bahkan setoran bea cukai yang telah disetorkan industri tembakau di daerah, itu simpang siur.

Rektor Universiats Wahid Hasyim Semarang Dr H Noor Ahmad MA mengingatkan agar semua pihak yang terkait dengan petani tembakau konsisten dengan aturan yang sudah ditetapkan. Mekanisme pendistribusian maupun sistem tata kelola pembinaan sudah diatur dalam undang-undang termasuk upaya dinas terkait untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian tembakau.

�Sebenarnya jika semua pihak menjalankan aturan uang sudah ditetapkan dan tidak mencari celah demi kepentingan atau keuntungan tertentu, sudah tidak ada persoalan yang mendasar,� kata dia.

Persoalannya, beber dia, banyak pihak atau instansi merasa bersangkutan lalu merasa berhak minta uang bagi hasil tersebut. Padahal mestinya cukai tembakau ya cukai tembakau, kesehatan ya kesehatan. Ranahnya sendiri-sendiri Bukannya setiap dinas minta uang dengan berbagai dalih dan cara.

�Tampaknya kita harus berjuang keras untuk membantu petani mendapatkan hak-haknya. Para buruh pabrik rokok harus bisa merebut hak-hak mereka dari cukai yang dipungut pemerintah. Dan saya yakin masih banyak orang-orang atau lembaga-lembaga yang mau membantu mengentaskan persoalan termasuk Nahdhatul Ulama dan Fakultas Pertanian Unwahas,� jelasnya.

Seminar yang dimoderatori Ketua LPPNU Jateng yang juga dosen Fakultas Pertanian Unwahas Lutfi Aris Sasongko itu diikuti ratusan mahasiswa Unwahas dan mahasiswa kampus lain, serta para pengurus LPPNU se-Jateng.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Ichwan DS

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Perjuangan maksimal ditunjukkan oleh tim kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat pada babak penyisihan group A Liga Santri Nusantara yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, Selasa (25/10) sore. Kapten Kesebelasan As-Sulamy M Dwiki Risnawan dan timnya harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan oleh kesebelasan Pesantren Salafiah United FC Jawa Barat 2 di Stadion Bantul.

Jawa Barat 2 yang sebelumnya melumpuhkan Kalimantan 3 dengan skor 5:1 tampak kewalahan untuk mengecoh pertahanan belakang NTB 1 yang terbukti babak pertama dengan kedudukan skor 0:0.




Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Pelatih NTB 1 bongkar pasang pemain di babak kedua untuk menekan tim lawan yang tampak semakin kuat. Namun sayang dua gol berturut-turut diciptakan oleh Jawa Barat 2 atas kesebelasan NTB.

"Alhamdulillah, kami bersyukur. Sebetulnya tidak menyangka akan sampai masuk putaran 16 besar," kata M Dwiki usai bertanding.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ini semua, lanjutnya, merupakan berkat kekompakan anggota tim dan juga berkat doa. "Yang penting sekarang fokus latihan. Dan yang tidak kalah penting selain latihan adalah doa," jelasnya.

Seperti diketahui, tim As-Sulamy sepanjang perjalanan mulai berangkat bahkan hingga saat bertanding selalu membaca shalawat Nariyah secara bersama-sama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Ini yang membuat kita tenang," kata Dwiki. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Pondok Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 28 Januari 2018

Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (DPN Gemasaba) menilai keberadaan dan aktivitas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membahayakan keutuhan NKRI. Karena itu, Gemasaba mendesak pemerintah agar segera membubarkan organisasi transnasional ini.




Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gemasaba Akan Surati Kemendagri, Bubarkan HTI

Ketua Umum DPN Gemasaba Ghozali Munir menyampaikan hal tersebut di kantor DPP PKB, Ahad (21/9). "Keberadaan Hizbut Tahrir atau organisasi makar yg bercita-cita mendirikan khilafah di bumi Indonesia sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI dan pemerintah harus segera membubarkannya," tegas Ghozali.

Menurut Ghozali, Hizbut Tahrir tidak layak hidup di bumi Indonesia karena pancasila sebagai dasar negara sudah final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Selain itu, lanjutnya, cita-cita Hizbut Tahrir untuk mendirikan khilafah di Indonesia termasuk tindakan makar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jika pancasila diubah maka Indonesia akan bubar. Ide khilafah adalah ide bodoh dan kurang ajar. Mereka tidak ikut berjuang mengusir penjajah, tetapi tiba-tiba datang sambil menikmati indahnya kemerdekaan dan kebebasan demokrasi tetapi ingin menghancurkannya dan menggantinya dengan ide khilafah yang absurd," ujar Ghozali bernada geram.

Lebih jauh menurut Ghozali, Nabi Muhammad sendiri tidak pernah memakai ide khilafah sepihak dalam mendirikan negara, akan tetapi memakai satu konstitusi yang disusun bersama seluruh elemen bangsa yang bernama Piagam Madinah. Posisi Pancasila adalah sama persis dengan piagam madinah yang dipraktikkan Nabi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ghozali menambahkan, sebagai tindakan konkret penolakan Gemasaba atas Hizbut Tahrir, DPN Gemasaba telah memasang berbagai spanduk di berbagai sudut ibukota yang isinya menyadarkan masyarakat akan bahaya Hizbut Tahrir.

"Kami dalam waktu dekat juga akan mengirim surat resmi kepada Kesbangpol Depdagri (Kementerian Dalam Negeri, red) dengan tuntutan agar pemerintah segera membubarkan Hizbut Tahrir," pungkasnya. (Nidhomatum MR/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Pendidikan, Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Mataram, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menghentikan Kurikulum 2013 karena dinilai sangat memberatkan peserta didik.

"Saya sendiri saja mengaku bahwa pelaksanaan kurikulum 2013 sangat kacau dan memberatkan anak didik. Untuk itu, saya sangat setuju kalau itu dihentikan," tegas Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj di Mataram, Sabtu.




PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Said Aqil berharap pemerintah segera melakukan perbaikan, demi kebaikan dunia pendidikan Indonesia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia untuk disempurnakan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir," kata Anies Baswedan di Jakarta, kemarin. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Ahlussunnah, Kyai Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.