Rabu, 26 September 2018

Pendirian Masjid Antigempa PWNU Jawa Tengah di Lombok Utara Nusa Tenggara Barat Mencapai 80 Persen

Pendirian masjid antigempa yang didirikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sudah mencapai 80 persen.

Ketua PWNU Jateng, KH Muzammil meninjau langsung ke titik lokasi masjid didirikan. Ia didampingi oleh Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng, Zainuddin; serta M Wibowo, ketua LPBI NU Jateng.

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Tuan Guru Sa'i, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Pemenang, Lombok Utara, yang merupakan lokasi pendirian masjid.

"Masjid yang didirikan hasil iuran masyarakat Jawa Tengah semoga dapat bermanfaat dan menjadi sarana untuk masyarakat berkegiatan," tuturnya Selasa (25/9).

Sementara itu, Tuan Guru Sa'i menimpali atas bantuan PWNU dan warga Jawa Tengah, mereka dapat kami kembali memiliki masjid untuk beribadah.

Masjid antigempa tersebut berbahan baja ringan, berukuran 10x20 meter. Proses pendirian masjid dimulai Senin (17/9), melibatkan 12 orang relawan dari Banser Boyolali. Relawan dipilih berdasarkan kualifikasi keahlian di bidang pendirian bangunan berbahan baja ringan.

Berhari-hari para relawan dari Bagana dan BANSER bekerja keras membangun masjid untuk dapat digunakan oleh Korban Bencana Gempa Lombok. Dalam tidur kelelahan dan pulas, mereka merindukan keluarga, yang ditinggalkan nun jauh di sana, di Pulau Jawa.

Keihlasan dan Darma bhaktimu untuk sesama, menggetarkan jiwa. Semangat kalian menginspirasi untuk terus membantu orang-orang yang terkena bencana.

Semoga amal baikmu diterima oleh Allah subhanallah ta'ala. (Heri. S)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.