Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono.




PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Humor Islam, Meme Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 28 Februari 2018

Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama

Banyumas, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas , Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Anak Cabang, pada hari Ahad (12/11) besok.

Kegiatan itu akan dilaksanakan bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat NU di Gedung MTs Maarif 01 Kedungbanteng, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut Ketua PAC GP Ansor NU Kedungbanteng, Darto konferensi bersama dilakukan dengan pertimbangan untuk efektifitas waktu dan pembiayaan.




Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahad, Fatayat, Ansor, dan MWCNU Kedungbanteng Konferensi Bersama

"Konferensi bersama jauh lebih strategis dilakukan bersama daripada sendiri-sendiri penyelengaraannya," ujarny Sabtu (11/11) di Gedung MTs Maarif 01 Kedungbanteng.

Konferensi MWC NU,GP Ansor, dan Fatayat akan memilih ketua baru dalam rangka konsolidasi dan regenerasi pengurus yang akan menjalankan roda organisasi sebagaimana tertuang dalam AD/ART .

Sementara itu tokoh senior NU Kedungbanteng Kiai Munir Sarbini menyatakan dengan terlaksananya konfersensi ini pengurus yang akan terpilih nanti dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan mampu menjadi suri tauladan bagi masyarakat serta membawa kemajuan organisasi yang didirikan KH Hasyim Asyari. (Mulyono HP/Kendi Setiawan)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Sunnah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 27 Februari 2018

Mahfud MD: Negarawan Turun, Politisi Mundur

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Permasalahan yang melanda negara kita sekarang adalah permasalahan dari dalam, bukan kekuatan luar. Bukan perbandingan atau pertandingan ideologi. Tetapi persoalan manajemen pemerintahan dalam penegakan hukum dan keadilan.

Pendapat tersebut disampaikan oleh Mahfud MD dalam dialog Kebangsaan dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama ke-87 di XT Square Yogyakarta, Ahad (3/3). Mahfud menyatakan bahwa persoalan ketidakadilan adalah persoalan pokok bangsa. Bangsa manapun jika diperintah dengan ketidakadilan maka akan hancur.




Mahfud MD: Negarawan Turun, Politisi Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: Negarawan Turun, Politisi Mundur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: Negarawan Turun, Politisi Mundur

�Sahabat Ali mengatakan, sebuah negara akan hancur jika dikelola dengan ketidakadilan. Sebaliknya, sebuah Negara akan kuat jika dikelola dengan adil,� tutur Mahfud.

Sehingga pemerintah dalam hal ini perlu untuk bersungguh-sungguh di dalam menegakkan hukum dan keadilan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Oleh karena itu, sekarang yang diperlukan adalah turunnya para negarawan ke gelanggang, untuk perbaiki negara. Bukan dipercayakan ke politisi. Politisi nunggu dulu, serahkan ke orang yang punya sikap kenegarawanan untuk benahi negara. Sesudah itu, politisi silakan main lagi," jelasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka akan rawan terjadi disintegrasi bangsa. Oleh karena itu, jelaslah bahwa masalah yang mengancam negara ini adalah masalah dari dalam. Bukan kekuatan luar, bukan perbandingan ideologi, tetapi adalah masalah manajemen pemerintahan dalam menegakkan hukum dan aturan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Kontributor : Anas Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 03 Februari 2018

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

Tidak dinyana sebelumnya, kesadaran kaum salafi terutama di Indonesia untuk menggunakan ruang publik sebagai spatial medium bagi dakwah mereka begitu menakjubkan. Kelompok ini sangat cepat belajar menatap kebutuhan masa depan mereka. Setelah era majalah cetak di kalangan mereka habis, ditandai dengan kejatuhan majalah cetak Sabili, Hidayatullah, dan beberapa jenis yang lainnya, kaum salafi begitu cepat melakukan proses adaptasi ke online media.

Sebagaimana yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya �lihat dua post terakhir saya�, gejala seperti ini, selain dilatarbelakangi oleh �kewarasan� mengenai perlunya terus eksis di ruang publik, gejala ini juga menunjukkan adanya penerimaan yang rendah atas kelompok ini di ruang konkrit kalangan Muslim Indonesia. Karenanya, bagi mereka, hijrah untuk menggunakan ruang online media atau internet merupakan ruang baru yang menjanjikan. Sebuah medan baru untuk melaksanakan jihad baru juga. Jihad lama dengan senjata tidak dihapus, namun jihad baru melalui pena dan tulisan perlu digalakkan.?

Tulisan ini tidak ingin mencari bagaimana masalah penggunaan teknologi internet atau online untuk keperluan dakwah di kalangan salafi, namun lebih ingin melihat antusiasme mereka dalam mengelola, menyajikan dan mengkampanyekan opini, diskursus, berita yang bernuansa salafi melalui surat kabar atau majalah, webpage, facebook, dan sarana-sarana online mereka lainnya. Basis analisis yang akan saya pakai di sini adalah teori-teori mengenai �ruang� (space) terutama abstract space. Yang saya maksud dengan abstract space di sini adalah ruang yang tidak tidak tersentuh oleh dunia nyata atau biasa disebut dengan istilah virtual. Selain itu, dalam menulis artikel ringan ini, saya terilhami oleh metode riset kualitatif yang biasa disebut dengan netnografi (netnography). Netnografi adalah etnografi di internet. Artinya, metode ini menggunakan teknik-teknik riset etnografis untuk mengkaji kebudayaan dan masyarakat yang muncul melalui komunikasi berbasis internet. Metode riset kualitatif ini pada mulanya digunakan untuk meriset konsumen di online misalnya forum-forum di internet untuk menjajagi apa yang diminati dan dikehendaki oleh konsumen. Metode ini sangatlah berguna untuk melihat kehadiran kaum salafi di ruang online �ruang-ruang forum�dan bagaimana mereka mempersuasi audien.

?




Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

Makna Ruang Maya Bagi Salafi

Sebagaimana kita tahu tahu bahwa kaum mainstream Indonesian yang berhaluan Sunni masih belum bisa menerima sepenuh hati kehadiran kalangan salafi. Meskipun istilah salafi atau salafiyyah sendiri sudah lama dipakai I Indonesia misalnya oleh kalangan NU untuk menamai pesantren mereka, namun salafi yang saya maksudkan di sini, masih dianggap oleh mainstream Islam di Indonesia sebagai Wahhabi. Dalam kajian Islam, Wahhabi sebenarnya masih dalam kategori Sunni, namun masyarakat Sunni Islam di Indonesia�merupakan Sunni terbesar di seluruh dunia�belum bisa memasukki Wahhabi ke dalam kelompok mereka. Dalam diskursus publik, mayoritas ulama di Indonesia keberatan dengan Wahhabi. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah meskipun mereka secata teologis berafilalsi dengan Wahhabi namun kebanyakan juga tidak berterus terang atau enggan disebut sebagai kaum Wahhabi. Hal ini semua karena stigmatisasi Wahhabi di Indonesia sebagai kelompok sesat dalam Islam sudah sekalian lama terjadi. Sudah barang tentu bagi mereka yang belajar di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah NU, Perti, al-Wasiliyah organisasi-organisasi lainnya, pernah disodori pelajaran Ahlusunnah Waljamaah dengan menggunakan buku pegangan yang dikarang oleh KH. Siradjuddin Abbas. Jelas dalam buku beliau, I�tiqad Ahlussunnah Waljamaah, Wahhabi dikeluarkan dari firqah najiyah (kelompok yang selamat). Tidaknya hanya Wahhabi, seluruh mereka yang menolak Imam Ashʿārī dan Māturidī sebagai pedoman i�tiqad mereka bukan menjadi bagian dari mereka.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Namun yang lebih mendasar lagi, penolakan atas Wahhabi oleh kalangan Islam mainstream juga disebabkan oleh kekhuwatiran mereka akan ajaran Wahhabi yang mengancam pada tradisi keagamaan kaum mainstream. Di sini kaum mainstream bisa dikatakan sebagai kaum ortodoks dimana mereka menggunakan alasan-alasan kesucian doktrin agama untuk melarang ajaran lain yang dipandangnya keluar dari ortodoksi. Talal Asad menyatakan ortodoksi adalah pengaturan kembali pengetahuan yang bertujuan membangun sebuah relasi penguasaan wacana dalam hal pengaturan mana bentuk-bentuk praktis Islam yang benar. (210-11, Genealogy of Religion).

Meskipun di Saudi Arabia, salafi-Wahhabi bisa dikatakan sebagai pemegang ortodoksi, tapi di Indonesia mereka tidak demikian adanya. Dari perspektif kaum mainstream Islam Indonesia, salafi-Wahhabi adalah kaum heterodok karena pemegang kebenaran ajaran Islam di Indonesia adalah kelompok mainstream Islam yang memiliki perbedaan cara pandang keagamaan dengan kaum salafi-Wahhabi. Karenanya, pada titik ini, keberadaan kaum Wahhabi sebenarnya hampir mirip dengan nasib-nasib kelompok sempalan lainnya, katakanlah kelompok Syiah atau Ahmadiyah. MUI sendiri misalnya secara implisit menolak salafi melalui fatwa-fatwa mereka yang menolak jihad ekstrim kaum salafi-Wahhabi sebagaimana juga menolak kaum Syiah. ? Nahdlatul Ulama secara keras menolak model pemikiran dan praktik keagamaan kaum Wahhabi.? Kembali kepada pandangan Talal Asad? bahwa kaum Muslim yang memiliki kuasa untuk mengatur, mempertahankan, mempersyaratkan, merendahkan atau mengganti hal-hal yang tidak benar adalah kaum ortodok.

Sebagai kelompok heterodok, kaum salafi-Wahhabi di Indonesia memerlukan ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan doktrin mereka yang dianggap �menyimpang� dari mainstream Islam di Indonesia dan �internet space� adalah pilihan yang tepat. Ketika mereka tidak bisa atau terancam oleh ketatnya ortodoksi dalam �concrete space,� maka ruang internet menyediakan mereka kebebasan untuk berdakwah karena di dalam ruang ini mereka adalah atau kita adalah pemegang kendali diskursus yang kita kehendaki. Berbeda dengan model interaksi �dari muka ke muka,� interaksi di ruang internet bisa dilakukan secara arbitrer, doktriner dan sekaligus otoriter. Dalam konteks Indonesia, Salafi-Wahhabi memerlukan ruang yang demikian ini untuk bergerak? karena pada dasarnya mereka adalah �kaum ortodoksi� juga di negara asalnya, namun karena ortodoksi mereka tidak mendapatkan legitimasi maka mereka menjadi heterodok. Di ruang maya ada proses dialog dan interaksi, tapi pemegang domain secara unilateral bisa menghentikan atau mentiadakan proses dialog atau forum. Ruang maya juga merupakan hal yang paling strategis untuk berkampanye pada audien yang tidak memerlukan penelahaan panjang (tidak kritik). Namun patut diakui bahwa daya juang kaum salafi-Wahhabi di ruang maya luar sangat efektif. Saya tidak menjumpau kelompok-kelompok heterodok lain yang seperti salafi-Wahhabi ini yang sedemikian efektif dan strategis dalam menggunakan �internet space.� Katakanlah kelompok Ahmadiyah dan Syiah Indonesia, mereka tidak punya �cyberspace fighters� sebagaimana yang dipunyai oleh kaum salafi-Wahhabi. Internet space sekarang menjadi semacam masjid virtual pusat pembelajaran alternatif.

Dalam kondisi yang terdesak di ruang konkrit, web-space menyediakan sifat immediacy, kecepatan untuk memanfaatkan media online ini dalam merespon peristiwa, kejadian, atau hal-hal genting lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan. Surat kabar, hasil riset, majalah dan sumber-sumber informasi offline lainnya tidak memiliki ini. Kita teringat ketika kaum salafi-Wahhabi mendapatkan tuduhan sebagai pelaku pengeboman beberapa tempat penting di Eropa, dengan cyberspace mereka bisa bereaksi secara cepat baik reaksi dan meluas itu untuk melakukan pembenaran maupun pengingkaran akan keterlibatan dirinya. Meskipun para ahli cyberspace crime bisa menemukan �concrete space� yang dijadikan sebagai tempat dimana mereka mengeluarkan pernyataan tersebut, tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan agak panjang dan cara yang agak rumit.?

Dalam satu dekade terakhir, setelah beberapa peristiwa pengeboman di beberapa tempat penting di Indonesia dimana kaum salafi-Wahhabi adalah pihak yang banyak dituduh, dicurigai dan ada juga yang sudah terbutki secara hukum, mereka menyadari akan marginalisasi kelompok mereka di ruang konkrit. Tidak hanya menyadari hal ini, namun mereka berusaha untuk mencari ruang baru (alternative site). Ruang baru ini tidak hanya menyediakan kenyamanan bagi mereka, namun juga mempermudah transnasionalisasi ide dan gagasan mengingat frontier di dalam virtual space sangat cair dan bahkan bisa dikatakan borderless (tanpa batas). Di dunia nyata, transnasionalisasi membutuhkan ongkos yang tidak murah. Memindahkan dan mengirimkan orang, buku, dan juga hal-hal sarana lainnya dari satu negara ke negara lain tidak bisa dilakukan tanpa dukungan uang yang banyak. Lihat berapa uang yang dihabiskan oleh pemerintah Saudi dalam menyebarkan Islam-versi mereka ke negara-negara lain dalam kurun 30 tahun terakhir ini. Namun dalam dunia maya, mobilitas dan migrasi ide dan gagasan tidak memerlukan kehadiran seseorang, rujukan yang tersentuh, dan lain sebagainya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lalu bagaimana dengan otoritas agama? Dunia maya tidak kurang canggih dalam mengakomodasi dan mempertahankan otoritas agama. Apabila di dunia offline, otoritas agama bisa runtuh gara-gara penampilan seorang pemegang otoritas yang kacau, di dunia maya, otoritas agama tidak hanya disediakan ruang untuk menyampaikan, tapi juga ruang untuk memperindah dan bila perlu memanipulasi kekurangan-kekurangan yang terjadi di ruang offline. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ruang maya dan salafi Wahhabi Indonesia membaca ini sebagai hal yang berguna bagi perjuangan mereka.

*) Penulis adalah Rais Syuriah PCI-NU Jerman, saat ini menetap di Berlin.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Januari 2018

Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa

Khutbah I



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?




Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Rajab, Bukan Bulan Biasa

Jamaah shalat Jumat had�kumullah,

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak terasa kita kembali memasuki bulan Rajab. Entah karena kesibukan atau waktu kita yang kurang berkah, perjalanan hidup serasa semakin cepat. Tiba-tiba saja kita bertambah tua. Tiba-tiba saja kita menapaki kembali bulan Rajab. Tiba-tiba saja kita akan menghadapi bulan Sya�ban lalu bulan suci Ramadlan. Sejatinya, tidak ada istilah �tiba-tiba�, karena waktu berjalan linier seperti lazimnya, kecuali timbul dari perasaan pribadi lantaran sikap abai alias tidak peduli.

Bulan Rajab adalah bulan istimewa. Dalam kitab I�anatut Thalibin dijelaskan bahwa �Rajab" merupakan derivasi dari kata �tarjib� yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut �Al-Ashabb� (?) yang berarti �yang mengucur� atau menetes�. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan �Al-Ashamm� (?) atau �yang tuli�, karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini. Julukan lain untuk bulan Rajab adalah �Rajam� (?) yang berarti melempar. Dinamakan demikian karena musuh dan setan-setan pada bulan ini dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak jadi menyakiti para wali dan orang-orang saleh.

Allah memasukkan bulan Rajab sebagai salah satu bulan haram alias bulan yang dimuliakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36)

Bulan haram adalah empat bulan mulia di luar Ramadlan, yakni Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.? Disebut �bulan haram� (? ?) karena pada bulan-bulan tersebut umat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Memang beberapa hadits dla�if, bahkan palsu, yang menjelaskan secara eksplisit tentang gambaran pahala amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab. Namun demikian, bukan berarti tidak ada keutamaan menjalankan ibadah, misalnya puasa, dalam bulan Rajab. Justru puasa menjadi istimewa karena dilakukan pada bulan istimewa. Hanya saja, seberapa besar pahala yang akan didapat, Allahu a�lam. Hanya Allah yang tahu. Tugas hamba adalah menghamba kepada Allah dan seyogianya tak terikat dengan pamrih apa saja.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad dikatakan:

? ? ?

�Berpuasalah pada bulan-bulan haram.�

Imam Al-Ghazali dalam Ihya� Ulumid-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi kian bernilai bila dilakukan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan, dan tiap minggu. Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab masuk dalam kategori al-asyhur al-fadhilah di samping Dzulhijjah, Muharram dan Sya�ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum? di samping Dzulqa�dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

Jamaah shalat Jumat had�kumullah,

Keitimewaan bulan Rajab juga terletak pada peristiwa ajaib isra� dan mi�raj Rasulullah shallall�hu �alaihi wasallam. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tahun 10 kenabian (620 M). Itulah momen perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu menuju ke sidratul muntaha yang ditempuh hanya semalam. Dari peristiwa isra� dan mi�raj ini, umat Islam menerima perintah shalat lima waktu. Begitu agungnya peristiwa ini hingga ia diperingati tiap tahun oleh kaum muslimin di berbagai belahan dunia.

Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah memberi contoh kita untuk membaca:

? ? ? ? ? ? ? ?

�Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya�ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.�

Khatib mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian agar tidak menyianyiakan bulan yang agung ini. Dari berbagai keterangan yang disebutkan tadi, sangat jelas bahwa bulan Rajab memiliki keutamaan lebih di atas bulan-bulan pada umumnya. Ia adalah momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik tentang kedekatan kita kepada Allah (taqarrub ilall�h) maupun perbuatan baik (amal shlih) kita kepada sesama. Belum tentu tahun berikutnya kita akan berjumpa dengan kesempatan merasakan kembali bulan Rajab. Saatnya menyisihkan fokus kita kepada bulan mulia ini di tengah kesibukan duniawi kita yang melengahkan. Wallahu a�lam.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, News, Meme Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.