Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2019

Tabarukan Bulan Syawal Ansor Banser Boyolali Sowan Para Kyai.

Tabarukan Dalam Lebaran ansor banser boyolali. 


Boyolali-. Momen Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini, dipastikan menjadi wahana silaturahmi dan saling minta maaf di antara umat Islam khususnya "Muslim Nusantara" yang masyhur dikenal dengan Halal bi Halal.

Biasanya yang muda mengunjungi orang tua, murid sowan kepada guru, dan santri tabarukan (ngalap barakah) kepada pak kiai.

Seperti halnya baru-baru ini, Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Boyolali beserta Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Boyolali bersilaturahmi sekaligus tabarukan ke tempat para kiai atau sesepuh-ulama di Boyolali dan sekitar.

Selain mohon maaf karena sering merepotkan dan menggunakan kediaman atau pondok pesantren untuk kegiatan Ansor-Banser, Pengurus PC GP Ansor juga ingin lebih dekat serta "mendapat barakah" dan masukan dalam mengarungi pengabdian di organisasi.

Tabarukan yang dipimpin langsung Ketua PC GP Ansor Boyolali, Gus Husein Ahmadi, ini perlu dilestarikan sebagai bentuk "taat tradisi" yang baik.

Segudang hikmah Idul Fitri dan tradisi Halal bi Halal semestinya lebih kita resapi dan nikmati, baik dengan silaturahim, sowan, lebih-lebih tabarukan.

Intinya, atas dasar saling minta maaf dan mendoakan di Lebaran ini, semoga kehidupan kita semakin bertaraf: bertambah sehat, bertambah ilmu yang bermanfaat, dan berorganisasi yang lebih hebat serta maslahat.(heri, sis, khafidz)

Kamis, 30 Mei 2019

Bentuk Pengabdian Ansor Untuk Masyarakat, GP Ansor Boyolali Wujudkan 4 titik Posko Mudik.


Boyolali.- Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser Boyolali membuka empat posko mudik Lebaran 2019 yang tersebar di beberapa titik strategis di Boyolali, yaitu di Kecamatan Karanggede, Kecamatan Klego, Kecamatan Andong, dan Kecamatan Mojosongo.
Pembukaan posko bertujuan membantu pemudik dalam perjalanan ke kampung halaman.
�Ini salah satu bhakti Ansor dan Banser Boyolali kepada masyarakat. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa turut serta membantu meringankan kerja pemerintah atau aparat TNI-POLRI,� kata Ketua GP Ansor Boyolali, Husein Ahmadi, Kamis (30/5).

Menurut Husein, melayani pemudik tanpa memandang suku, ras, agama, golongan dan bahasa seperti ini, menjadi tugas mulia yang masuk kategori ibadah sosial. Dia berharap, kegiatan mudik tahun ini semakin lancar dari tahun-tahun sebelumnya, tanpa suatu rintangan apapun.

�Melayani pemudik itu tugas mulia dan masuk kategori ibadah sosial. Kami berharap perjalanan para pemudik tahun ini lancar tanpa suatu hambatan. Sebagai organisasi kami juga ingin momen ini menjadi media silaturahmi antar pengurus (GP. Ansor) untuk saling membantu sesama manusia,� tutur Husein.
Pada Lebaran tahun ini, menurut Kasatkorcab Banser Kabupaten Boyolali, Ahmad Muzamil, pihaknya akan mengerahkan 1000 personel untuk mengawal posko mudik Lebaran 2019. Dia berharap, keberadaan posko mudik memberi dampak positif bagi pemudik dan masyarakat secara umum.

�Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, saling membantu, memberikan rasa aman dan nyaman,� ujarnya. (HR)

Minggu, 05 Mei 2019

Warga NU Ranting Sranten Membuka Pasar Jajan Ramadhan Guna Meningkatkan Ekonomi Desa.



Karanggede-Boyolali. Pembukaan dan Peresmian Pasar Jajanan Takjil Ramadan 1440 H

Buka puasa Ramadhan pasti tidak lepas dari jajanan untuk takjil. Ini disikapi bagus oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sranten, Karanggede, Boyolali, yang menggelar Pasar Jajanan Takjil Ramadhan 2019 M/1440 H.
Dibuka dan diresmikan oleh Rois Syuriyah MWC NU Karanggede, Kyai Abdullah, Ahad,  5 Mei 2019.
Pasar Jajanan NU Ranting Sranten, ini menjadi ladang usaha sekaligus ruang interaksi-silaturahmi antar warga menjelang buka puasa.
Menurut panitia penyelenggara, Pasar Jajanan Ranting NU Sranten ini diperuntukkan kepada warga supaya mencari rezeki tambahan, terutama bagi Muslimat dan Fayayat agar memiliki kesibukan positif di bulan Puasa.
Ranting NU Sranten tidak menarik iuran bagi yang berdagang di lokasi tersebut.
Panitia bermaksud memfasilitasi secara gratis tempat berjualan dan berkreasi dalam pembuatan aneka jajanan takjil.
Dari semua itu, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas warga NU dalam pengolahan jajanan dan usaha jualan. Sehingga, "Pasar Bukan" ini selaiknya mendapat apresiasi dan dapat direplikasi daerah lain. (Sis, Heri)

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.