Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kader muda NU mulai menunjukkan geliatnya. Mereka yang tergabung dalam organisasi IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) Jakarta Pusat, telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang teragendakan selama bulan Ramadhan ini. Kegiatan yang akan memeriahkan bulan Ramadhan tersebut antara lain terangkum dalam agenda �Festival Ramadhan�.?




IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Festival Ramadhan

Festival ini diikuti lebih dari 700 peserta yang berasal dari kalangan pelajar mulai SDN, MTsN, SMP, SMA, SMK, Aliyah, dan remaja masjid serta masyarakat umum.?

Kegiatan festival dilaksanakan di halaman SDN Duri Pulo Jl. Setiakawan III Kelurahan Duri Pulo Kecamatan Gambir Jakarta Pusat. Kegiatan festival cukup meriah meskipun panitia mengagendakan acara secara dadakan. Para kader IPNU Jakarta Pusat memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan aktivitasnya.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Ini sebagai wujud kepedulian kader muda NU untuk memberi sumbangan dan kepedulian kepada masyarakat tidak mampu,� ujar Bendahara PC IPNU Jakpus, Muhamad Anshory di Jakarta, Sabtu (4/8).?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara berlangsung dengan meliputi lomba menggambar, lomba mewarnai, lomba adzan, lomba fashion show, hafalan surat pendek, menghias toples lebaran, ceramah agama, dan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu. Dan dilanjutkan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang antara lain ? hadiahnya berupa trophy, sembako dan uang pembinaan.?

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Jakpus Friady Maulana menambahkan, ini pertama kalinya digelar sejak kepengurusan IPNU Jakpus periode masa khidmat 2012-2014. �Dan insya Allah ke depan di tahun-tahun berikutnya akan menyelenggarakan acara serupa yang lebih besar dan meriah, walau kegiatan ini di dukung dari beberapa sponsor dan uang kas PC IPNU Jakpus.�

Dalam santunan kaum duafa dan anak yatim-piatu tersebut turut hadir Camat Gambir, Lurah Duri Pulo, serta para guru-guru yang membawa anak didik. Lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah.?

Mantan sekretaris IPNU Jakpus periode 2010-2012, mengungkapkan IPNU Jakpus yang sekarang lebih baik dari IPNU Jakpus sebelumnya. Sejak masih mengurus IPNU Jakpus, dia cukup aktif dalam pengkaderan pengurus dan kader hingga bisa terbentuk 8 Kecamatan se-Jakarta Pusat.?

�Kini sekarang tinggal melanjutkan, merawat dan menata. Semoga IPNU Jakpus ke depan lebih baik lagi.�

Kegiatan ini merupakan acara lanjutan dari progam kegiatan Kirab Ramadhan awal Ramadhan yang sudah berjalan sukses. Dan akan berlanjut dengan program kegiatan lainnya diantaranya: bedah buku, perlombaan kreasi celengan, dan olimpiade anak Betawi. Beragam kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang akan dilakukan oleh IPNU Jakarta Pusat sejak terpilihnya kepengurusan baru periode 2012-2014.

Kegiatan yang telah berjalan mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Selain sejumlah sponsor dari perusahaan-perusahaan swasta juga dari kalangan pemerintah daerah dan masyarakat umum. Beberapa lembaga yang ada di PBNU menjanjikan akan turut memberikan partisipasinya bagi terselenggaranya semua kegiatan yang akan digerakkan oleh kalangan muda NU ini.?

Ketua Umum PBNU KH Said Agil Said Siraoj mendukung segala kegiatan yang dilakukan para kader muda NU selama memiliki sumbangan yang baik bagi masyarakat. Mereka cukup aktif dan semangat dalam mengkampanyekan nilai-nilai aswaja yang menjadi prinsip-prinsip dasar NU.?

�Melalui Kirab Ramadhan, santunan anak yatim dan khususnya Festival Ramadhan seperti ini, warga NU dan masyarakat umum akan merasa terbantu oleh aktivitas kader NU,� ujarnya di PBNU kemarin.?

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, Hadits, Kajian Sunnah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 25 Februari 2018

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Batam, Pimpinan Pusat Muhammadiyah -

Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H. Asad Said Ali, di Batam Kepulauan Riau, Jumat (25/12) mengajak kader muda Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa bersyukur dan cerdas dengan kekuatan batin dimiliki.

Mantan Wakil Kepala BIN itu menegaskan, salah satu kekuatan Ansor adalah kekuatan ruhani. "Bersyukur kepada Allah membuat tenang. Lalu wirid yang diajarkan ulama-ulama kita, itu membuat batin anak-anak Ansor menjadi kuat," ujar dia lagi.




Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersyukur dan Cerdaslah dengan Kekuatan Batin

Alumni Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta itu mengingatkan kader Ansor yang menjadi peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III untuk menjaga lisan dan perbuatan.

"Sekali kita berbohong maka akan terus berbohong. Kader Ansor harus cerdas, jangan mengumbar persoalan internal ke media sosial, itu namanya goblok bin goblok," ujar dia lagi.

Ia lalu menyarankan, kader Ansor yang pintar harus masuk atau membuat koperasi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Itu ada mas Fahmi Akbar Idries, Ketua Divisi Nusa Makmur Induk Koperasi Syirkah Muawwanah Nusantara atau Inkopsimnus. Jagoan itu kalau soal koperasi, tapi ingat, jangan korupsi," tuturnya.

Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 itu lalu mencontohkan PCNU Magetan, Jawa Timur yang bisa membangun gedung senilai Rp7 miliar dengan kemandirian ekonomi.

"Sumber daya sebagai syarat pergerakan organisasi harus dipahami dulu. Jangan bondo nekat," ujar dia di sela memaparkan materi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Susbanpim III PP GP Ansor digelar di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 04 Februari 2018

Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk yang ketiga kalinya, Persaudaraan Profesional Muslim Ahlussunnah Waljamaah (PPM Aswaja) akan menyelenggarakan kontes menulis blog (Kontes Blog Muslim Ke-3).

Menurut Ketua PPM Aswaja Hari Usmayadi, seperti sebelumnya, kontes ketiga ini juga terbuka untuk umum. Hanya saja ada sedikit perubahan dimana tiap peserta atau calon peserta kontes diwajibkan mendaftarkan diri di blog httP;//www.kontesblogmuslim.com.




Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah Kontes Blog Muslim PPM Aswaja

"Adapun tema kontes blog muslim ke-tiga kali ini adalah tentang "Moral Generasi Muda sebagai Modal Bangsa"," katanya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah Senin siang (3/11).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk syarat dan ketentuan serta peraturan lomba blog selengkapnya, pria yang akrab disapa Cak Usma ini meminta calon peserta untuk mengunjungi web http://www.kontesblogmuslim.com. (Mukhlisin/Abdullah Alawi)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 01 Februari 2018

Eksistensi Guru NU Kuat, Negara Wajib Hadir

Mojokerto, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Katib Syuriyah PBNU KH M. Mujib Qulyubi mengatakan momentum Peringatan Hari Santri Nasional perlu direspon secara nyata, tidak sekadar heroisme sesaat.




Eksistensi Guru NU Kuat, Negara Wajib Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Eksistensi Guru NU Kuat, Negara Wajib Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

Eksistensi Guru NU Kuat, Negara Wajib Hadir

Oleh dunia pendidikan, dalam hal ini Pergunu, perlu adanya peningkatan perhatian terhadap guru Agama dan Guru NU, yang selama ini belum tersentuh secara nyata.?

Negara wajib hadir untuk memperkuat eksistensi guru-guru tersebut. Perhatian terhadap guru-guru diniyah, guru TPA, dan TPQ, kiranya menjadi poin penting yang perlu diperhatikan Pemerintah.

Hal tersebut diungkapkannya saat mengisi diskusi pada Forum Silaturahim Kongres Pergunu II di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Kamis (27/10) pagi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari sisi Pergunu sendiri, Kiai Mujib mendorong agar guru-guru NU menguatkan kembali semangat berjihad melalui bidang pendidikan, yakni sebagai pengajar. Bahwa saat ini pemerintah menggulirkan sertifikasi guru, yang disatu sisi memperkuat kesejahteraan guru dan sisi lain mendorong profesionalisme, namun pada faktanya banyak yang hanya untuk mengejar kesejahteraan tanpa upaya peningkatan profesionalisme.

�Oleh karena itu, saya lebih cenderung mendorong agar jiwa atau semangat yang dikembangkan dari pesantren perlu juga dipegang oleh para guru NU. Jiwa pesantren yang apa adanya lillahi taala, para guru akan mendidik para siswa dengan sekuat tenaga. Ketulusan dari hati juga terasa, dan daya didik dan keihlasan. Itu yang harus dikembangkan,� terang Mujib.?

Kiai Mujib meneruskan, para dosen perguruan tinggi NU sebenarnya termasuk dalam Pergunu. Namun kehadiran para dosen di komunitas Pergunu tampak masih malu-malu. Hal ini perlu dirumuskan lagi agar para dosen yang merupakan kader NU dapat bersentuhan aktif dalam wadah Pergunu.

Selain itu, Kiai Mujib mengungkapkan adanya anggapan ironis terhadap guru-guru agama SMA, karena banyaknya mahasiswa yang diduga dipengaruhi ajaran golongan radikal saat di SMA.?

Ia mematahkan anggapan tersebut dengan menyebutkan hasil survey oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dirilis Februari 2016, yang menyebutkan bahwa radikalisme di perguruan tinggi salah satunya karena dari kegiatan Rohis (Kerohanian Islam) SMA. Para pembina Rohis belum tentu guru agama yang terjangkit radikalisme dari dirinya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ditemui Pimpinan Pusat Muhammadiyah seusai acara Forum Silaturahim, Kiai Mujib mendorong agar masyarakat NU mengupayakan penyebaran ajaran aswaja dan ke-NU-an melalui kegiatan ? seperti Rohis, tanpa harus berlabel NU.

Terkait dengan perkembangan Pergunu dewasa ini, Kiai Mujib menilai secara umum sudah cukup bagus dengan kelembagaan yang terbentuk. Namun secara organisatoris dan sitem manajemen organisai masih perlu ditingkatkan. Ia mendorong agar Pergunu tidak hanya menjadi event organizer.?

�Peran NU bagi Indonesia tidak terbantahkan. Namun itu jangan menjadi alasan Pergunu untuk mengandalkan program-program dari Kementerian yang ada. Pergunu jangan bergantung pada Pemerintah. Ini yang perlu di-rescedule agenda-agenda Pergunu. Sebagai banom NU, Pergunu harus ikut induknya (PBNU), jadi tidak usah blusukan (mencari proyek) ke Kementerian,� pungkas Kiai Mujib. (Kendi Setiawan/Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Jadwal Kajian, Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 29 Januari 2018

Kiai Musta�in Syafi�i: Assalamualaikum Lebih Bermakna dari Hallo

Way Kanan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Umat Islam memiliki salam khas, sunah diucapkan namun wajib dijawab, yakni Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam tersebut memiliki arti positif: semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa, sehingga tidak pantas umat Islam menggantinya dengan kata �hallo�.




Kiai Musta�in Syafi�i: Assalamualaikum Lebih Bermakna dari Hallo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Musta�in Syafi�i: Assalamualaikum Lebih Bermakna dari Hallo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Musta�in Syafi�i: Assalamualaikum Lebih Bermakna dari Hallo

"Jangan ragu mengucapkan kalimat tersebut? (Assalamualaikum) saat menerima panggilan masuk dari handphone karena salam tersebut mendoakan selamat dan sebaliknya, yang menjawab mendoakan selamat,� ujar salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Dr KH Ahmad Mustain Syafii, MAg, di Kasui, Way Kanan, Lampung, Rabu (27/5).

�Mungkin ditakdirkan celaka, namun karena mengucapkan Assalamualaikum menjadi sangat mungkin Allah menurunkan keselamatan. Kalau hallo, apa makna dan manfaatnya?" sambungnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Mustain pada Pengajian Akbar Dalam Rangka Isro dan Miraj dan Peresmian Mushola Al Ikhlas Lingkungan 1 Kelurahan Kasui itu lalu menambahkan, khusnul khotimah pun bisa diraih dengan salam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia lalu mengisahkan kisah Baginda Rasul Muhammad SAW saat mengucap salam dan ketuk pintu tiga kali di rumah salah seorang sahabat namun tidak juga dibuka. Karena itu Nabi Muhammad SAW beranjak pergi. Namun setelah sesampai di pagar dikejar dan dipersilakan pemilik rumah untuk masuk.

"Saat ditanya Nabi Muhammad mengapa salam demi salam tidak dijawab, sahabat tersebut menjelaskan jika tiga kali juga menjawabnya dengan lirih karena ingin terus didoakan selamat oleh Baginda Rasul," ujarnya.

Ia lalu mengingatkan, bagi tamu yang berkunjung namun tiga kali salam dan ketuk pintu tidak ada jawaban maka haram jika melakukan operasi. "Lubang kunci sampai jendela diintip, tidak boleh semacam itu. Haram dilakukan," paparnya.

Menurut dia pula, dititipi salam itu wajib disampaikan, namun tanpa Assalamualaikum sama dengan barang dititipkan tidak ada. "Tapi ada salam dilarang diucapkan. Misalnya saat ada acara makan bersama selesai tahlilan. Jika ada orang datang terlambat mengucapkan salam saat puluhan orang menikmati jamuan makan bersama menurut fiqih tidak boleh mengucapkan Assalamualaikum," kata dia lagi.

Larangan mengucap salam lain ialah yang berpotensi menimbulkan fitnah. Semisal ada perempuan, mantan pacar sudah bersuami berpapasan di jalan, maka tidak boleh mengucap salam kepada perempuan tersebut. "Bagaimana perasaan suaminya jika yang diberi salam istrinya saja? Itu tidak boleh dilakukan karena bisa menimbulkan pertengkaran," ujar KH Mustain menjelaskan.

Hadir dalam pengajian dihadiri kisaran 1.000 orang itu Lurah Kasui Pasar Sapriadi Wijaya, Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda dan Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto.

"Penyampaian beliau membumi alias mudah dicerna. Masyarakat awam butuh penceramah yang piawai menyampaikan hal-hal bermanfaat terkait ibadah dengan mudah tanpa berbelit-belit," ujar Gatot menambahkan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, Pendidikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.