Jumat, 31 Mei 2019

Baznas Boyolali dan MWC NU Karanggede Menyerahkan SK Pengelolaan Zakat




ansorboyolali.- Pengelolaan zakat masih manjadi pekerjaan rumah umat Islam untuk digarap dengan tata cara profesional yang sesuai fiqih.

Sehingga, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Boyolali bekerja sama dengan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Karanggede juga ikut serta menuju pengelolaan zakat yang mekanis dengan (seperti) memberi pengarahan dan sekaligus membagikan Surat Keputusan (SK) kepada takmir masjid dan mushola se-Karanggede, pada Jumat, 31 Mei 2019.

Tercatat 89% masjid dan mushola di Karanggede telah mengajukan SK dan telah mendapatkannya.
Hadir dalam acara ini, perwakilan dari Baznas Boyolali, Bapak Jamal dan Bapak Tarkhin, yang memberikan pengarahan tentang pentingnya pembagian zakat fitrah, zakat mal, dan infaq yang sesuai dengan tuntunan syari'at.

"Dengan penyerahan SK tersebut akan memberikan legalitas bagi para takmir untuk mengelola zakat maupun infaq. Karena baik dari pihak pemberi zakat, pengelola, dan penerima zakat mendapat rasa nyaman sebab ada tata cara yang sesuai agama," terangnya. (Heri, Khafidz)

Kamis, 30 Mei 2019

Bentuk Pengabdian Ansor Untuk Masyarakat, GP Ansor Boyolali Wujudkan 4 titik Posko Mudik.


Boyolali.- Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser Boyolali membuka empat posko mudik Lebaran 2019 yang tersebar di beberapa titik strategis di Boyolali, yaitu di Kecamatan Karanggede, Kecamatan Klego, Kecamatan Andong, dan Kecamatan Mojosongo.
Pembukaan posko bertujuan membantu pemudik dalam perjalanan ke kampung halaman.
�Ini salah satu bhakti Ansor dan Banser Boyolali kepada masyarakat. Dengan kegiatan ini diharapkan bisa turut serta membantu meringankan kerja pemerintah atau aparat TNI-POLRI,� kata Ketua GP Ansor Boyolali, Husein Ahmadi, Kamis (30/5).

Menurut Husein, melayani pemudik tanpa memandang suku, ras, agama, golongan dan bahasa seperti ini, menjadi tugas mulia yang masuk kategori ibadah sosial. Dia berharap, kegiatan mudik tahun ini semakin lancar dari tahun-tahun sebelumnya, tanpa suatu rintangan apapun.

�Melayani pemudik itu tugas mulia dan masuk kategori ibadah sosial. Kami berharap perjalanan para pemudik tahun ini lancar tanpa suatu hambatan. Sebagai organisasi kami juga ingin momen ini menjadi media silaturahmi antar pengurus (GP. Ansor) untuk saling membantu sesama manusia,� tutur Husein.
Pada Lebaran tahun ini, menurut Kasatkorcab Banser Kabupaten Boyolali, Ahmad Muzamil, pihaknya akan mengerahkan 1000 personel untuk mengawal posko mudik Lebaran 2019. Dia berharap, keberadaan posko mudik memberi dampak positif bagi pemudik dan masyarakat secara umum.

�Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat, saling membantu, memberikan rasa aman dan nyaman,� ujarnya. (HR)

Sabtu, 25 Mei 2019

Wujudkan Media online Rahmatan lil 'alamin, Tangkal Berita Hoax Ansor Jateng Pertemukan Aktivis Cyber Aswaja.


Ungaran- Kabid informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Jateng Styo Irawan memaparkan terkait hoaks
 Bertempat di Hotel Kusuma Bandungan Ungaran acara Pra-Jambore Cyber Aswaja GP Ansor Jawa Tengah resmi dibuka, Sabtu (25/05/19).

Ketua panitia, Nur Huda menyampaikan kegiatan ini langkah awal untuk mempertemukan sejumlah komunitas digital yang berafiliasi kepada Islam Aswaja yang ramah.

�Acara ini menghadirkan 50 perwakilan lembaga cyber Aswaja. Kita akan membahas langkah produk apa yang akan digarap untuk menyebar konten positif di media sosial,� paparnya.

Ketua PW Ansor Jawa Tengah, H. Sholahuddin Aly mengatakan tujuan utama acara ini untuk merancang konsep melawan narasi kebencian yang menurutnya sudah akut.

�Ini dirasa penting karena narasi kebencian itu sudah sedemikian akutnya,� ujar Gus Sholah, sapaan akrab H. Sholahudin Aly.

Ia juga mengatakan pilpres kemarin merupakan gambaran bahwa masyarakat kita sedang mengarah pada polarisasi yang keras. Jika tidak cepat ditanggulangi hal itu akan membahayakan kemajemukan masyarakat di Indonesia.

�Ini berbahaya, kemajemukan bisa jadi tergesek. Untuk itu, kita ingin memperkaya konten-konten yang ramah dan sejuk,� tandasnya.

Lebih lanjut, Gus Sholah juga berharap dari acara ini akan melahirkan lebih banyak lagi produsen konten Islam yang ramah.

Dengan begitu, Jawa Tengah akan menjadi gudangnya konten positif mulai dari diskursus keilmuan sejarah, agama, sosial dari sumber-sumber yang otentik dan terpercaya.

�Mudah-mudahan ini bisa jadi ikhtiar kita bersama untuk melawan narasi kebencian di media sosial,� harapnya.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinkominfo Provinsi Jawa Tengah, Setyo Irawan, mengapresiasi langkah GP Ansor Jawa Tengah mengadakan acara Pra-Jambore Cyber Aswaja ini.

Pada kesempatan itu, Ia meminta agar seluruh peserta Pra-Jambore turut memikirkan upaya untuk mencegah tersebarnya kabar bohong (hoax).

�Kita menyebarkan berita kebaikan ini susahnya setengah mati. Tapi kalau negatif bahkan hoaks sangat cepat. Ini yang harus kita pikirkan bersama,� pintanya.

Selain itu, Ia juga berharap kebaikan sebab acara ini akan menyebar ke daerah lain sehingga masyarakat lebih cerdas dalam bermedia sosial.

�Paling tidak kalau hoaks itu sudah terlanjur tersebar, kita bisa membenarkannya supaya tidak berlarut,� ujarnya. (khafidz.sn)

Minggu, 05 Mei 2019

Warga NU Ranting Sranten Membuka Pasar Jajan Ramadhan Guna Meningkatkan Ekonomi Desa.



Karanggede-Boyolali. Pembukaan dan Peresmian Pasar Jajanan Takjil Ramadan 1440 H

Buka puasa Ramadhan pasti tidak lepas dari jajanan untuk takjil. Ini disikapi bagus oleh warga Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sranten, Karanggede, Boyolali, yang menggelar Pasar Jajanan Takjil Ramadhan 2019 M/1440 H.
Dibuka dan diresmikan oleh Rois Syuriyah MWC NU Karanggede, Kyai Abdullah, Ahad,  5 Mei 2019.
Pasar Jajanan NU Ranting Sranten, ini menjadi ladang usaha sekaligus ruang interaksi-silaturahmi antar warga menjelang buka puasa.
Menurut panitia penyelenggara, Pasar Jajanan Ranting NU Sranten ini diperuntukkan kepada warga supaya mencari rezeki tambahan, terutama bagi Muslimat dan Fayayat agar memiliki kesibukan positif di bulan Puasa.
Ranting NU Sranten tidak menarik iuran bagi yang berdagang di lokasi tersebut.
Panitia bermaksud memfasilitasi secara gratis tempat berjualan dan berkreasi dalam pembuatan aneka jajanan takjil.
Dari semua itu, diharapkan mampu meningkatkan kreativitas warga NU dalam pengolahan jajanan dan usaha jualan. Sehingga, "Pasar Bukan" ini selaiknya mendapat apresiasi dan dapat direplikasi daerah lain. (Sis, Heri)

Senin, 29 April 2019

Pembaretan Banser Satkorcab Boyolali, Militansi Tanpa Batas.



Setiap Diklatsar Banser pastinya dirangkai dengan "Pembaretan". Ini, demi meningkatkan dan pemantaban anggota agar memiliki "militansi tanpa batas".

Begitu juga dengan Satkorcab Banser Kab. Boyolali hari ini, Minggu 28/04/19, menggelar Pembaretan Banser yang Ke-3. Kegiatan yang diikuti 500 peserta, ini dibuka dan sekaligus start dari Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Cepogo, Boyolali, hingga finish di Pondok Pesantren Afaada, Desa Tanduk, Ampel, Boyolali.

Dalam apel persiapan pembaretan Banser, ini dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Boyolali, Komandan Ahmad Muzamil.



Ahmad Muzamil mengatakan, pembaretan dilakukan bagi anggota Banser yang sudah mengikuti Diklatsar sebelumnya.

"Pembaretan ini sebagai rangkaian Diklatsar yang diselenggarakan di empat Pimpinan Anak Cabang (PAC) yaitu Karanggede, Ampel, Simo, dan Wonosegoro. Seorang Banser dinyatakan lulus jika telah mengikuti pembaretan ini," tegas Muzamil.

Ahmad Muzamil menghimbau kepada peserta pembaretan, agar usai pembaretan ini seluruh anggota tetap berada di jalur komando,m engikuti arahan dari pimpinan.

Selanjutnya pelepasan peserta pembaretan dipimpin langsung oleh Wakil Sekjend Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Gus 'Aunullah A'la al-Habib, atau kerap disapa Gus 'Aun.



Gus 'Aun memberikan arahan, Banser bukanlah gerombolan orang, tapi Banser adalah organisasi (Jam'iyah). Artinya siapa saja tidak boleh menggerakkan, memberikan komando selain pengurus yang diberi wewenang, dilantik, disumpah oleh organisasi.
"Kita ini organisasi yang terorganisir. Selalu bergerak dalam satu barisan. Tetap dalam satu komando. Bela agama, bangsa, dan negeri," tandasnya. (fidz)

Senin, 22 April 2019

Ribuan Warga Hadiri Grebek Sadranan di Cepogo, Boyolali. || Banser turun langsung dalam PAM Sadranan.

Tradisi sadranan di daerah Cepogo,Boyolali. 


Boyolali - Warga Cepogo, Boyolali menggelar tradisi grebek sadranan. Acara tradisi yang dihadiri ribuan warga. Bahkan sampai luar daerah datang ke tradisi tersebut.

Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Satkoryon Cepogo ikut andil dalam Pengamanan acara tradisi sadranan tersebut. Beberapa personil bahkan ada yang terjun langsung mengatur lalu lintas di jalan raya. Arus lalu lintas di padati warga yang antusias datang dalam acara sadranan.

Banser dalam tugas pengamanan tradisi sadranan. 


Sadranan merupakan tradisi rutin warga di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali setiap bulan Ruwah, dalam penanggalan Jawa. Setiap dukuh dan desa menggelar tradisi yang sudah turun-temurun sejak nenek moyang itu, dengan waktu yang berbeda-beda.

Potret silaturahmi ke sejumlah rumah warga. 


Namun yang unik di Kecamatan Cepogo dan selo. sejumlah desa pelaksanaan sadranan berbeda dengan pada umumnya. Di wilayah tersebut tradisi sadranan sudah seperti Hari Raya Idul Fitri. Warga usai ziarah kubur para leluhurnya, kemudian saling berkunjung atau silaturahmi.

"Sadranan itu sudah menjadi agenda rutin turun-temurun di Cepogo, kami dari Pemerintah Kecamatan berusaha mengemas menjadi festival yang akan menjadi budaya tahunan di Kecamatan Cepogo," ujar Camat Cepogo, Insan Adi Asmono. (Khafidz. SN)

Minggu, 21 April 2019

Pengajian Akbar Dan Haul Massal Ke-30, MWC NU Karanggede



"Haul Massal", Pertaubatan, dan Perbekalan di Alam Kekal

Menjelang bulan Ramadhan atau di bulan Sya'ban, umat Islam (khususnya warga NU) memiliki kebiasaan mendoakan arwah leluhur yang telah mendahului. Ada yang secara mandiri maupun bersama.
Ini, seperti juga dilaksanakan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Karanggede, Boyolali, dengan format "Haul Massal ke-30" pada Minggu, 21 April 2019.
Acara disemarakkan grup Hadroh Rijalul Ansor, Karanggede. Kemudian tausyiah di-hatur-kan oleh KH Kabib Masduqie dari Sragen.
Di antara tokoh yang hadir pada pengajian ini: Kyai, Ustadz, Bapak Camat, Kepala Departemen Agama, dan Koramil.
Budaya haul difungsikan untuk mendoakan dan mengingat sesepuh yang telah wafat sekaligus sebagai "nasihat" bahwa yang hidup juga akan menyusul.
Seharusnya "Haul Massal" menjadi pemicu pertaubatan dan lebih banyak melakukan kebaikan untuk bekal di alam kekal. (SN)

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Text Widget

Pages

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.