Kamis, 15 Februari 2018

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam Diskusi Publik #SaveRohingya: Momentum Indonesia Menegakkan Kemanusiaan Global yang diselenggarakan di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jum�at (22/5), Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Masudi bertanya-tanya, di mana Aung San Suu Kyi? Mengapa penerima Nobel Perdamaian itu hanya diam saja?




Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi? (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Rohingya, Di mana Aung San Suu Kyi?

�Masyarakat internasional juga sedang bertanya-tanya, di mana penghargaan Nobel Perdamaian yang diterima olehnya sebagai salah satu pejuang kemanusiaan dari Myanmar,� jelasnya.?

Namun demikian, Kiai Masdar menjelaskan, bahwa persoalannya karena Rohingya justru hanya membawa kemanusiaan. Mereka tidak membawa dollar. Inilah ironi manusia modern. Manusia sekarang sedang diuji dimensi kemanusiaannya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Jangan-jangan kemanusiaan kita sekarang ini hanya kamuflase bagi materialisme yang sedang kita anut?� ucapnya.

Kenyataan sekarang, tambah Masdar, Rohingya sudah masuk ke wilayah Indonesia. Berarti bangsa Indonesia harus mengambil tanggungjawab sebagaimana mestinya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang kita yakini.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

�Setidaknya, menampung sebagian dari mereka dalam batas tertentu. Ya, jangan semuanya kita yang menampung, dong. Itu tidak fair. Ini adalah tanggungjawab global,� tegasnya.

Yang Harus Dilakukan Bangsa Indonesia

�Pertama, kita harus berani terbuka, membuka diri atas kehadiran mereka. Atas nama sesama manusia dan kemanusiaan. Sebagai manusia kita harus terbuka. Bahwa sesama manusia berhak menempati bumi ini,� ujar Kiai Masdar.

Sebagai manusia modern, lanjut Kiai Masdar, harus menyadari tragedi Rohingya ini muncul karena adanya konsep negara-negara sehingga bumi ini dikapling. Dulu sebenarnya siapapun bebas mau tinggal dimana, mau membangun ekonomi dimana, dan sebagainya.?

�Saya kira waktu itu masih terbuka. Tentu karena waktu itu bumi masih luas, dalam arti belum banyak pengungsinya. Tapi sekarang bumi ini terasa makin sempit,� terangnya.

Yang kedua, lanjutnya, Indonesia punya konstitusi yang bisa dimaknai bahwa kita tidak bisa menutup mata terhadap pengungsi Rohingya. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya tempat tinggal karena diusir dari tempat tinggalnya.?

Selain Masdar, hadir sebagai narasumber Andi Rochmanyanto (Kemenlu RI), Syaiful Bahri Anshori (Komisi I DPR Fraksi PKB), dan Nur Munir (moderator). Acara dibuka oleh Andi Muawiyah Ramli (Dewan Syura DPP PKB). (Kholilul Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai Pimpinan Pusat Muhammadiyah

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.